Prambanan Jazz Festival 2020 Digelar Virtual Akhir Oktober

Tengah Co-Founder Prambanan Jazz Festival, Bakkar Wibowo. Kanan Direktur Utama Rajawali Indonesia TOvic Raharja. Kiri Ovie Ermawati
Tengah Co-Founder Prambanan Jazz Festival, Bakkar Wibowo. Kanan Direktur Utama Rajawali Indonesia, Tovic Raharja. Kiri Ovie Ermawati

Prambanan Jazz Festival 2020 (PJF) akan tetap terselenggara di Candi Prambanan pada 31 Oktober dan 1 November 2020. Namun karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda, terlebih melonjaknya angka kasus Covid-19, membuat Rajawali Indonesia selaku promotor acara ini, hanya mendapatkan izin pertunjukan secara virtual. Sebelumnya, Prambanan Jazz Festival 2020 (PJF) direncanakan digelar pada 3-5 Juli 2020 dan harus diundur karena adanya pandemic Covid-19.

Duta Damai Yogyakarta berkesempatan menghadiri acara press conference yang diadakan pada 1 Oktober 2020 di kantor Rajawali Indonesia. “Kami turut prihatin dengan terus melonjaknya angka kasus Covid-19, namun kami ingin tetap menghadirkan PJF 2020 di tengah keterbatasan. Dengan berat kami sampaikan kepada #PJFLovers jika PJF 2020 tidak akan hadir secara offline,” ujar Anas Syahrul Alimi selaku Founder Prambanan Jazz Festival.

Menurut Anas, keputusan ini adalah langkah terbaik yang bisa ditempuh pada saat ini. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada #PJFLovers dikarenakan belum bisa menggelar penghelatan secara offline.

Selain itu, Bakkar Wibowo selaku Co-Founder Prambanan Jazz Festival menyampaikan “ Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 akan digarap oleh Tompi untuk visual broadcastingnya. Seorang musisi yang akhir-akhir ini kerap menggarap film layar lebar sebagai film director atau sering didapuk menjadi video music director.”

Tulus, Fourtwnty, Isyana Sarasvati, Joko In Berlin, Pusakata dan Tompi yang akan mengisi pada hari pertama 30 Oktober 2020. Untuk hari ke dua 1 November 2020 yang akan mengisi adalah Andmesh, Ardhito Pramono, TheEverydayBand, Nadin Amizah, Pamungkas, Sinten Remen, dan Yura Yunita yang  akan menampilkan penghelatan musik bergengsi ini. Mereka akan membawakan lagu-lagu mereka dalam jazz version.

Direktur Utama Rajawali Indonesia Tovic Raharja menuturkan, untuk pertama kalinya PJF menggandeng musisi asal Yogyakarta yang tergabung dalam TheEverdayBand. Merekan mengaransemen dan membuat lirik lagu “Ke Prambanan Jazz Lagi” sebagai tema lagu.

“Ini jadi upaya untuk terus mempromosikan Yogyakarta dan sebuah harapan untuk bisa menyaksikan Prambanan Jazz kembali secara langsung nantinya,” tutur Tovic.

Pramabanan Jazz Virtual Festival 2020 tidak ada musisi atau artis dari luar negeri. Pada saat acara hanya akan ada kru yang bertugas dan musisi/artis yang akan menghadiri venue secara bergantian sesuai dengan rundown.

Standar protokol kesehatan tetap akan diterapkan dalam acara ini. Penampil dan kru akan melakukan rapid test terlebih dahulu sebelum acara dan selama pelaksanaan. Promotor memastikan protokol kesehatan tetap berjalan, seperti dengan menyiapkan hand sanitizer,  tempat cuci tangan, menggunakan masker dan face shield serta tidak berkerumun dan tetap menjaga jarak.

