free page hit counter
Uwais Al-Qarny
Inspirasi

Uwais Al-Qarny, Tidak Terkenal di Dunia Namun Sangat Populer Dilangit

Hari raya Idul Adha merupakan momentum perayaan hari besar umat muslim di seluruh dunia. Disamping pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Idul Adha juga erat kaitannya dengan berbagai kisah inspiratif yang patut untuk diteladani. Salah satunya adalah berkenaan dengan sosok Uwais Al-Qarny, tidak terkenal di dunia namun sangat populer dilangit, sebab dari kecintaannya terhadap sang ibunda. Uwais Al-Qorny berasal dari daerah ‘Asir, Saudi Arabia yang berdekatan dengan perbatasan Yaman. Uwais merupakan kalangan tabi’in, bukan dari golongan para sahabat Nabi Muhammad Shollallohu’alaihi wasallam. Namun meskipun demikian, nama Uwais begitu terkenal di langit sebab ketaqwaannya kepada Alloh Subhanahu wata'ala bahkan kecintaannya yang luarbiasa kepada sosok ibunya yang lumpuh dan buta. Meski dari kalangan tabi’in, Uwais juga hidup semasa zamannya Nabi Muhammad Shollallohu’alaihi wasallam (Ibrohim, 2023). Walaupun Uwais tidak pernah bertemu dengan Nabi Muhammad Shollallohu’alaihi wasallam, bukan berarti beliau tidak rindu untuk bertemu, namun lebih memilih untuk tidak meninggalkan ibundanya yang sakit dan lemah tidak berdaya untuk berbuat apapun. Uwais lebih memilih merawat ibunya yang lumpuh dan buta itu. Ibunya Uwais merupakan seseorang yang sudah tua dan lumpuh. Suatu hari, sang ibu sangat ingin melaksanakan haji ke Mekkah. Uwais yang sangat mencintai ibunya, tidak ingin mengecewakannya meskipun perjalanan dari Yaman ke Mekkah sangat jauh dan berat. Tidak ada kendaraan yang bisa mereka gunakan, dan Uwais pun tidak memiliki cukup harta. Maka dengan demikian, sejak saat itulah Uwais mencoba untuk membeli anak lembu dan merawatnya dengan sebaik-baiknya. Bahkan, setiap hari bolak balik menggendong anak lembu itu hingga menjadi besar. Orang-orang menganggap aneh Uwais, gila, dan mencibirnya terus-terusan. Namun, Uwais menghiraukannya dan tetap teguh pendirian, sebab ia ingin sekali bisa membawa ibundanya beribadah haji ke Tanah Suci (Rifki, 2024). Uwais pun menggendong ibunya sepanjang perjalanan menuju Mekkah, dari Yaman ke Saudi Arabia. Perjalanan ini membutuhkan waktu yang sangat lama dan melelahkan, namun Uwais dengan sabar dan penuh kasih sayang membawa ibunya melewati padang pasir yang panas dan tandus, hingga akhirnya sampai di Mekkah Al-Mukarromah. Baca juga artikel inspiratif lainnya Meraih Keberkahan Berqurban di Hari Raya Idul Adha 1444 H Menggendong Sang Ibu Thawaf Setibanya di Mekkah, Uwais dengan setia menemani ibunya dalam melaksanakan semua rangkaian ibadah haji, termasuk thawaf mengelilingi Ka'bah. Pada saat itu, Uwais berdoa agar Alloh mengampui dosa-dosa ibunya, lantas ibunya bertanya mengapa tidak juga mendoakan untuk diri sendiri, maka Uwais pun menjawab dengan terampuninya dosa ibu maka ibu masuk surga dan cukuplah ridho dari sang ibunda untuk mengantarkannya ke surga. Karena baktinya yang luar biasa, Uwais Al-Qarnymendapat tempat yang istimewa di hati Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam. Meskipun tidak pernah bertemu, Nabi Muhammad mengenali ketulusan dan kebaikan hati Uwais. Bahkan, pernah berpesan kepada sahabat-sahabatnya, termasuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, untuk mencari Uwais Al-Qarny dan meminta doanya karena doanya sangat mustajab. Setelah Nabi Muhammad Shollallohu’alaihi wasallam wafat, Umar dan Ali berhasil menemukan Uwais dan meminta doa darinya, sesuai dengan pesan Nabi Muhammad. Ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan Uwais al-Qarni di hadapan Allah Subhanahu wata'ala dan Rasul-Nya. Kisah Uwais Al-Qarny mengajarkan kita tentang pentingnya berbakti kepada orang tua, betapapun sulitnya menghadapi proses hidup yang penuh dengan ujian. Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu perintah Allah yang sangat penting dalam Islam. Ketulusan dan kesungguhan Uwais al-Qorni dalam merawat dan menghormati ibunya menjadi teladan yang abadi bagi umat Islam sepanjang masa. Dengan kisah tersebut, menjadi pengingat bahwa berbuat baik kepada orang tua bisa membawa keberkahan dan kemuliaan di sisi Sang Pencipta. Referensi Ibrohim, A. N. (2023). Profil dan Biografi Uwais Al Qarni, Tabi’in Terbaik yang Pernah Ada. Sindowes.Com. https://kalam.sindonews.com/read/1279939/786/profil-dan-biografi-uwais-al-qarni-tabiin-terbaik-yang-pernah-ada-1702901568 Rifki. (2024). Kisah Uwais Al-Qarni, Gendong Sang Bunda Naik Haji. Rri.Co.Id. https://rri.co.id/info-haji/697197/kisah-uwais-al-qarni-gendong-sang-bunda-naik-haji#:~:text=KBRN%2C Jakarta%3A Di antara sahabat,agar bisa menunaikan ibadah haji.

Berita

Opini

Masa Depan Suram Ormas Keagamaan

Saya menyarankan agar semua orang kecewa tatkala salah satu ormas keagamaan tanpa berpikir panjang menerima jatah konsesi tambang. Respon (baik lisan atau tulisan) atas kenyataan tersebut merupakan sebuah keharusan. Sebab, realitas ini menunjukkan betapa buruknya masa depan ormas keagamaan. Memang benar bahwa ormas keagamaan tidak melulu membahas soal agama. Namun, tidak ada alasan juga...

Mungkinkah Menolak Politik Uang?

Saya akan memberikan posisi yang jelas bahwa tidak mudah untuk memisahkan politik dan kekuatan uang. Bukan hanya tidak mudah, mungkin mustahil untuk memisahkan keduanya. Setiap pemilihan umum apa yang nampak di hadapan kita ialah kenyataan bahwa uang menjadi penentu. Tidak sedikit calon dengan visi dan misi yang bagus ternyata harus kalah. Penyebab utamanya tentu...

Hiburan

Event