Pemuda, Media Sosial dan Sumpah Pemuda

Pemuda, media sosial dan sumpah pemuda adalah tiga hal yang tidak bisa dianggap angin lalu. Ketiganya bisa menjadi tiang kokoh dalam menopang pondasi suatu bangsa.

Dalam rangka memeriahkan acara Hari Sumpah Pemuda tahun 2020, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Duta Damai menggelar acara seminar kebangsaan.

Seminar kebangsaan ini dihelat pada tanggal 26 Oktober 2020 di Hotel Singhasari Resort Batu, Malang, Jawa Timur. Ada tiga narasumber utama yang mengisi seminar ini yaitu, Kepala BNPT RI Komjen Pol. Boy Rafli Amar, M.H; Walikota Batu Hj. Dewanti Rumpoko, M.SI dan juga influencer sekaligus penuli Lintang Pandu Pratiwi.

Acara yang berlangsung kurang dari tiga jam ini mengangkat tema Pemuda, Media Sosial, Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda

Menurut Ibu Dewanti Rumpoko peran pemuda, para tokoh agama dan kepedulian masyarakat merupakan faktor penting dalam menjaga kestabilan sebuah wilayah. Mereka menjadi salah satu deteksi dini tentang adanya segala hal yang terjadi dalam tatanan kehidupan masyarakat. Setiap warga diperkenankan untuk mengeluarkan pendapat asal bijaksana.

Selain menghadirkan narasumber yang cakap dibidangnya, acara yang diprakarsai BNPT dan Duta Damai Jawa Timur ini juga turut mengundang Bupati Malang, Walikota Malang, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme, mahasiwa, pelajar, forum OSIS Kota Malang, santri pesantren dan element masyarakat lainnya. Lebih dari seratus undangan yang hadir secara offline di lokasi. Meski melibatkan banyak hadirin, acara ini tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Selain itu juga dihadiri juga oleh tamu lainnya lewat online zoom, antara lain perwakilan Duta Damai dari 12 provinsi di  Indonesia.

Selain seminar dalam kesempatan kali ini tuan rumah, Duta Damai Jawa Timur mengumumkan pemenang lomba mural yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan harisumpah pemuda. Juara pertama NGT Artworkers, juara dua MMF (Malang Mural Family, juara tiga Mas Mural.

Menurut Abdul Malik selaku moderator acara juga perwakilan Pusat Media Damai BNP, konsep mural yang diusung oleh Duta Damai Jatim cukup menarik. Menurutnya, perdamaian tidak hanya cukup dengan tulisan dan pesan singkat tapi juga bisa disalurkan lewat gambar mural.

baca juga cara daftar jadi anggota Duta Damai Yogyakarta

Lintang sebagai influencer sekaligus pemuda masa kini berpesan agar sebagai warganegara hendaknya untuk saling bergandengan tangan. “Pemuda harus semangat dan solid untuk menyampaikan narasi perdamaian. Indonesia adalah negara pancasila. Marilah saling bergandengan tangan untuk mendamaikan Indonesia.”

Acara ini ditutup dengan ikrar kebangsaan oleh seluruh hadirin. (Min)

Update : Info Pendaftaran Duta Damai Yogyakarta 2020

UPDATE INFO PENDAFTARAN DUTA DAMAI YOGYAKARTA⁣

Karena banyaknya antusias di menit-menit terakhir pendaftaran, maka dengan ini panitia resmi menambah waktu pendaftaran untuk jadi anggota @dutadamai.yogyakarta⁣

Silakan bagi sobat damai yang ingin mendaftar, pendaftaran gelombang II dibukan mulai 28 Oktober 2020 sampai dengan 4 November 2020.⁣

Sebelum daftar jangan lupa siapkan foto, foto identitas diri, CV, dan contoh karya.⁣

