Duta Damai Yogyakarta Berbagi Damai
Ramadan kali ini beda dengan Ramadan sebelum-sebelumnya. Adanya Corona Virus membuat sebagian aktivitas nyaris lumpuh. Imbasnya kepada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari pengurangan karyawan, PHK, sampai gulung tikar. Sebagian yang lain banting setir ke industri lain.

Di Yogyakarta sendiri terlihat pusat perbelanjaan dan toko-toko tutup untuk sementara waktu. Aktivitas di pasa juga jalan lebih lenggang dari biasanya. Para pedagang pasar tiban Ramadan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Bahkan di beberapa titik mulai tidak ada lagi aktivitas tahunan ini. Hal ini tentu saja membuat sebagian masyarakat yang biasa menggantungkan diri dengan kegiatan ini kehilangan pendapatan.

Biasanya bulan Ramadan banyak kerjaan sambilan sekedar jualan takjil atau mendadak jadi pegawai/ kuli sementara waktu demi menambah penghasilan untuk tabungan lebaran. Sekadar uang untuk beli baju baru, beli biskuit dan bagi-bagi angpao.

Bagi-bagi takjil dan buka puasa di masjid pun sekarang dihentikan karena virus. Begitu pun bagi-bagi takjil di pinggir jalan terlihat semakin sedikit jika tidak ingin dibilang sepi. Padahal biasanya moment ini dipakai oleh saudara-saudara kita yang berlebih untuk berbagi kebaikan dan saudara-saudara yang membutuhkan memaknainya sebagai ‘perbaikan gizi’.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا


“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Sadar akan situasi ini, maka  Duta Damai Yogyakarta mengadakan aksi Duta Damai Yogyakarta #BerbagiDamai.
Aksi ini dilaksanakan pada hari Minggu, 10 Mei 2020 mulai pukul 15.00 hingga jelang buka puasa.
Berbagi damai merupakan aksi berbagi nasi kota untuk buka puasa yang diberikan oleh Duta Damai Yogyakarta dengan sasaran utamanya adalah para pemulung, tukang becak, tukang ojek online, penjual koran dan lainnya yang dirasa berhak mendapatkannya. Kegiatan amal ini sengaja mengambil rute Gejayan, Babarsari, Jl. Solo dan sekitaran Jl. Kusumanegara.

Aksi ini memang baru pertama kali dijalankan oleh Duta Damai Yogyakarta. Kedepan bahkan dalam waktu dekat akan diadakan lagi aksi serupa dengan sasaran sama namun lokasi yang berbeda. Harapannya agar bisa merata dan bisa memetakan seperti apa keadaan Yogyakarta hari ini.

Tidak menutup kemungkinan Duta Damai Yogyakarta akan membuka open donasi dan kerjasama dengan pihak-pihak lain. Apakah Anda tertarik untuk ikut serta?

Didi Kempot: Perwakilan Patah Hati

Lewat lagu-lagunya yang mewakili perasaan, Didi Kempot  kembali menjadi idola. Ia mengemas lagu-lagunya dengan ramah, yang mewakili perasaan patah hati pendengarnya.  Menariknya, dibelakang kembalinya sang idola, adalah dengan munculnya fenomena anak-anak muda yang mengidolakanya. Mereka sama-sama dipersatukan oleh patah hati kemudian merayakannya dengan mendegarkan lagu-lagu khas dari sang maestro .

Tiap kali Didi Kempot melangsungkan konser isinya adalah kalangan anak muda yang tengah ambyar, atau tengah bersedih. Sobat ambyar menjadi julukan khas dari fans sang maestro. Jika fansnya dijuluki demikian maka Didi Kempot dijuluki dengan sebutan “Godfather of Broken Heart”. Menariknya, saat tengah konser seakan lagu-lagunya menjadi luapan kesedihan mewakili nelangsanya hidup akibat ditinggal sang kekasih, banyak penonton ikut terbawa suasana. Mereka mengikuti lagu yang dinyanyikan sang maestro tak ketinggalan dengan air mata yang terus mengalir di pipi.

Kembalinya Didi Kempot seakan membawa angin segar bagi dunia campursari. Dunia permusikan ini kerap dianggap hanya dapat dinikmati oleh kalangan old. Namun, lewat lagu-lagu sang maestro campursari ternyata dapat dinikmati oleh lintas generasi. Bahkan, anak tetangga saya yang masih kecil hafal dengan lirik lagu pamer bojo. Betapa luar biasanya kekuatan dari Lord Didi.

