Berita Inspirasi

Urgensi Kesehatan Bagi Kelompok Marjinal

Urgensi kesehatan bagi kelompok marjinal, Minggu, 19 September 2021 Duta Damai Yogyakarta turut hadir dalam acara Ngopi bareng Komunitas Sekolah Marjinal yang bertemakan “Seberapa Penting Kesehatan untuk Kelompok Marjinal ?”. Melalui acara ini KSM mengundang  beberapa komunitas dan organisasi di Yogyakarta untuk ikut andil dalam diskusi seputar kesehatan kaum marjinal yang di selenggarakan Pukul 19.00 WIB di Latar Bumi Kopi. Mengawali acara, Koordinator KSM memperkenalkan secara singkat bahwa Komunitas Sekolah Marjinal adalah  komunitas yang bergerak dalam pengadaan akses pendidikan gratis bagi kaum marjinal di wilayah Yogyakarta. BACA JUGA: Pancasila Cerminan Ajaran Kitab Suci? Peran Advokasi Masyarakat Terhadap Kelompok Marjinal Sebagai  upaya mewujudkan kemandirian dan pemerataan hak bagi kaum marjinal, KSM berperan aktif dalam mengadakan pendampingan belajar hingga advokasi kesehatan yang  saat ini sudah memiliki dua sekolah dan satu kelas inkubasi. Berlanjut menuju topik utama ngopi KSM #3, mereka juga menjelaskan kondisi terkini kesehatan para kaum marjinal khususnya di tengah pandemi Covid-19. Definisi sehat bagi kaum yang terpinggirkan seperti mereka berbeda dengan definisi sehat bagi masyarakat yang sudah terpenuhi standar kesehatannya dalam kehidupan sehari–hari. Makanan sehat, hidup bersih, rajin olahraga bahkan sekedar rutin mencuci tangan bukanlah protokol penting untuk mencapai hidup sehat bagi mereka. Memiliki kekuatan untuk tetap berdiri tegak walau di tengah lingkungan yang kumuh dan bisa mencari uang sudah cukup untuk di definisikan sebagai anugrah hidup sehat. Kaum Marjinal yang ada di Yogyakarta bukan hanya mereka yang sekedar hidup fakir atau miskin, namun mereka tidak memiliki identitas bahkan tempat tinggal yang tetap. Hal ini membuat mereka kesulitan mendapatkan akses pendikan apalagi kesehatan secara layak. Maka dari itu KSM hadir menjembatani kebutuhan mereka terhadap pendidikan dan juga penghubung antara kaum marjinal dengan organisasi yang menyediakan fasilitas kesehatan resmi seperti Palang Merah Indonesia ( PMI ). Secara nyata angka kelahiran dan garis kekeluargaan di lingkungan marjinal cukup komplikatif karna tidak berlangsung secara hukum maupun agama, sehingga anak yang lahir dari generasi mereka juga harus menanggung hidup tanpa identitas resmi di Indonesia. Pentingnya Jaminan Kesehatan Bagi Kelompok Marjinal Dalam aspek kesehatan beberapa dari kaum marjinal banyak yang masih menderita stunting, terlambat berbicara sampai usia remaja, bahkan banyak kecelakaan fisik yang tidak tertolong karna tidak ada jaminan kesehatan yang menaungi mereka dalam situasi darurat. Selain berperan dalam menyembuhkan beberapa penyakit yang sudah diderita, PMI juga membantu para kaum marjinal dalam menyediakan vaksinasi covid – 19 di masa pandemi ini. Diskusi berjalan begitu hangat melihat setiap perwakilan dari berbagai komunitas seperti Duta Damai Yogyakarta, Mer-C, KOMAHI UGM, Hima Ilmu Komunikasi Amikom dan beberapa komunitas lainnya mulai membuka mata dan menyadari fakta nyata yang begitu menyedihkan terjadi terhadap saudara – saudara kita di Yogyakarta khususnya. Beberapa komunitas tidak hanya ikut andil dalam diskusi tapi juga menawarkan berbagai macam kerja sama agar saling menolong mengentaskan permasalahan kaum marjinal khususnya dalam hal kesehatan. BACA JUGA: Belanja Online Anti Boros Urgensi Kesehatan Bagi Kelompok Marjinal Kak Catherine Pamela selaku perwakilan Duta Damai Yogyakarta dan juga sudah berpengalaman di bidang kerelawanan sejak tahun 2015 memberikan saran yang sangat konstruktif untuk jalannya kerelawanan di lingkungan komunitas marjinal selanjutnya. " UU Pemerintah tentang kaum marjinal masih sangat bias bahkan belum tercantumkan sehingga tidak mampu mengcover semual lapisan masyarakat. Mereka memang sangat membutuhkan eksistensi relawan sosial atau komunitas bahkan organisasi swasta yang berinisatif mengentaskan beragam permasalahan yang terjadi di lingkungan kaum marjinal dengan pergerakan yang lebih cepat dari pemerintah. Namun, sebagai relawan kemanusiaan kita harus selalu mengingat 4 Prinsip kerja kemanusiaan yaitu Netralitas, Kemanusiaan, Impartialitas, dan Independensi. Selain itu kita juga harus mengedepankan mana yang lebih urgent untuk dilaksanakan, seperti halnya sebelum mengadakan vaksinasi kita harus lebih dulu membantu para kaum marjinal dalam menyembuhkan penyakit yang sudah ada, penyelenggaraan imunisasi, edukasi kesehatan dan upaya pencegahan maupun penyembuhan penyakit lainnya yang harus segera ditanggapi," ujar Catherine. Antusiasme dan semangat perwakilan dari berbagai komunitas semakin terlihat di akhir acara dimana mereka saling bertukar ide hingga membuat beberapa program  rencana untuk bersama mewujudkan mimpi kaum marjinal dalam mencapai standar kesehatan dan kualitas edukasi pendidikan yang lebih baik. " Kaum Marjinal masih punya harapan untuk mengubah nasib mereka menjadi lebih baik, Mari bersama menjadi tangan – tangan yang membantu mereka meraih harapan tersebut "

Berita

Opini

Mencari Jati Diri Melalui Filsafat Alan Watts

Berawal dari pertanyaan mencari jati diri melalui filsafat Alan Watts, siapa sebenarnya aku? mungkinkah aku adalah pikiran? ataukah hanya sebatang tubuh? apakah mungkin aku adalah keturunan dari alien yang dulu pernah menginjakkan kakinya di bumi sebelum manusia tinggal? Seorang filsuf Inggris bernama Alan Watts pernah mengatakan bahwa pertanyaan paling penting yang dapat diajukan oleh umat...

Pancasila Cerminan Ajaran Kitab Suci?

Pancasila mengandung pemenuhan nilai-nilai dasar masyarakat Indonesia dalam berbagai aspek, mulai dari aspek keagamaan, kemanusiaan, pertahanan dan keamanan, demokrasi, serta bisa merujuk pada aspek ekonomi. Menurut Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid di Sleman, Yogyakarta terdapat 5 hal yang hanya dimiliki Indonesia sehingga bisa kuat dan kokoh sebagai negara kesatuan, antara lain : Pancasila...

Hiburan

Event