Jangan sampai terlewatkan kesempatan ini. Formulir pendaftaran silahkan klik di menu pendaftaran diatas, atau bisa klink berikut : Pendaftaran Duta Damai Yogyakarta 2020

Prambanan Jazz Festival 2020 Digelar Virtual Akhir Oktober

Tengah Co-Founder Prambanan Jazz Festival, Bakkar Wibowo. Kanan Direktur Utama Rajawali Indonesia TOvic Raharja. Kiri Ovie Ermawati
Tengah Co-Founder Prambanan Jazz Festival, Bakkar Wibowo. Kanan Direktur Utama Rajawali Indonesia, Tovic Raharja. Kiri Ovie Ermawati

Prambanan Jazz Festival 2020 (PJF) akan tetap terselenggara di Candi Prambanan pada 31 Oktober dan 1 November 2020. Namun karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda, terlebih melonjaknya angka kasus Covid-19, membuat Rajawali Indonesia selaku promotor acara ini, hanya mendapatkan izin pertunjukan secara virtual. Sebelumnya, Prambanan Jazz Festival 2020 (PJF) direncanakan digelar pada 3-5 Juli 2020 dan harus diundur karena adanya pandemic Covid-19.

Duta Damai Yogyakarta berkesempatan menghadiri acara press conference yang diadakan pada 1 Oktober 2020 di kantor Rajawali Indonesia. “Kami turut prihatin dengan terus melonjaknya angka kasus Covid-19, namun kami ingin tetap menghadirkan PJF 2020 di tengah keterbatasan. Dengan berat kami sampaikan kepada #PJFLovers jika PJF 2020 tidak akan hadir secara offline,” ujar Anas Syahrul Alimi selaku Founder Prambanan Jazz Festival.

Menurut Anas, keputusan ini adalah langkah terbaik yang bisa ditempuh pada saat ini. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada #PJFLovers dikarenakan belum bisa menggelar penghelatan secara offline.

Selain itu, Bakkar Wibowo selaku Co-Founder Prambanan Jazz Festival menyampaikan “ Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 akan digarap oleh Tompi untuk visual broadcastingnya. Seorang musisi yang akhir-akhir ini kerap menggarap film layar lebar sebagai film director atau sering didapuk menjadi video music director.”

Tulus, Fourtwnty, Isyana Sarasvati, Joko In Berlin, Pusakata dan Tompi yang akan mengisi pada hari pertama 30 Oktober 2020. Untuk hari ke dua 1 November 2020 yang akan mengisi adalah Andmesh, Ardhito Pramono, TheEverydayBand, Nadin Amizah, Pamungkas, Sinten Remen, dan Yura Yunita yang  akan menampilkan penghelatan musik bergengsi ini. Mereka akan membawakan lagu-lagu mereka dalam jazz version.

Direktur Utama Rajawali Indonesia Tovic Raharja menuturkan, untuk pertama kalinya PJF menggandeng musisi asal Yogyakarta yang tergabung dalam TheEverdayBand. Merekan mengaransemen dan membuat lirik lagu “Ke Prambanan Jazz Lagi” sebagai tema lagu.

“Ini jadi upaya untuk terus mempromosikan Yogyakarta dan sebuah harapan untuk bisa menyaksikan Prambanan Jazz kembali secara langsung nantinya,” tutur Tovic.

Pramabanan Jazz Virtual Festival 2020 tidak ada musisi atau artis dari luar negeri. Pada saat acara hanya akan ada kru yang bertugas dan musisi/artis yang akan menghadiri venue secara bergantian sesuai dengan rundown.

Standar protokol kesehatan tetap akan diterapkan dalam acara ini. Penampil dan kru akan melakukan rapid test terlebih dahulu sebelum acara dan selama pelaksanaan. Promotor memastikan protokol kesehatan tetap berjalan, seperti dengan menyiapkan hand sanitizer,  tempat cuci tangan, menggunakan masker dan face shield serta tidak berkerumun dan tetap menjaga jarak.