Live Music Concert Duta Damai Yogyakarta 2020 | Hari Perdamaian Dunia

Live Music Concert

Live Music Concert Duta Damai Yogyakarta merupakan event konser musik digital Duta Damai pertama yang diselenggarakan dalam bentuk digital melalui platform Youtube. Kegiatan ini akan melibatkan musisi lokal Yogyakarta yaitu Mitty Zasia dan kolaborasi Duta Damai seluruh Indonesia.

Pada momen besar ini, Live Music Concert Duta Damai Yogyakarta memiliki tema ”Konser Hari Perdamaian Dunia”. Rangkaian acara yang berlangsung selama 60 menit ini akan disiarkan dari Kedai WOWA Yogyakarta pada tanggal 27 September 2020. Live Music Concert ini dapat disaksikan oleh pemirsa secara langsung melalui channel Youtube Duta Damai Yogyakarta mulai pukul 16.00 sampai 17.00 WIB.

Meskipun berpusat di Yogyakarta namun kegiatan ini juga akan disemarakkan dari berbagai daerah lain oleh Duta Damai yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, dalam acara ini juga akan diadakan sesi diskusi atau dialog seputar isu perdamaian yang tentunya dapat menambah wawasan kita tentang pentingnya merawat kebhinekaan. Tujuan diselenggarakan acara ini selain sebagai sarana edukasi digital juga merupakan upaya pengenalan Duta Damai Yogyakarta kepada generasi milenial khususnya yang tertarik untuk bergabung bersama Duta Damai Yogyakarta.

“Rencananya Live Music Concert ini akan dilaksanakan pada tanggal 27 September 2020 melalui channel Youtube Duta Damai Yogyakarta. Acara akan berlansung sekitar 60 menit dari mulai pukul 16.00-17.00 WIB,” Ungkap Muhammad Hudallah, Koordinator Acara Live Music Concert Duta Damai Yogyakarta 2020.

Duta Damai sebagai insiator event live music concert ini merupakan wadah bagi pemuda-pemudi yang peduli terhadap isu-isu perdamaian di media digital. Aktivitas Duta Damai selain aktif membuat berbagai narasi perdamaian di media sosial juga turut mengadakan berbagai kegiatan lapangan sebagai aksi nyata dan upaya untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat secara langsung. Duta Damai Yogyakarta yang merupakan bagian dari Duta Damai di seluruh Indonesia pertama kali dibentuk pada 25 Juli 2016.  

Sebagai wadah partisipasi aktif,  Duta Damai Dunia Maya merupakan organisasi yang terdiri dari pemuda-pemudi dengan semangat perdamaian juga berbekal kompetensi di bidang Informasi dan Teknologi (IT), Desain Komunikasi Visual (DKV) dan menulis (Blogger). Duta Damai dibentuk dengan tujuan  untuk membangun kepedulian, mengajak partisipasi dan membentuk komunitas anak muda penggiat dunia maya untuk terlibat dalam menangkal propaganda ideologi radikal terorisme dan menyebarkan pesan-pesan perdamaian di dunia maya.

Adanya kemajuan informasi dan teknologi (IT) yang akhirnya melahirkan kecanggihan komunikasi melalui internet/dunia maya merupakan suatu hal positif. Namun hal tersebut juga menjadi media yang dapat disalahgunakan oleh kelompok radikal terorisme sebagai sarana penyebaran konten negatif dan kekerasan.

Sebagai bentuk pencegahan terhadap kemungkinan penyalahgunaan IT, maka dalam hal ini tugas pokok bagi relawan Duta Damai Dunia Maya yaitu mengelola website dan media sosial komunitas untuk menyebarkan pesan-pesan positif, perdamaian dan kebangsaan sebagai upaya meminimalisirkan hingga menangkal terjadinya penyalahgunaan kecanggihan komunikasi di dunia maya tersebut.

Selain itu, ditambah adanya kegiatan offline yang diinisiasi oleh Duta Damai di seluruh Indonesia dengan melakukan jejaring bersama pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan untuk melaksanakan kegiatan literasi media kepada masyarakat khususnya generasi muda, diharapkan gagasan dan nilai-nilai perdamaian itu dapat tersampaikan secara utuh.

Dalam tujuan meningkatkan peran Duta Damai Dunia Maya khususnya di tengah situasi pandemi seperti saat ini, maka peringatan Hari Perdamaian Dunia akan menjadi momentum yang tepat untuk  mengadakan Live Music Concert sebagai upaya menyampaikan pesan perdamaian di tengah Masyarakat. 

Lomba Cover Lagu Damai Itu Indonesia

Lomba cover video

Musik tidak berhenti sebagai satu mahakarya seni. Musik lahir dari sebuah perenungan menuju pengharapan. Musik kian luas dikenal sebagai media mencurahkan segala resah dan rasa. Musik hadir dengan kolaborasi irama, lagu dan keharmonisan.

Lewat musik banyak hal-hal baru tercipta. Hampir semua lini kehidupan berkaitan dengan musik. Bahkan diyakini musik juga bisa dipakai sebagai sarana untuk menyampaikan pesan perdamaian. Musik merangkul perbedaan pula mendekatkan sesama. Musik menghadirkan cinta dan kasih.

Maka dalam rangka ulangtahunnya yang ke empat, Duta Damai Yogyakarta mengajak masyarakat khususnya generasi muda Indonesia untuk ikut serta menyebarkan pesan damai dengan mengikuti LOMBA COVER LAGU “DAMAI ITU INDONESIA”.

Lomba ini merupakan kerjasama Duta Damai Yogyakarta dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris dengan tujuan membanjiri dunia maya dengan konten (video) kreatif. Total hadiah lomba ini mencapai tiga juta rupiah.

Adapun syarat dan ketentuan mengikuti lomba cover lagu “Damai Itu Indonesia” adalah sebagai berikut:

  1. Peserta terbuka umum, boleh individu atau kelompok. Dan wajib mengisi formulir pendaftaran, follow akun sosial media dan subscribe youtube: Duta Damai Yogyakarta
  2. Durasi video cover maksimal 6 menit
  3. Karya boleh direkam menggunakan alat perekam apapun (handycam, DSLR, smartphone, dll)
  4. Karya berupa live concert/suara asli peserta bukan lypsync, jika didapati melakukan lypsync akan didisfikualifikasi
  5. Diperbolehkan mengaransemen kembali musik (jenis musik bebas) atau menggunakan minus one dengan syarat tidak mengubah not atau syair dasar lagu
  6. Olahan video diperkenankan sebatas kejelasan video, pencahayaan, dan kejelasan suara. Tidak diperkenankan mengedit hingga hingga mengubah suara asli peserta
  7. Video harus bersifat orisinil (tidak plagiasi, tidak melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun dan belum pernah dilombakan sebelumnya)
  8. Peserta boleh mengembangkan kreativitas dan inovasi pada video dengan tidak menampilkan adegan yang mengandung unsur penghinaan terhadap SARA, pornografi, radikalisme, kekerasan, atau nilai yang melanggar aturan hukum/norma yang berlaku
  9. Karya video harus mencantumkan:
    1.) Judul video yang diunggah menggunakan judul: Damai Itu Indonesia Covered by ‘nama peserta’
    2.) Keterangan video
    3.) hastag wajib: #JogjaItuDamai #DamaiItuIndonesia #DutaDamaiYogyakarta
  10. Video cover wajib diunggah ke akun youtube peserta paling lambat pada 10 Agustus 2020
  11. Semua hasil karya yang telah didaftarkan berhak digunakan untuk kepentingan panitia dengan tetap mencantumkan kredit penggunggah video cover
  12. Pengumuman pemenang melalui media sosial resmi Duta Damai Yogyakarta pada tanggal 17 Agustus 2020
  13. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Panitia tidak melayani komplain dan surat menyurat
  14. Kriteria penilaian lomba: teknik vokal, penguasaan lagu, kreativitas, penampilan, dan jangan lupa ajak teman-teman, sahabat, dan gebetanmu untuk dukung karya kalian lewat komen dan likes !!! karena dukungan masuk dalam penilaian juri.