Lagu-lagu sang maestro ini memang kental dengan kehidupan percintaan anak muda. Pesan-pesan sederhana yang terlantunkan dalam lirik lagunya seakan menjadi tanda siklus kehidupan percintaan anak muda. Seperti, mereka yang mencari tambatan hati, mereka yang diombang-ambingkan sang kekasih kemudian diterjun bebaskan. Mereka yang nelangsa karena ditinggal sang kekasih. Mereka yang tak mudah merelakan. Mereka yang menunggu kepastian. Sampai mereka pada di titik mengikhlaskan Lilo aku lilo. Semuanya ada dalam lagu-lagu sang maestro.

Luar biasanya, fans Lord Didi bukan hanya sebatas anak muda ambyar dari Jawa saja. Namun, dari luar Jawa pun juga mengidolakan sang maestro. Pernah saya melihat salah satu konsernya  di youtube, Didi Kempot menyayikan salah satu lagunya bersama anak muda Papua, luar biasa bukan. Ternyata, lirik-lirik lagunya yang kental akan Bahasa Jawa tak lantas, membuat sang maestro hanya dikenal pendengarnya dari jawa saja namun lebih dari itu. Fansnya bukan hanya lintas genarasi, namun juga lintas pulau dan bahasa. Seakan lagu-lagunya menyatukan perbedaan yang ada di negeri ini.

Dikutip dari Tirto.id kembali jayanya Didi Kempot bermula awal Juni lalu, saat itu ia tengah mengadakan konser di Taman Balekambang , Surakarta. Tak disangkanya, anak muda yang berada di barisan terdepan penonton menjadi salah satu kunci namanya kembali melambung. Sejak saat itu pembicaraan mengenai “Godfather of Broken Heart” ini ramai di lini media sosial. Banyak warganet yang berbondong-bondong membagikan penggalan lirik lagu sang maestro, yang sesuai dengan isi hati mereka. Menggambarkan nggrantes nya hati mereka. Ada yang optimis bahkan pasrah menjalani nelangsanya kehidupan percintaan mereka.

Lirik-lirik lagunya seakan memiliki kedekatan emosional dengan kisah cinta anak-anak muda masa kini. Seperti, Layang Kangen yang menggambarkan perasaan penantian kepulangan sang kekasih yang tengah menjalani long distance relationship. Suket Teki, yang lirik lagunya mencoba menggambarkan keoptimisan bahwa segala kenangan indah yang pernah tejadi bakal terulang kembali. Cidro, yang menggambarkan perasaan kecewanya seseorang ketika sang kekasih tak menepati janjinya. Sampai kisah cinta yang tragis Pamer Bojo yang menggambarkan sang mantan kekasih yang telah memiliki kekasih baru dan dipamerkan dihadapannya. Betapa ambyarnya lagu-lagu dari Lord Didi ini.

Pagi ini sang maestro telah berpulang ke rahmatullah. Tentunya menjadi pukulan pedih bagi para pendengarnya. Membuat patah hati bagi pendengarnya. Tagar Didi Kempot serta SobatAmbyarBerduka menjadi trending topic di twitter. Ucapan bela sungkawa tak henti-hentiya datang dari warganet. Meskipun sang maestro telah tiada, namun lagu-lagu ambyarnya akan tetap terkenang bagi pendengarnya. Selamat jalan Didi Kempot.

Dada..dada  sayang

Da.. Selamat jalan

Program Televisi dari Kemendikbud

Sejak diberlakukannya kebijakan belajar di rumah beberapa waktu lalu, mulai muncul berbagai kendala. Salah satunya adalah kendala akses internet, utamanya di daerah pedalaman. Solusi dari hambatan ini Kemendikbud berkerjasama dengan TVRI membuat program belajar di rumah. Sebuah program belajar via tayangan televisi yang bisa diakses oleh siapa saja di mana saja. Program televisi ini mulai siaran sejak tanggal 13 April 2020 dan dijadwalkan akan terus sampai tiga bulan ke depan.

Belajar dari rumah tersebut dilakukan dengan menayangkan tayangan edukasi.   Program belajar yang baru saja dilaksanakan itu berlaku bagi PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas/Kejuruan dan hebatnya lagi untuk orang tua dan guru.