Duta Damai Yogyakarta Berbagi Damai
Ramadan kali ini beda dengan Ramadan sebelum-sebelumnya. Adanya Corona Virus membuat sebagian aktivitas nyaris lumpuh. Imbasnya kepada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari pengurangan karyawan, PHK, sampai gulung tikar. Sebagian yang lain banting setir ke industri lain.

Di Yogyakarta sendiri terlihat pusat perbelanjaan dan toko-toko tutup untuk sementara waktu. Aktivitas di pasa juga jalan lebih lenggang dari biasanya. Para pedagang pasar tiban Ramadan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Bahkan di beberapa titik mulai tidak ada lagi aktivitas tahunan ini. Hal ini tentu saja membuat sebagian masyarakat yang biasa menggantungkan diri dengan kegiatan ini kehilangan pendapatan.

Biasanya bulan Ramadan banyak kerjaan sambilan sekedar jualan takjil atau mendadak jadi pegawai/ kuli sementara waktu demi menambah penghasilan untuk tabungan lebaran. Sekadar uang untuk beli baju baru, beli biskuit dan bagi-bagi angpao.

Bagi-bagi takjil dan buka puasa di masjid pun sekarang dihentikan karena virus. Begitu pun bagi-bagi takjil di pinggir jalan terlihat semakin sedikit jika tidak ingin dibilang sepi. Padahal biasanya moment ini dipakai oleh saudara-saudara kita yang berlebih untuk berbagi kebaikan dan saudara-saudara yang membutuhkan memaknainya sebagai ‘perbaikan gizi’.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا


“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Sadar akan situasi ini, maka  Duta Damai Yogyakarta mengadakan aksi Duta Damai Yogyakarta #BerbagiDamai.
Aksi ini dilaksanakan pada hari Minggu, 10 Mei 2020 mulai pukul 15.00 hingga jelang buka puasa.
Berbagi damai merupakan aksi berbagi nasi kota untuk buka puasa yang diberikan oleh Duta Damai Yogyakarta dengan sasaran utamanya adalah para pemulung, tukang becak, tukang ojek online, penjual koran dan lainnya yang dirasa berhak mendapatkannya. Kegiatan amal ini sengaja mengambil rute Gejayan, Babarsari, Jl. Solo dan sekitaran Jl. Kusumanegara.

Aksi ini memang baru pertama kali dijalankan oleh Duta Damai Yogyakarta. Kedepan bahkan dalam waktu dekat akan diadakan lagi aksi serupa dengan sasaran sama namun lokasi yang berbeda. Harapannya agar bisa merata dan bisa memetakan seperti apa keadaan Yogyakarta hari ini.

Tidak menutup kemungkinan Duta Damai Yogyakarta akan membuka open donasi dan kerjasama dengan pihak-pihak lain. Apakah Anda tertarik untuk ikut serta?

Didi Kempot: Perwakilan Patah Hati

Lewat lagu-lagunya yang mewakili perasaan, Didi Kempot  kembali menjadi idola. Ia mengemas lagu-lagunya dengan ramah, yang mewakili perasaan patah hati pendengarnya.  Menariknya, dibelakang kembalinya sang idola, adalah dengan munculnya fenomena anak-anak muda yang mengidolakanya. Mereka sama-sama dipersatukan oleh patah hati kemudian merayakannya dengan mendegarkan lagu-lagu khas dari sang maestro .

Tiap kali Didi Kempot melangsungkan konser isinya adalah kalangan anak muda yang tengah ambyar, atau tengah bersedih. Sobat ambyar menjadi julukan khas dari fans sang maestro. Jika fansnya dijuluki demikian maka Didi Kempot dijuluki dengan sebutan “Godfather of Broken Heart”. Menariknya, saat tengah konser seakan lagu-lagunya menjadi luapan kesedihan mewakili nelangsanya hidup akibat ditinggal sang kekasih, banyak penonton ikut terbawa suasana. Mereka mengikuti lagu yang dinyanyikan sang maestro tak ketinggalan dengan air mata yang terus mengalir di pipi.