Formulir pendaftaran silakan klik di sini
Download MP3/minus one silahkan klik di sini
Contoh video bisa dilihat di sini

Lagu Damai Itu Indonesia by Duta Damai Yogyakarta

Suka musik dan ingin menjajal tantangan, maka jangan sampai ketinggalan ikut lomba ini !! Keterangan lebih lanjut dan update lomba bisa pantau sosial media Duta Damai Yogyakarta atau melalui hotline resmi Duta Damai Yogyakarta wa.me/6285755478336 (WA only).

Ada giveaway spesial juga untuk kalian yang ikut menyebarkan informasi lomba ini!! Cek instagram Duta Damai Yogyakarta

Solidaritas Kunci Sukses Kebudayaan

Pada tulisan ini saya terinspirasi dari pemikiran salah satu filosof muslim bernama Ibnu Khaldun yang dikenal sebagai ilmuwan kebudayaan sekitar abad 14. Konteks zaman ketika Ibnu Khaldun ini mengembara tidak terlalu sesuai dengan isi kepalanya. Pandangan umum yang cenderung memahami kebudayaan sebagai sesuatu yang tetap dan tertutup cukup populer ketika itu. Kemudian hadirlah sosok Ibnu Khaldun dengan pemikiran alternatifnya memandang kebudayaaan sebagai sesuatu yang dinamis, artinya suatu kebudayaan bukan begitu saja merupakan warisan nenek moyang yang bersifat dogmatis namun sesuatu yang lebih mengalir dan fleksibel.

            Tentu saja pemikiran semacam ini menimbulkan keresahan di kalangan pemikir kebudayaan lainnya ketika suatu hegemoni berpikir kala itu dinegasikan dengan alternatif yang diberikan oleh Ibnu Khaldun. Masyarakat yang berubah dan dinamis seperti yang dikemukakan oleh Ibnu Khaldun sekaligus  menimbulkan tantangan baru terhadap diskursus kebudayaan yang pada saat itu cenderung singular. Memang sejauh ini paradigma kebudayaan yang berkembang seperti itu―kebudayaan yang statis―maka ketika muncul wacana baru tentu sangat mengelisahkan para pemikir.

            Corak berpikir yang kaku selalu menganggap suatu persoalan selalu memiliki jawaban yang identik dengan sebelumnya tanpa memikirkan keterlibatan proses mewaktu. Ibnu Khaldun menjawab kegelisahannya ini dengan menawarkan perspektif baru yaitu dengan melihat sejarah sebagai catatan perubahan-perubahan watak masyarakat. Bahkan dalam pandangannya, Ibnu Khaldun juga menemukan bahwa manusia dapat bersikap jahat dan baik pada saat yang sama. Perluasan cakrawala ini tampaknya juga menimbulkan semangat baru dalam perbincangan kebudayaan yang tidak begitu populer ketika itu.

Baca juga tulisan lain di sini

            Wacana kebudayaan yang dinamis yang dipopulerkan oleh Ibnu Khaldun ini pun membawanya juga untuk merumuskan suatu teori siklus. Teori ini bermula ketika Ibnu Khaldun meyakini bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk sosial dan politik. Manusia dalam hal ini selalu membutuhkan eksistensi manusia yang lain. Kegiatan bercengkrama ini atau dapat dikatakan sebagai aktivitas sosial kemudian memicu munculnya suatu organisasi sosial. Dengan bentuk sosial yang konsisten inilah maka peradaban manusia dapat diciptakan. Pertemuan manusia yang bersekutu dalam kehidupan sosial inilah yang meniscayakan suatu konflik dapat terjadi. Ibnu Khaldun beranggapan bahwa konflik merupakan suatu yang justru mengharmonisasi ikatan sosial daripada apatisme. Konflik dalam pengertian ini bukan berkonotasi negatif jika dapat dikelola dengan baik. Ibnu Khaldun juga mengharapkan seorang pemimpin yang ideal yang dapat mengelola konflik ini dengan baik, maka tidak heran jika kehidupan saat ini kita selalu membutuhkan sosok pemimpin.

            Pemimpin dalam pengertian ini saya pikir bukanlah suatu jabatan formal namun merupakan suatu tanggung jawab sosial yang diperlukan bagi setiap individu. Dengan demikian kondisi ketiadaan sosok pemimpin yang ideal dapat menimbulkan permasalahan yang serius karena hilangnya tanggung jawab sosial dalam mengelola konflik. Ibnu Khaldun juga dengan perspektif dinamisnya tidak menafikan adanya kemungkinan suatu kemunduran peradaban dalam keadaan buruk tersebut.

Hal ini disebabkan juga karena hilangnya harmonisasi sosial yang terjadi dalam masyarakat. Sehingga kreativitas kebudayaan tidak akan dapat berkembang dengan baik begitupun peradaban juga akan mengalami kemunduran. Ketika tantangan zaman terus-menerus memberikan pertanyaan sedangkan kohesi sosial justru mengendur maka kemunduran peradaban suatu bangsa pun menjadi mungkin. Misalnya jika kita melihat sejarah beberapa kerajaan besar di Nusantara yang pernah mengalami masa kejayaan justru pada akhirnya akan mengalami keruntuhan karena lunturnya semangat solidaritas yang sebelumnya menjadi kunci sukses masyarakat tersebut dalam membangun kebudayaan dan peradabannya.

            Sikap apatisme disini menjadi sangat berbahaya bagi kebudayaan dan peradaban suatu bangsa sebab dapat menjadi faktor rasional bagi kemundurannya. Upaya  memegang teguh kebudayaan tentunya juga harus selaras dengan semangat solidaritas ini yang perlu terus dipupuk di dalam akal budi manusia sebab modal inilah yang memungkinkan suatu kebudayaan dapat menjawab tantangan zaman yang begitu dinamis dan kontingensi.

            Dalam konteks bangsa Indonesia saya pikir perlu untuk menyadari peran pemimpin yang dapat mengelola konflik sosial secara tepat dan adil sehingga dapat ditanggapi dengan baik. Soal pemimpin seperti apa yang ideal itu kita tidak perlu khawatir untuk mencarinya pada setiap pemilihan umum namun harus kita tanamkan keyakinan bahwa pemimpin itu ada dalam diri kita sendiri. Jika kesadaran ini muncul maka secara aksi dapat meng-influence individu-individu lainnya sehingga kita tidak perlu khawatir soal kemunduran dalam kebudayaan dan peradaban bangsa Indonesia, sebab faktor-faktor kemunduran tadi telah dijawab dengan banyaknya pemimpin yang ideal serta solidaritas sosial yang kita miliki.  

Ibnu Khaldun
Duta Damai Yogyakarta Peduli

Duta Damai Yogyakarta Peduli

Kasus corona semakin hari mulai meluas dan jadi perbincangan di media masa (cetak/ online) baik dalam mau pun luar negeri. Telah sejak awal tahun banyak negara lain  mengambil langkah tegas untuk penanganan kasus ini. Salah satunya adalah penutupan wilayah, lockdown.

Sejak ditemukan kasus postif corona di Indonesia untuk pertama kalinya, pemerintah Indonesia mulai membuat imbauan dan kebijakan-kebijakan baru guna meminimalisir persebaran virus ini.