Orang tua dan guru diberikan edukasi tentang perkembangan anak, pola asuh serta pendidikan karakter bagi anak. Untuk program-program tersebut mulai PAUD hingga orang tua dan guru dibuatkan jadwal khusus agar sistem belajarnya sistematis.

Sebelum terjadinya situasi seperti sekarang, mungkin tidak banyak lagi orang-orang yang memilih channel TVRI sebagai tontonan sehari-sehari. Bukan hanya TVRI, hampir semua program televisi mulai ditinggalkan. Zaman ini sedikit orang menonton televisi. Hal ini disebabkan salah satunya adanya gadget yang menyediakan beragam aplikasi canggih.

Maka sejak diberlakukannya program acara belajar dari rumah, televisi kembali dinyalakan secara serentak setiap hari. Terutama oleh anak sekolah dan orang tua serta guru yang harus belajar dari rumah.

Nah, salah satu tayangannya adalah animasi Sahabat Pelangi. Tayangan tersebut diperuntukan bagi anak SD kelas 1 hingga 3. Sahabat Pelangi menceritakan beberapa anak yang bersahabat yaitu Wayan, Nisa, Martha dan juga Chandra. Tampak fisik mereka terlihat memiliki perbedaan warna kulit, selain itu bahasa mereka dalam berkomunikasi pun berbeda-beda, dengan logatnya masing-masing. Ada juga lagu yang diputarkan sebelum animasi tersebut dimulai, salah satu penggalan lagunya adalah “Kita ada karena beda, beda warna satu rasa”. Seru juga, ya!

Sisi positif lainnya adalah selain belajar materi, anak sekolah diajarkan toleransi dalam animasi yang ditayangkan. Belajar dari rumah juga menjadikan orang tua bisa lebih membimbing dan mengontrol anak sambil belajar. Walaupun, ternyata masih ada keluarga yang belum punya televisi dijaman ini, punya televisi namun tidak ada channel TVRI, punya gadget namun tidak memiliki kuota. Apalagi solusi untuk mereka di situasi sekarang?

Duta Damai Yogyakarta Peduli

Duta Damai Yogyakarta Peduli

Kasus corona semakin hari mulai meluas dan jadi perbincangan di media masa (cetak/ online) baik dalam mau pun luar negeri. Telah sejak awal tahun banyak negara lain  mengambil langkah tegas untuk penanganan kasus ini. Salah satunya adalah penutupan wilayah, lockdown.

Sejak ditemukan kasus postif corona di Indonesia untuk pertama kalinya, pemerintah Indonesia mulai membuat imbauan dan kebijakan-kebijakan baru guna meminimalisir persebaran virus ini.

Kebijakan pemerintah baik pusat mau pun daerah antara lain imbauan untuk selalu jaga jarak, menghindari kerumunan, menunda aktifitas di luar jika tidak terlalu penting, tidak mudik, belajar di rumah, bekerja di rumah dan lain sebagainya. Kampus banyak meliburkan mahasiswanya dan menggantinya dengan belajar di rumah secara online. Semua ini dimaksudkan untuk meminimalkan penyebaran virus covid19.

baca juga dampak corona

Kasus positif corona memang belum ada vaksinnya. Namun seseorang yang dinyatakan positif tetap ada kemungkinan sembuh seperti sedia kala. Hal ini selain didukung fasilitas kesehatan yang mewadahi juga dipengaruhi oleh pola hidup sehat bersih, asupan makanan bergizi, gaya hidup sehat dan menjaga imun tubuh.

Dampak dari pergantian kelas offline ke online, banyak mahasiwa yang merasa tidak betah di kos. Sebagian memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan tak mengindahkan imbauan pemerintah untuk tidak mudik dulu. Namun ada sebagian yang lain memilih bertahan di kos karena merasa semuanya akan kembali membaik dalam waktu dekat. Sayangnya sampai bulan ke empat tahun 2020, kasus corona di Indonesia masih terbilang level waspada. Mahasiswa yang tadinya bertahan di kos akhirnya mengikuti kemauan orang tua untuk pulang ke kampung halaman.

Hal ini juga terjadi dengan anggota Duta Damai Yogyakarta yang sebagian besarnya merupakan mahasiwa/i dari luar kota. Mereka memilih pulang karena alasan keamanan pula karena semakin hari banyak warung (sebagai pusat logistik) memilih tutup (dengan alasan karena wabah dan karena semakin sedikit mahasiswa yang bertahan).