Kembalinya Didi Kempot seakan membawa angin segar bagi dunia campursari. Dunia permusikan ini kerap dianggap hanya dapat dinikmati oleh kalangan old. Namun, lewat lagu-lagu sang maestro campursari ternyata dapat dinikmati oleh lintas generasi. Bahkan, anak tetangga saya yang masih kecil hafal dengan lirik lagu pamer bojo. Betapa luar biasanya kekuatan dari Lord Didi.

Lagu-lagu sang maestro ini memang kental dengan kehidupan percintaan anak muda. Pesan-pesan sederhana yang terlantunkan dalam lirik lagunya seakan menjadi tanda siklus kehidupan percintaan anak muda. Seperti, mereka yang mencari tambatan hati, mereka yang diombang-ambingkan sang kekasih kemudian diterjun bebaskan. Mereka yang nelangsa karena ditinggal sang kekasih. Mereka yang tak mudah merelakan. Mereka yang menunggu kepastian. Sampai mereka pada di titik mengikhlaskan Lilo aku lilo. Semuanya ada dalam lagu-lagu sang maestro.

Luar biasanya, fans Lord Didi bukan hanya sebatas anak muda ambyar dari Jawa saja. Namun, dari luar Jawa pun juga mengidolakan sang maestro. Pernah saya melihat salah satu konsernya  di youtube, Didi Kempot menyayikan salah satu lagunya bersama anak muda Papua, luar biasa bukan. Ternyata, lirik-lirik lagunya yang kental akan Bahasa Jawa tak lantas, membuat sang maestro hanya dikenal pendengarnya dari jawa saja namun lebih dari itu. Fansnya bukan hanya lintas genarasi, namun juga lintas pulau dan bahasa. Seakan lagu-lagunya menyatukan perbedaan yang ada di negeri ini.

Dikutip dari Tirto.id kembali jayanya Didi Kempot bermula awal Juni lalu, saat itu ia tengah mengadakan konser di Taman Balekambang , Surakarta. Tak disangkanya, anak muda yang berada di barisan terdepan penonton menjadi salah satu kunci namanya kembali melambung. Sejak saat itu pembicaraan mengenai “Godfather of Broken Heart” ini ramai di lini media sosial. Banyak warganet yang berbondong-bondong membagikan penggalan lirik lagu sang maestro, yang sesuai dengan isi hati mereka. Menggambarkan nggrantes nya hati mereka. Ada yang optimis bahkan pasrah menjalani nelangsanya kehidupan percintaan mereka.

Lirik-lirik lagunya seakan memiliki kedekatan emosional dengan kisah cinta anak-anak muda masa kini. Seperti, Layang Kangen yang menggambarkan perasaan penantian kepulangan sang kekasih yang tengah menjalani long distance relationship. Suket Teki, yang lirik lagunya mencoba menggambarkan keoptimisan bahwa segala kenangan indah yang pernah tejadi bakal terulang kembali. Cidro, yang menggambarkan perasaan kecewanya seseorang ketika sang kekasih tak menepati janjinya. Sampai kisah cinta yang tragis Pamer Bojo yang menggambarkan sang mantan kekasih yang telah memiliki kekasih baru dan dipamerkan dihadapannya. Betapa ambyarnya lagu-lagu dari Lord Didi ini.

Pagi ini sang maestro telah berpulang ke rahmatullah. Tentunya menjadi pukulan pedih bagi para pendengarnya. Membuat patah hati bagi pendengarnya. Tagar Didi Kempot serta SobatAmbyarBerduka menjadi trending topic di twitter. Ucapan bela sungkawa tak henti-hentiya datang dari warganet. Meskipun sang maestro telah tiada, namun lagu-lagu ambyarnya akan tetap terkenang bagi pendengarnya. Selamat jalan Didi Kempot.

