6 Cara Sederhana yang Dapat Dilakukan Generasi Muda Untuk Melawan Terorisme

Dewasa ini teroris menggunakan propaganda melalui dunia maya dan tidak lagi hanya melalui televisi. Kita dapat membandingkan propaganda Al Qaeda dengan ISIS yang sangat berbeda. Perekrutan anggota ISIS dari berbagai belahan dunia dilakukan melalui dunia maya. Melihat pengguna aktif di dunia maya adalah generasi muda, maka generasi muda Indonesia saat ini memiliki tugas yang lumayan cukup berat untuk mencegah terorisme. Namun sebenarnya tugas tersebut dapat dilakukan sedikit demi sedikit melalui tindakan sehari -hari. 

Berikut ini adalah berbagai cara yang dapat dilakukan oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah terorisme :

  1. Memberikan informasi mengenai ilmu pengetahuan yang benar kepada anggota keluarga yang kemudian dilanjutkan ke lingkungan sekitar. Pemahaman informasi yang benar tentang ilmu pengetahuan ini akan membuka wawasan kita dan tidak menjadikan kita berpikiran sempit terutama tentang pengetahuan ilmu agama.
  2. Meminimalisir kesenjangan sosial di lingkungan tempat tinggal dengan cara saling membantu warga yang sedang membutuhkan bantuan kita. Walaupun hal ini terlihat sepele tetapi dampak yang ditimbulkan sangat luar biasa. Warga akan merasa kompak dan saling menjaga sehingga tidak merasa ada kesenjangan sosial yang lebar.
  3. Menjaga persatuan dan kesatuan melalui rapat-rapat rutin RT dengan menghargai pendapat orang lain dan tidak menyela ketika orang lain mengungkapkan pendapatnya terhadap suatu masalah yang sedang terjadi di dalam RT tersebut.
  4. Memiliki peran aktif dalam mencegah radikalisme dan terorisme di masyarakat. Peran aktif ini bisa diwujudkan dengan berbaur ke dalam masayarakat sehingga apabila ada generasi penyendiri dapat diedukasi agar tidak dimasuki oleh paham-paham radikal. Selain itu, apabila ada ajaran yang dianggap menyimpang di masyarakat sebaiknya segera di musyawarahkan dengan tokoh agama agar tidak semakin meracuni masyarakat.
  5. Informasi yang didapatkan di dunia maya sebaiknya disaring sebelum berpendapat di  masyarakat. Jadi informasi yang beredar di dunia maya tidak langsung serta merta dicerna dan kemudian disampaikan ke masayarakat tetapi ada baiknya di saring lebih dahulu dengan mencocokkan data dan fakta yang terjadi. Tidak asal klik “like” dan “share”.
  6. Memberikan sosialiasi kepada keluarga yang kemudian dilanjutkan ke lingkungan tempat tinggal mengenai bahaya radikalisme dan terorisme. Pertama bisa kita masuk ke topik ini ketika berbincang santai dengan keluarga, kemudian saling bertukar pendapat dengan anggota keluarga mengenai terorisme. Dengan melakukan tukar pendapat kita akan mengetahui pemahaman terorisme di benak setiap anggota keluarga kemudian apabila ada yang kurang pas, nah disitu kita bisa memberikan sosialisasi mengenai bahaya terorisme dan radikalisme.

Sebelum kita terjun lebih jauh ke dalam masyarakat alangkah baiknya apabila berbagai cara menanggulangi terorisme ini kita sebarkan di dalam keluarga kita terlebih dahulu. Sebagai generasi muda kita harus cerdas dalam melawan terorisme dan pandai memanfaatkan dunia maya untuk melawan propaganda yang dilakukan oleh teroris.

penulis : Niken Nawangsari

Related Post

Bersepeda Kini  Naik Daun

Bersepeda Kini Naik Daun

Tren bersepeda masyarakat Indonesia mengalami kenaikan yang luar biasa. Toko-toko penuh akan pembeli serta jalan…

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *