free page hit counter

Author - Moh. Rofqil Bazikh

Masa Depan Suram Ormas Keagamaan

Saya menyarankan agar semua orang kecewa tatkala salah satu ormas keagamaan tanpa berpikir panjang menerima jatah konsesi tambang. Respon (baik lisan atau tulisan) atas kenyataan tersebut merupakan sebuah keharusan. Sebab, realitas ini menunjukkan betapa buruknya masa depan ormas keagamaan. Memang benar bahwa ormas keagamaan tidak melulu membahas soal agama. Namun, tidak ada alasan juga...

Mungkinkah Menolak Politik Uang?

Saya akan memberikan posisi yang jelas bahwa tidak mudah untuk memisahkan politik dan kekuatan uang. Bukan hanya tidak mudah, mungkin mustahil untuk memisahkan keduanya. Setiap pemilihan umum apa yang nampak di hadapan kita ialah kenyataan bahwa uang menjadi penentu. Tidak sedikit calon dengan visi dan misi yang bagus ternyata harus kalah. Penyebab utamanya tentu...

GKJ Gondokusuman Upayakan Perdamaian

Menyadari bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) membawa dampak psikologis dan relasi yang kurang baik, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gondokusuman mengupayakan langkah perdamaian. Acara yang berlangsung di gedung gereja ini berjalan dengan khidmat. Para undangan yang hadir terdiri dari beragam agama. Pada kesempatan tersebut tema besarnya ialah Peran Pemuka Agama dalam Mendorong Rekonsiliasi Bangsa Pascapilpres Indonesia...

Lagi, Fatwa MUI dan Jalan Mundur Toleransi

Baru selesai ramai-ramai persoalan dengan 44 bisku, MUI kembali menyulut api. Beberapa hari lalu mereka mengeluarkan fatwa keharaman salam lintas agama dan ucapan hari raya. Sejatinya, dalam persoalan ini tidak apa-apa ada perbedaan pendapat. Namun, hal yang paling kita sayangkan ialah karena tidak adanya urgensi yang melatari fatwa tersebut. Begini, biasa dalam fatwa itu ada...

Cara Yogyakarta Peringati Hari Lahir Pancasila

Selain kota pendidikan, Yogyakarta dapat kita kategorikan ke dalam kota keragaman. Banyaknya pendatang dari luar, dengan beragam motif, memberikan kenyataan bahwa kota ini sangat majemuk. Dengan begitu, tidak berlebihan kalau kita mengatakan kota ini sebagai Indonesia mini. Bukan dalam arti negara dalam negara, melainkan kemajemukan Indonesia bis akita temukan di sini. Tepat pada Hari...

Martin van Bruinessen, Tarekat dan Islamisasi Nusantara

Bertemu Martin van Bruinessen Ada sederet nama Indonesianis di mancanegara, dari Australia hingga Belanda. Rasa-rasanya keterlaluan kalau melewatkan nama Martin van Bruinessen. Seorang antropolog berdarah Belanda yang publikasinya telah menghiasi jagat Indonesia. Barangkali bukunya yang bertajuk Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat tidak asing di telinga pengkaji Islam. Hari ini (31/05/2024) ia menjadi pembicara pada Kuliah Umum...

MUI dan Jalan Mundur Toleransi

Gegap gempita perayaan Waisak 2024 ternyata menyebabkan ketidaknyamanan di sisi lain. Ceritanya, terdapat rombongan 44 biksu yang singgah di masjid Baiturrohmah Bengkal, Temanggung. Sebagai bentuk penghargaan, pengurus masjid membolehkan mereka singgah. Tidak hanya singgah melainkan mendapat jamuan berupa makanan ringan dan minuman. Siapa sangka, bentuk ramah tamah tersebut justru mengundang atensi negatif. Sebagian orang menganggap...

ISAIs UIN Sunan Kalijaga Diskusikan Isu Minoritas di Asia Tenggara

Selasa (28 Mei 2024), Institute of Southeast Asian Islam (ISAIs) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga merayakan ulang tahun yang ke-10. ISAIs sendiri merupakan pusat studi yang mempunyai konsentrasi terhadap Islam di Asia Tenggara, termasuk isu kelompok minoritas. Sebagaimana namanya, pusat studi ini memang khusus untuk memperhatikan semua isu keislaman di Kawasan Asia Tenggara....

Radikalisme dan Segenap Kompleksitasnya

Tepat Selasa (21/05/2024) perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mengadakan bedah buku. Ini merupakan acara yang terselenggara berkat kerjasama kampus dan Badan Nasional Penanggulangan Terorsime (BNPT). Tajuk acaranya ihwal kejahatan terorisme dari sudut pandang Hak Asasi Manusia (HAM), hukum, hingga agama. Tidak luput dari menyoal radikalisme di Indonesia. Dua narasumber yang menjadi penyaji acara ini...

Pendidikan Hanya Kebutuhan Tersier, Benarkah?

Apa benar dunia pendidikan kita sedang tidak baik-baik saja? Minggu lalu, tepat sejam sebelum saya wisuda, seorang teman membuat story di media sosial. Saya ingat betul kata-katanya bahwa ia akan membuktikan untuk sukses tidak butuh titel sarjana. Mengingat ia hanya teman di media sosial dan tak akrab, saya anggap itu hanyalah sebuah kebetulan. Maksudnya...