Dada..dada  sayang

Da.. Selamat jalan

Program Televisi dari Kemendikbud

Sejak diberlakukannya kebijakan belajar di rumah beberapa waktu lalu, mulai muncul berbagai kendala. Salah satunya adalah kendala akses internet, utamanya di daerah pedalaman. Solusi dari hambatan ini Kemendikbud berkerjasama dengan TVRI membuat program belajar di rumah. Sebuah program belajar via tayangan televisi yang bisa diakses oleh siapa saja di mana saja. Program televisi ini mulai siaran sejak tanggal 13 April 2020 dan dijadwalkan akan terus sampai tiga bulan ke depan.

Belajar dari rumah tersebut dilakukan dengan menayangkan tayangan edukasi.   Program belajar yang baru saja dilaksanakan itu berlaku bagi PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas/Kejuruan dan hebatnya lagi untuk orang tua dan guru.

Orang tua dan guru diberikan edukasi tentang perkembangan anak, pola asuh serta pendidikan karakter bagi anak. Untuk program-program tersebut mulai PAUD hingga orang tua dan guru dibuatkan jadwal khusus agar sistem belajarnya sistematis.

Sebelum terjadinya situasi seperti sekarang, mungkin tidak banyak lagi orang-orang yang memilih channel TVRI sebagai tontonan sehari-sehari. Bukan hanya TVRI, hampir semua program televisi mulai ditinggalkan. Zaman ini sedikit orang menonton televisi. Hal ini disebabkan salah satunya adanya gadget yang menyediakan beragam aplikasi canggih.

Maka sejak diberlakukannya program acara belajar dari rumah, televisi kembali dinyalakan secara serentak setiap hari. Terutama oleh anak sekolah dan orang tua serta guru yang harus belajar dari rumah.

Nah, salah satu tayangannya adalah animasi Sahabat Pelangi. Tayangan tersebut diperuntukan bagi anak SD kelas 1 hingga 3. Sahabat Pelangi menceritakan beberapa anak yang bersahabat yaitu Wayan, Nisa, Martha dan juga Chandra. Tampak fisik mereka terlihat memiliki perbedaan warna kulit, selain itu bahasa mereka dalam berkomunikasi pun berbeda-beda, dengan logatnya masing-masing. Ada juga lagu yang diputarkan sebelum animasi tersebut dimulai, salah satu penggalan lagunya adalah “Kita ada karena beda, beda warna satu rasa”. Seru juga, ya!

Sisi positif lainnya adalah selain belajar materi, anak sekolah diajarkan toleransi dalam animasi yang ditayangkan. Belajar dari rumah juga menjadikan orang tua bisa lebih membimbing dan mengontrol anak sambil belajar. Walaupun, ternyata masih ada keluarga yang belum punya televisi dijaman ini, punya televisi namun tidak ada channel TVRI, punya gadget namun tidak memiliki kuota. Apalagi solusi untuk mereka di situasi sekarang?

Duta Damai Yogyakarta Peduli

Duta Damai Yogyakarta Peduli

Kasus corona semakin hari mulai meluas dan jadi perbincangan di media masa (cetak/ online) baik dalam mau pun luar negeri. Telah sejak awal tahun banyak negara lain  mengambil langkah tegas untuk penanganan kasus ini. Salah satunya adalah penutupan wilayah, lockdown.

Sejak ditemukan kasus postif corona di Indonesia untuk pertama kalinya, pemerintah Indonesia mulai membuat imbauan dan kebijakan-kebijakan baru guna meminimalisir persebaran virus ini.