Beberapa anggota Duta Damai Yogyakarta yang bertahan di kos mulai mengeluh susah cari bahan makanan dan juga merasa tidak enak badan. Wilayah mereka mengadakan karantina wilayah. Untuk itu pengurus harian berinisiatif memberikan dukungan dan bantuan bagi anggota Duta Damai Yogyakarta yang membutuhkan karena kena dampak corona. Dukungan dan bantuan itu berupa pemberian sembako, susu, vitamin, obat-obatan dan masker. Hal ini bertujuan untuk sedikit meringankan kerepotan mereka sekaligus mendukung ketersediaaan gizi yang merupakan faktor mempertahankan imun tubuh.

Untuk saat ini memang bantuannya baru sebatas bagi anggota yang terjebak di kos. Semoga lain waktu Duta Damai Yogyakarta bisa memberi bantuan dan dukungan lebih tidak hanya ke anggotanya tapi juga masyarakat luas.

Pepatah bijak berkata, jika jauh dari keluarga inti maka keluargamu yang lain adalah tetangga dan teman-temanmu.

Semoga kasus virus corona ini segera teratasi dan semua bisa pulih semakin membaik. (min)

DUTA DAMAI BNPT REGIONAL YOGYAKARTA
Sekretariat : Jl. Solo Km 13,5 Krajan, Tirtomartani,
Kalasan, Sleman, Yogyakarta 087838287232 / 085884665899 [email protected]

Pentingnya Kendali Pikiran

Sumber: Hipwee

Belakangan ini pemberitaan mengenai Covid-19 memang menjadi perbincangan yang hangat di masyarakat Indonesia. Baik bersama teman, keluarga bahkan mungkin pacar, perbincangan yang dibicarakan tidak jauh dengan Covid-19. Semakin banyak informasi yang kita peroleh mengenai pemberitaan ini, menjadikan diri kita semakin panik, khawatir, cemas bahkan ketakutan. Menurut Henry Manampiring, too much information will kill you. Mungkin hal ini sesuai dengan banyaknya informasi menganai Covid-19 yang belum tentu kebenaranya, jika kita tidak pandai menyaring informasi maka dapat merugikan diri kita sendiri. Maka untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan tadi dibutuhkan kendali pada pikiran kita.

Pada bukunya yang berjudul Filosofi Teras, Henry Manampiring menuliskan bahwa dalam hidup terdapat hal-hal yang dapat kita kendalikan dan tidak dapat kita kendalikan. Hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan misalnya, opini orang lain, popularitas, bahkan kekayaan. Sedangkan, hal-hal yang dapat kita kendalikan seperti persepsi, keinginan, tujuan, dan segala sesuatu yang bersumber dari pemikiran kita. Hal ini sesuai dengan yang terjadi akhir-akhir ini banyaknya pemberitaan mengenai Covid-19 yang seringkali membuat diri was-was, ternyata dapat dikendalikan menggunakan pemikiran kita sehingga secara tidak langsung dapat mengatasi kekhawatiran mengenai pemberitaan tersebut.

Nah, mengapa kita harus menjaga pikiran agar tetap terkendali sehingga terhindar dari rasa khawatir yang berlebihan ? pasalnya, menurut penelitian terbaru menyebutkan bahwa, rasa cemas, khawatir yang berlebihan mampu menurunkan sistem imun dan menyebabkan penyakit. Sedangkan, Covid-19 sangat mudah menyerang tubuh manusia yang memiliki sistem imun rendah, sehingga dibutuhkan sistem imun yang kuat agar dapat menangkal Covid-19. Meningkatkan sistem imun dapat dilakukan dengan cara seperti, rajin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi dan makanan penunjang sistem imun, istirahat cukup serta kita juga harus dapat mengelola pikiran kita agar tetap terkendali dari rasa khawatir dan cemas yang berlebihan.

Lebih lanjut lagi, dalam buku Filosofi Teras juga menjelaskan bahwa, menurut Marcus Aurelius rasa cemas, khawatir dan emosi negatif dapat dikendalikan jika kita bisa mengendalikan interpretasi secara aktif. Dengan demikian, kita dapat menginterpretasi atau memaknai sebuah peristiwa secara rasional. Hal ini sesuai dengan banyaknya pemberitaan mengenai Covid-19 yang belum tentu kebenarannya karena banyaknya sumber yang kita terima. Kita dapat mengendalikan pemikiran kita, dengan cara memaknai secara rasional setiap informasi maupun pemberitaan yang diterima, menyaring pemberitaan dan informasi serta mencari sumber lain yang dirasa lebih kredibel.