Kebijakan pemerintah baik pusat mau pun daerah antara lain imbauan untuk selalu jaga jarak, menghindari kerumunan, menunda aktifitas di luar jika tidak terlalu penting, tidak mudik, belajar di rumah, bekerja di rumah dan lain sebagainya. Kampus banyak meliburkan mahasiswanya dan menggantinya dengan belajar di rumah secara online. Semua ini dimaksudkan untuk meminimalkan penyebaran virus covid19.

baca juga dampak corona

Kasus positif corona memang belum ada vaksinnya. Namun seseorang yang dinyatakan positif tetap ada kemungkinan sembuh seperti sedia kala. Hal ini selain didukung fasilitas kesehatan yang mewadahi juga dipengaruhi oleh pola hidup sehat bersih, asupan makanan bergizi, gaya hidup sehat dan menjaga imun tubuh.

Dampak dari pergantian kelas offline ke online, banyak mahasiwa yang merasa tidak betah di kos. Sebagian memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan tak mengindahkan imbauan pemerintah untuk tidak mudik dulu. Namun ada sebagian yang lain memilih bertahan di kos karena merasa semuanya akan kembali membaik dalam waktu dekat. Sayangnya sampai bulan ke empat tahun 2020, kasus corona di Indonesia masih terbilang level waspada. Mahasiswa yang tadinya bertahan di kos akhirnya mengikuti kemauan orang tua untuk pulang ke kampung halaman.

Hal ini juga terjadi dengan anggota Duta Damai Yogyakarta yang sebagian besarnya merupakan mahasiwa/i dari luar kota. Mereka memilih pulang karena alasan keamanan pula karena semakin hari banyak warung (sebagai pusat logistik) memilih tutup (dengan alasan karena wabah dan karena semakin sedikit mahasiswa yang bertahan).

Beberapa anggota Duta Damai Yogyakarta yang bertahan di kos mulai mengeluh susah cari bahan makanan dan juga merasa tidak enak badan. Wilayah mereka mengadakan karantina wilayah. Untuk itu pengurus harian berinisiatif memberikan dukungan dan bantuan bagi anggota Duta Damai Yogyakarta yang membutuhkan karena kena dampak corona. Dukungan dan bantuan itu berupa pemberian sembako, susu, vitamin, obat-obatan dan masker. Hal ini bertujuan untuk sedikit meringankan kerepotan mereka sekaligus mendukung ketersediaaan gizi yang merupakan faktor mempertahankan imun tubuh.

Untuk saat ini memang bantuannya baru sebatas bagi anggota yang terjebak di kos. Semoga lain waktu Duta Damai Yogyakarta bisa memberi bantuan dan dukungan lebih tidak hanya ke anggotanya tapi juga masyarakat luas.

Pepatah bijak berkata, jika jauh dari keluarga inti maka keluargamu yang lain adalah tetangga dan teman-temanmu.

Semoga kasus virus corona ini segera teratasi dan semua bisa pulih semakin membaik. (min)

DUTA DAMAI BNPT REGIONAL YOGYAKARTA
Sekretariat : Jl. Solo Km 13,5 Krajan, Tirtomartani,
Kalasan, Sleman, Yogyakarta 087838287232 / 085884665899 [email protected]

Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri – DIY

WHO : Hand Sanitizer
Hand sanitizer atau pembersih tangan, salah satu fungsinya untuk mencegah diri kita terkena virus corona(covid-19). Meningkatnya kasus corona di Indonesia, membuat masyarakat Indonesia khawatir. Kekhawatiran itu terbukti dengan banyaknya orang yang berburu masker dan hand sanitizer.

Tim Duta Damai Yogyakarta mencoba untuk mendapatkan hand sanitizer ke beberapa apotek di Yogyakarta. Namun dari hasil pencarian kami, stok di apotek telah habis. Kemudian kami mencoba untuk mencari alternatif lain untuk mendapatkan hand sanitizer.

Kami menemukan cara pembuatan hand sanitizer dari WHO(World Health Organization) yang ditulis ulang oleh BPOM(Badan Pengawas Obat dan Makanan). Dan kamu bisa membuatnya sendiri dirumah. Berikut adalah alat dan bahan untuk pembuatan hand sanitizer serta cara pembuatannya.