Kebijakan pemerintah baik pusat mau pun daerah antara lain imbauan untuk selalu jaga jarak, menghindari kerumunan, menunda aktifitas di luar jika tidak terlalu penting, tidak mudik, belajar di rumah, bekerja di rumah dan lain sebagainya. Kampus banyak meliburkan mahasiswanya dan menggantinya dengan belajar di rumah secara online. Semua ini dimaksudkan untuk meminimalkan penyebaran virus covid19.

baca juga dampak corona

Kasus positif corona memang belum ada vaksinnya. Namun seseorang yang dinyatakan positif tetap ada kemungkinan sembuh seperti sedia kala. Hal ini selain didukung fasilitas kesehatan yang mewadahi juga dipengaruhi oleh pola hidup sehat bersih, asupan makanan bergizi, gaya hidup sehat dan menjaga imun tubuh.

Dampak dari pergantian kelas offline ke online, banyak mahasiwa yang merasa tidak betah di kos. Sebagian memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan tak mengindahkan imbauan pemerintah untuk tidak mudik dulu. Namun ada sebagian yang lain memilih bertahan di kos karena merasa semuanya akan kembali membaik dalam waktu dekat. Sayangnya sampai bulan ke empat tahun 2020, kasus corona di Indonesia masih terbilang level waspada. Mahasiswa yang tadinya bertahan di kos akhirnya mengikuti kemauan orang tua untuk pulang ke kampung halaman.

Hal ini juga terjadi dengan anggota Duta Damai Yogyakarta yang sebagian besarnya merupakan mahasiwa/i dari luar kota. Mereka memilih pulang karena alasan keamanan pula karena semakin hari banyak warung (sebagai pusat logistik) memilih tutup (dengan alasan karena wabah dan karena semakin sedikit mahasiswa yang bertahan).

Beberapa anggota Duta Damai Yogyakarta yang bertahan di kos mulai mengeluh susah cari bahan makanan dan juga merasa tidak enak badan. Wilayah mereka mengadakan karantina wilayah. Untuk itu pengurus harian berinisiatif memberikan dukungan dan bantuan bagi anggota Duta Damai Yogyakarta yang membutuhkan karena kena dampak corona. Dukungan dan bantuan itu berupa pemberian sembako, susu, vitamin, obat-obatan dan masker. Hal ini bertujuan untuk sedikit meringankan kerepotan mereka sekaligus mendukung ketersediaaan gizi yang merupakan faktor mempertahankan imun tubuh.

Untuk saat ini memang bantuannya baru sebatas bagi anggota yang terjebak di kos. Semoga lain waktu Duta Damai Yogyakarta bisa memberi bantuan dan dukungan lebih tidak hanya ke anggotanya tapi juga masyarakat luas.

Pepatah bijak berkata, jika jauh dari keluarga inti maka keluargamu yang lain adalah tetangga dan teman-temanmu.

Semoga kasus virus corona ini segera teratasi dan semua bisa pulih semakin membaik. (min)

DUTA DAMAI BNPT REGIONAL YOGYAKARTA
Sekretariat : Jl. Solo Km 13,5 Krajan, Tirtomartani,
Kalasan, Sleman, Yogyakarta 087838287232 / 085884665899 [email protected]

Pentingnya Kendali Pikiran

Sumber: Hipwee

Belakangan ini pemberitaan mengenai Covid-19 memang menjadi perbincangan yang hangat di masyarakat Indonesia. Baik bersama teman, keluarga bahkan mungkin pacar, perbincangan yang dibicarakan tidak jauh dengan Covid-19. Semakin banyak informasi yang kita peroleh mengenai pemberitaan ini, menjadikan diri kita semakin panik, khawatir, cemas bahkan ketakutan. Menurut Henry Manampiring, too much information will kill you. Mungkin hal ini sesuai dengan banyaknya informasi menganai Covid-19 yang belum tentu kebenaranya, jika kita tidak pandai menyaring informasi maka dapat merugikan diri kita sendiri. Maka untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan tadi dibutuhkan kendali pada pikiran kita.