Selain itu dalam buku ini terdapat langkah-langkah yang dapat kita terapkan ketika kita berada dipuncak rasa khawatir, cemas, sedih serta putus asa terlebih dalam menghadapi berbagai terpaan pemberitaan dan informasi mengenai Covid-19. Langkah-langkahnya disingkat S-T-A-R (Stop, Think & Asses, Respond).

  1. Stop (Berhenti), begitu merasakan khawatir, cemas yang berlebihan terhadap pemberitaan dan informasi mengenai Covid-19 dan kita menyadari bahwa hal tersebut telah menciptakan energi negatif pada tubuh maka secara sadar kita harus berhenti.
  2. Think & Asses (dipikirkan dan dinilai), setelah menghentingkan proses emosi sejenak, kita ajak pikiran kita untuk aktif berpikir kembali. Kita paksa pikiran kita untuk berpikir secara rasional sehingga dapat mengalihkan perasaan khawatir dan cemas yang berlebihan tadi. Kemudian melakukan penilian, dengan cara mempertanyakan pada diri apakah dalam melakukan pemaknaan pada pemberitaan dan informasi mengenai Covid-19 telalu memisahkan fakta objektif dari diri kita sendiri ?
  3. Respond (Respon), langkah terakhir adalah memikirkan respon atau tindakan yang tepat. Dalam pengambilan tindakan harus didasarkan pada pemikiran yang rasional sehingga tercipta tindakan yang bijak, baik serta tidak merugikan diri sendiri serta orang lain.

Selain pencegahan penularan Covid-19 melalui tindakan preventif, terdapat juga cara pencegahan melalui pengendalian pikiran terhadap banyak pemberitaan dan informasi mengenai Covid-19, sehingga pikiran kita dapat terkendali tetap waras di tengah pemberitaan dan informasi tersebut. Singkatnya Stay Safe and Healthy Everyone.

Kenapa harus 14 hari dirumah? Baiknya ngapain ya selama dirumah?

source: miranda marquit due.com

Beberapa Sekolah, Universitas dan tempat kerja telah banyak yang dihimbau untuk melakukan social distancing, dan mengurangi kegiatan serta melakukan beberapa tugas/pekerjaan via online. Beberapa Universitas, pun tempat kerja memang telah banyak menerapkan sistem kuliah/kerja dan rapat online, sehingga tidak begitu pusing dengan adanya himbauan ini. Hanya saja, untuk kegiatan yang mengharuskan tatap muka, benar-benar harus dikurangi, kecuali bersifat sangat penting.

Kebanyakan himbauan yang diedarkan adalah siswa, mahasiswa, juga pekerja di liburkan selama 14 hari. Namun, dengan adanya libur tersebut, beberapa orang malah menjadikannya kesempatan untuk pergi piknik, bahkan mudik. Memang, supaya tetap sehat kita pun butuh refreshing seperti piknik atau bertemu orang tersayang, tetapi ini bukan saatnya. Loh kok gitu? Kenapa harus ada libur dong?

            Kenapa harus 14 hari dirumah, mengisolasi diri? Kenapa sepenting itu dan haruskah dilakukan? Jawabannya, YA, Sebisa mungkin dilakukan, karena….

            Dengan dirumah selama 14 hari ternyata dapat menghentikan laju penularan COVID-19. 14 hari adalah waktu minimal yang dibutuhkan untuk mengetahui aman atau tidaknya seseorang dari infeksi virus corona. Dalam kasus begini, saat seseorang tidak sengaja dan tanpa sadar melakukan kontak fisik terhadap apapun yang bisa menginfeksi dirinya dari virus corona, maka dibutuhkan waktu 14 hari untuk menunggu (dirumah), jika tidak terjadi apa-apa maka orang tersebut aman. Namun, jika ternyata orang tersebut terinfeksi dan tetap kesana-kesini padahal sudah dihimbau untuk mengurangi kegiatan, bisa saja dia menularkan kepada orang lain, dan rantai penularan semakin meluas.