Bahan-bahan yang harus disiapkan :
1. Etanol 96 %
2. Gliserol 98%
3. Hidrogen Peroksida 3%
4. Air steril atau Aquadest 1000ml

Alat yang harus disiapkan :
1. Gelas Ukur 1000 ml
2. Beckerr glass
3. Gelas Ukur 50 ml
4. Gelas Ukur 25 ml
5. Batang Pengaduk
6. Botol Kaca

Cara pembuatan :
1. Siapkan gelas ukur 1000 ml, kemudian masukkan 833 ml etanol 96%
2. Selanjutnya tambahkan 41,7% hidrogen peroksida 3% ke dalam gelas ukur tadi
3. Tambahkan 14,5 ml gliserol 98% menggunakan gelas ukur, pastikan gliserol tidak tertinggal dengan cara membilasnya menggunakan air dan masukkan bilasan air ke gelas ukur 1000 ml tadi
4. Masukkan air steril atau aquadest hingga volume menjadi 100 ml, kemudian aduk hingga homogen(rata)
5. Pindahkan campuran kedalam botol kaca bersih
6. Simpan selama 3 x 24 jam guna memastikan tidak ada kontaminasi organisme dari wadah botol
7. Selesai, hand sanitizer siap untuk digunakan

Jika kamu kesulitan mencari etanol 96% kamu bisa menggunakan alkohol dengan minimal kadar 70%. Namun alkohol di beberapa apotek juga sulit dicari. Tips untuk mendapatkannya, coba cari di beberapa toko sembako untuk mendapatkannya.


Sumber : BPOM( Badan Pengawas Obat dan Makanan)
WHO – Guide to Local Production
BPOM: Pembuatan hand sanitizer sendiriBPOM: Pembuatan hand sanitizer sendiri

Seminar Wawasan Kebangsaan Kolaborasi Duta Damai Yogyakarta dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Seminar Kebangsaan
Duta Damai Yogyakarta

Yogyakarta, 19 Oktober 2019
Duta Damai Yogyakarta dibentuk dengan tujuan untuk mengkampanyekan pesan-pesan damai diberbagai kesempatan dan platform. Sejak berdiri dari tahun 2016, Duta Damai Yogyakarta telah banyak menyelenggarakan berbagai acara online maupun offline. Baik acara yang diprakarsai dan dilaksanakan secara mandiri atau bekerjasama dengan pihak lain diberbagai bidang.


Pada kesempatan kali ini Duta Damai Yogyakarta mendapat kepercayaan berkolaborasi dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta untuk menggelar acara seminar kebangsaan. Sebuah acara yang digelar dengan target peserta kalangan milenial.


Seminar kebangsaan bertajuk Wawasan Kebangsaan Untuk Generasi Milenial di Era Digital ini dilaksanakan pada Sabtu, 19 Oktober 2019 di gedung Bonaventure Kampus 3 Universitas Atma Jaya dengan menghadirkan narasumber yang cukup kompeten dibidangnya masing-masing. Yaitu, Dr. H. Amir Mahmud yang merupakan Alumni Akademi Militer Afghanistan dan juga direktur Amir Mahmud Center; M. Mustafid, S. Fill selaku Koordinator Bidang Agama FKPT DIY; dan Dr. Muhammad Suaib Tahir selaku pejabat BNPT.


Acara ini dibuka oleh Dr. Bernadus Wibowo Suliantoro, M. Hum selaku koordinator mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK). Beliau dalam sambutannya mengingatkan agar generasi muda agar terus update informasi dan jangan mau ketinggalan zaman. Tidak lupa memberi penjelasan bahwa paham radikalisme terorisme bisa merasuki siapa saja tidak terkecuali mahasiswa maupun aparat negara.