Pada bukunya yang berjudul Filosofi Teras, Henry Manampiring menuliskan bahwa dalam hidup terdapat hal-hal yang dapat kita kendalikan dan tidak dapat kita kendalikan. Hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan misalnya, opini orang lain, popularitas, bahkan kekayaan. Sedangkan, hal-hal yang dapat kita kendalikan seperti persepsi, keinginan, tujuan, dan segala sesuatu yang bersumber dari pemikiran kita. Hal ini sesuai dengan yang terjadi akhir-akhir ini banyaknya pemberitaan mengenai Covid-19 yang seringkali membuat diri was-was, ternyata dapat dikendalikan menggunakan pemikiran kita sehingga secara tidak langsung dapat mengatasi kekhawatiran mengenai pemberitaan tersebut.

Nah, mengapa kita harus menjaga pikiran agar tetap terkendali sehingga terhindar dari rasa khawatir yang berlebihan ? pasalnya, menurut penelitian terbaru menyebutkan bahwa, rasa cemas, khawatir yang berlebihan mampu menurunkan sistem imun dan menyebabkan penyakit. Sedangkan, Covid-19 sangat mudah menyerang tubuh manusia yang memiliki sistem imun rendah, sehingga dibutuhkan sistem imun yang kuat agar dapat menangkal Covid-19. Meningkatkan sistem imun dapat dilakukan dengan cara seperti, rajin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi dan makanan penunjang sistem imun, istirahat cukup serta kita juga harus dapat mengelola pikiran kita agar tetap terkendali dari rasa khawatir dan cemas yang berlebihan.

Lebih lanjut lagi, dalam buku Filosofi Teras juga menjelaskan bahwa, menurut Marcus Aurelius rasa cemas, khawatir dan emosi negatif dapat dikendalikan jika kita bisa mengendalikan interpretasi secara aktif. Dengan demikian, kita dapat menginterpretasi atau memaknai sebuah peristiwa secara rasional. Hal ini sesuai dengan banyaknya pemberitaan mengenai Covid-19 yang belum tentu kebenarannya karena banyaknya sumber yang kita terima. Kita dapat mengendalikan pemikiran kita, dengan cara memaknai secara rasional setiap informasi maupun pemberitaan yang diterima, menyaring pemberitaan dan informasi serta mencari sumber lain yang dirasa lebih kredibel.

Selain itu dalam buku ini terdapat langkah-langkah yang dapat kita terapkan ketika kita berada dipuncak rasa khawatir, cemas, sedih serta putus asa terlebih dalam menghadapi berbagai terpaan pemberitaan dan informasi mengenai Covid-19. Langkah-langkahnya disingkat S-T-A-R (Stop, Think & Asses, Respond).

  1. Stop (Berhenti), begitu merasakan khawatir, cemas yang berlebihan terhadap pemberitaan dan informasi mengenai Covid-19 dan kita menyadari bahwa hal tersebut telah menciptakan energi negatif pada tubuh maka secara sadar kita harus berhenti.
  2. Think & Asses (dipikirkan dan dinilai), setelah menghentingkan proses emosi sejenak, kita ajak pikiran kita untuk aktif berpikir kembali. Kita paksa pikiran kita untuk berpikir secara rasional sehingga dapat mengalihkan perasaan khawatir dan cemas yang berlebihan tadi. Kemudian melakukan penilian, dengan cara mempertanyakan pada diri apakah dalam melakukan pemaknaan pada pemberitaan dan informasi mengenai Covid-19 telalu memisahkan fakta objektif dari diri kita sendiri ?
  3. Respond (Respon), langkah terakhir adalah memikirkan respon atau tindakan yang tepat. Dalam pengambilan tindakan harus didasarkan pada pemikiran yang rasional sehingga tercipta tindakan yang bijak, baik serta tidak merugikan diri sendiri serta orang lain.