            14 hari libur dilakukan untuk memotong rantai penularan, hal ini dilakukan dengan harapan dapat meminimalisir laju bahkan menghentikan serta menyelamatkan ribuan orang. Tetapi, hanya akan berhasil apabila semua orang tetap tinggal dirumah masing-masing selama 14 hari libur itu. (dr. Reisa Broto Asmoro)

            Nah, agar 14 hari dirumah tidak bosan nih beberapa tips yang baik dilakukan :

  1. Membersihkan rumah, waktu yang cukup lama berada dirumah sebaiknya dilakukan dengan membersihkan rumah agar diri kita juga lebih sehat.
  2. Merawat diri, nih bagi yang biasanya sibuk bepergian untuk kegiatan diluar, waktu libur ini adalah waktu yang tepat untuk merawat diri kalian.
  3. Belajar memasak makanan sendiri, karena setiap hari beli makanan diluar atau bahkan go-food/grab food, dengan adanya libur ini kalian bisa loh mengkreasikan makanan sehat ala kalian.
  4. Berkarya/melakukan hobi, yang suka membuat komik, melukis, bermain alat musik dan lain-lain, saat inilah waktu yang pas untuk kalian melakukan menggali potensi atau hobi kalian.
  5. Bekerja atau doing homework, selain melakukan me-time ala kalian masing-masing, pekerjaan ataupun tugas tetap dikerjakan ya, karena libur bukan berarti bermalas-malasan.

Singkatnya, marilah kita semua mendoakan dunia agar segera pulih, stay safe, stay healthy!

Panduan Menyayangi Orang Tua Saat Corona Mulai Menyebar

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan rasa sayang terhadap seseorang. Mengisolasi diri sendiri adalah salah satu di antaranya.

Corona menjadi buah bibir yang sedang hangat dibicarakan oleh semua orang di seluruh dunia hari ini. Sebagai sebuah virus yang ditakuti karena gejalanya yang nampak sama dengan demam biasa, corona hadir sebagai mimpi buruk dari para kapitalis. Meski di sisi lain ia menjadi angin segar bagi orang-orang yang peduli lingkungan, sebab nyatanya, mau tidak mau harus diakui bahwa corona berhasil membuat banyak orang mendekam di rumah dan tidak memenuhi jalan dengan kendaraan yang menghasilkan polusi tiap saat. Sehingga jika kamu sadar, sekarang di beberapa kota besar kamu sudah bisa melihat langit bersih pada pukul 1 siang. Hal yang tentu mustahil untuk kamu temukan pada hari-hari biasa.

Tapi benar-benar luar biasa corona ini. Selain banyaknya perusahaan yang telah menghimbau karyawannya untuk bekerja remote dari rumah masing-masing, insititusi pendidikan juga dibuat kelabakan. Mereka terpaksa mengeluarkan surat keputusan yang terburu-buru—meminta mahasiswanya libur dua minggu hingga satu semester penuh, mengerjakan tugas secara online, bahkan menyuruh untuk pulang ke rumah orang tua masing-masing. Masalah baru timbul ketika mahasiswa yang kebanyakan berkuliah di kota-kota besar, kota yang telah ditemukan pasien positif corona, benar-benar mengikuti anjuran kampus untuk pulang. Berpindah dari kota menuju ke daerah yang mungkin hanya ada puskesmas atau rumah sakit kecil dengan alat yang tidak memadai untuk mengidentifikasi corona.

Coba kamu pikir sejenak. Penanganan corona di kota-kota besar saja sudah ngos-ngosan, apalagi jika ia masuk ke daerah-daerah, seperti Wajo di Sulawesi Selatan atau Desa Tulang di Kabupaten Karimun Kepulauan Riau yang menghabiskan waktu cukup lama untuk sampai ke kota besar saat ada masyarakatnya yang menunjukkan gejala corona. Imbauan beberapa kampus yang menyuruh mahasiswanya pulang akan berbahaya sekali bagi orang-orang di daerah, bagi para anggota keluarga mahasiswa ini, bagi masyarakat sekitar. Mengingat orang yang berusia tua plus memiliki imun yang lemah adalah mereka yang paling rentan untuk terjangkit virus corona, sebab pernapasan merekalah yang diserang. Jadi orang tua yang memenuhi syarat di atas akan semakin berpotensi, dan tentu ini menjadi hal yang miris ketika yang menularkan adalah anaknya sendiri.