Dalam seminar ini Dr. Amir Mahmud membeberkan beberapa fakta yang terjadi di Suriah dan Damaskus sebelum dan sesudah terjadi konflik. Beliau menjelaskan bahwa 85% rusaknya Suriah karena media sosial. Untuk itu beliau berpesan kepada generasi Indonesia agar jangan mau menjadikan Indonesia tercinta menjadi seperti Suriah. Maka, langkah yang perlu diambil adalah dengan selalu bijak memberikan informasi di media sosial. “Indonesia bukan negara agama namun Indonesia ini negara religius. Indonesia punya pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. “Dimana negara tidak mengusik, namun mengatur kehidupan beragama,” tutur beliau.

Kenyataannya memang Indonesia dikenal dengan negara Bhineka Tunggal Ika, meski beda namun tetap satu. Selain itu juga Indonesia sudah sejak lama dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi. Sementara konflik-konflik sosial yang terjadi selama ini (tidak hanya di Indonesia) disebabkan oleh tidak ada ikatan kuat dan adanya gesekan-gesekan yang menghadirkan kekacauan.

Kekerasan, radikalisme, terorisme adalah bentuk-bentuk kekacauan yang terjadi oleh beberapa sebab diantaranya perbadaan fisik, emosi, kebudayaan dan perilaku.


Apa yang disampaikan Dr. Amir Mahmud ini sejalan dengan yang disampaikan oleh M. Mustafid, S.Fill bahwa 4 akar dari radikalisme adalah penafsiran agama yang salah (terlalu kurang atau berlebihan), adanya politisasi pada agama, persoalan pencarian identitas dan konteks kesenjangan ekonomi, politik, hukum dll.
Menurut M. Mustafid, S. Fill tantangan kebangsaan terletak pada Globalisasi Ekonomi, Global Governance (homogenisasi budaya), Etno Nasionalisme dan Separatisme, Intoleransi Radikal Terorisme dan Identitas Jati Diri. Maka, cara untuk menghadapi tantangan tersebut bisa dilakukan dengan mengambil nilai-nilai baik dari sebuah kebudayaan, membangun komunikasi untuk menumbuhkan jati diri dan generasi milenial haruslah melakukan kontekstualisasi. “Saat ini tantangan terbesar adalah kemajuan teknologi. Era analog pindah ke ranah digital. Media sosial tidak bisa lagi dibendung. Sebagai generasi milenial hendaknya bisa berubah dari konsumen menjadi produsen,” ujar beliau.


Sementara itu Dr. Muhammad Suaib Tahir juga menjelaskan bahwa tantangan dan keresahan yang ada disuatu negara merupakan tanggung jawab semua warga bangsa. Beliau menjelaskan bahwa aksi terorisme sejatinya sudah terjadi sejak lama di benua lain. Dari hasil penelusuran beliau yang sudah lama malang-melintang ke berbagai negara dapat disimpulkan bahwa tantangan bagi negara-negara berkembang (khususnya Afrika) terletak pada falsafat negara. Beruntung Indonesia punya pancasila yang didalamnya mengandung sila-sila yang cukup ideal untuk dijalankan. Tidak lupa beliau juga mengingatkan bahwa teroris itu bukan Islam. Pula target rekrutmen para penganut paham ini adalah anak-anak muda.


Pada akhirnya acara seminar wawasan kebangsaan ini digelar dengan maksud untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dikalangan anak muda sekaligus memberi motivasi agar generasi milenial tidak acuh pada perkembangan teknologi di era industri 4.0.


Hendaknya milenial dan siapa saja lebih peduli lagi dengan apa yang diposting di media sosial dan juga agar tidak mudah terpancing oleh hal-hal yang bernarasi negatif. Selain itu, sangat baik kiranya jika generasi milenial sebagai pengguna aktif sosial media untuk menerapkan penciptaan opini di masyarakat kemudian disebarluaskan di sosial media guna perlawanan terhadap narasi yang bertolak belakang pada data faktual, yang mana biasa kita sebut sebagai Narasi Alternatif (Alternative Naratif), saran dari bapak Dr. Muhammad Suaib Tahir.