Selain pencegahan penularan Covid-19 melalui tindakan preventif, terdapat juga cara pencegahan melalui pengendalian pikiran terhadap banyak pemberitaan dan informasi mengenai Covid-19, sehingga pikiran kita dapat terkendali tetap waras di tengah pemberitaan dan informasi tersebut. Singkatnya Stay Safe and Healthy Everyone.

Kenapa harus 14 hari dirumah? Baiknya ngapain ya selama dirumah?

source: miranda marquit due.com

Beberapa Sekolah, Universitas dan tempat kerja telah banyak yang dihimbau untuk melakukan social distancing, dan mengurangi kegiatan serta melakukan beberapa tugas/pekerjaan via online. Beberapa Universitas, pun tempat kerja memang telah banyak menerapkan sistem kuliah/kerja dan rapat online, sehingga tidak begitu pusing dengan adanya himbauan ini. Hanya saja, untuk kegiatan yang mengharuskan tatap muka, benar-benar harus dikurangi, kecuali bersifat sangat penting.

Kebanyakan himbauan yang diedarkan adalah siswa, mahasiswa, juga pekerja di liburkan selama 14 hari. Namun, dengan adanya libur tersebut, beberapa orang malah menjadikannya kesempatan untuk pergi piknik, bahkan mudik. Memang, supaya tetap sehat kita pun butuh refreshing seperti piknik atau bertemu orang tersayang, tetapi ini bukan saatnya. Loh kok gitu? Kenapa harus ada libur dong?

            Kenapa harus 14 hari dirumah, mengisolasi diri? Kenapa sepenting itu dan haruskah dilakukan? Jawabannya, YA, Sebisa mungkin dilakukan, karena….

            Dengan dirumah selama 14 hari ternyata dapat menghentikan laju penularan COVID-19. 14 hari adalah waktu minimal yang dibutuhkan untuk mengetahui aman atau tidaknya seseorang dari infeksi virus corona. Dalam kasus begini, saat seseorang tidak sengaja dan tanpa sadar melakukan kontak fisik terhadap apapun yang bisa menginfeksi dirinya dari virus corona, maka dibutuhkan waktu 14 hari untuk menunggu (dirumah), jika tidak terjadi apa-apa maka orang tersebut aman. Namun, jika ternyata orang tersebut terinfeksi dan tetap kesana-kesini padahal sudah dihimbau untuk mengurangi kegiatan, bisa saja dia menularkan kepada orang lain, dan rantai penularan semakin meluas.

            14 hari libur dilakukan untuk memotong rantai penularan, hal ini dilakukan dengan harapan dapat meminimalisir laju bahkan menghentikan serta menyelamatkan ribuan orang. Tetapi, hanya akan berhasil apabila semua orang tetap tinggal dirumah masing-masing selama 14 hari libur itu. (dr. Reisa Broto Asmoro)

            Nah, agar 14 hari dirumah tidak bosan nih beberapa tips yang baik dilakukan :

  1. Membersihkan rumah, waktu yang cukup lama berada dirumah sebaiknya dilakukan dengan membersihkan rumah agar diri kita juga lebih sehat.
  2. Merawat diri, nih bagi yang biasanya sibuk bepergian untuk kegiatan diluar, waktu libur ini adalah waktu yang tepat untuk merawat diri kalian.
  3. Belajar memasak makanan sendiri, karena setiap hari beli makanan diluar atau bahkan go-food/grab food, dengan adanya libur ini kalian bisa loh mengkreasikan makanan sehat ala kalian.
  4. Berkarya/melakukan hobi, yang suka membuat komik, melukis, bermain alat musik dan lain-lain, saat inilah waktu yang pas untuk kalian melakukan menggali potensi atau hobi kalian.
  5. Bekerja atau doing homework, selain melakukan me-time ala kalian masing-masing, pekerjaan ataupun tugas tetap dikerjakan ya, karena libur bukan berarti bermalas-malasan.

Singkatnya, marilah kita semua mendoakan dunia agar segera pulih, stay safe, stay healthy!