Jadi jika kamu adalah mahasiswa yang merasa ini menjadi waktu yang tepat untuk pulang ke rumah, menyaksikan senyum orang tua yang hangat, serta memakan semua makanan yang lezat, sebab kampus libur, maka tolong pertimbangkan lagi. Kamu tidak tahu apakah orang yang kamu temui di kafe, warkop, atau burjo beberapa hari yang lalu benar-benar sehat dan terbebas dari virus corona ini. Kamu tidak tahu apakah orang yang kamu jabat kemarin rajin mencuci tangannya sebelum memegang daerah wajah. Karena kamu serba tidak tahu, maka langkah terbaik yang bisa kamu ambil adalah dengan mengisolasi dirimu sendiri di rumah, kontrakan, atau kosan. Jangan pulang, jangan temui orang tuamu, jangan buat mereka berpotensi tertular apapun yang bisa kamu bawa ke rumah.

Cara semacam itu setidaknya bisa menunjukkan rasa kasih sayangmu pada mereka. Rasa kasih sayang tidak melulu harus bertemu langsung, bukan? Nah, di sinilah kamu menunjukkan baktimu sebagai anak. Setidaknya jika kamu tidak suka dengan konsep anak sebagai investasi orang tua, kamu masih bisa melihat orang tuamu sebagai entitas manusia yang berhak sehat tanpa terpapar virus apapun dari orang di sekitarnya. Sementara itu, kamu sendiri dapat memulai langkah awal untuk menjaga kesehatan dengan membatalkan kegiatan-kegiatan yang tidak perlu di ruang-ruang publik atau di mana pun yang mengharuskanmu bertemu dengan banyak orang. Jika bisa, masaklah makananmu sendiri. Hindari membeli makanan dari warung yang memajang sayur dan lauknya secara terbuka. Cucilah alat makan di dapur kosanmu sebelum digunakan. Jangan lupa untuk rajin mencuci tangan dengan sabun setidaknya 20 detik, memakai masker saat sedang flu, dan ayolah jangan sentuh lagi daerah wajahmu dengan tangan telanjang. Selain bisa mempercepat penularan corona, kamu pun bisa jerawatan!

Jadi mari kita sama-sama menjaga diri mulai hari ini. Biarkan saja orang-orang mengatakan kita sombong karena tidak mau lagi cipika-cipiki dan bersalaman. Biarkan saja orang-orang mengatakan kita lebih takut virus dibanding Tuhan karena tidak mau lagi datang ke tempat ibadah. Sungguh mereka tidak tahu dan mungkin saja tidak peduli pada apa yang harus kita hadapi bila positf corona, hanya karena lebih mementingkan omongan orang dibanding kesehatan sendiri.

Virus Corona; Waspada Wajib, Panik Jangan

Akhir-akhir ini dunia dibikin heboh dengan munculnya virus corona yang penyebarannya sangat cepat. Penyakit corona sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus baru yang sebelumnya tidak teridentifikasi terhadap manusia. Virus corona atau biasa disebut dengan Covid-19 bisa menyerang siapa saja, baik itu bayi, anak-anak, dewasa, lansia, bahkan ibu menyusui sekalipun. penyebarannya yang begitu cepat, wajib untuk diwaspadai, tetapi jangan sampai panik.

Virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019 ini biasanya menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, bahkan menyebabkan kematian terhadap korbannya. Virus ini pada mulanya hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Tetapi seiring berjalannya waktu, virus ini juga dapat menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti Middle East Respiratory Syndrom (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Penyebaran covid-19 sangat masif, dalam jangka waktu yang relatif singkat, mengutip dari CNN Indonesia, hingga kamis 12 Maret 2020 yang terinfeksi sudah tercatat sebanyak 126.061 yang tersebar di 118 negara. Melalui situs penghitungan Worldodometers , sekitar 67.064 orang dinyatakan sembuh dan 4.616 meninggal dunia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan status covid-19 ini menjadi pandemi, karena penyebarannya yang sangat cepat.  Di Indonesia sendiri, dilansir dari infeksiemerging.kemenkes.go.id jumlah yang diperiksa mencapai 1.198 dengan yang positif sejumlah 69 orang, dan yang meninggal berjumlah 4 orang.

Secara keseluruhan, ada 3 gejala umum yang menandakan bahwa seseorang terinfeksi virus corona, yaitu:

  • Demam
  • Batuk
  • Sesak nafas

Pada awal kemunculannya, covid-19 diduga disebarkan melalui hewan ke manusia, tetapi seiring berjalannya waktu berubah menjadi manusia ke manusia. Ada beberapa penyebab yang membuat seseorang terkena virus ini, yaitu:

  • Menghirup atau terkena percikan ludah bersin dari seseorang yang terkena covid-19
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah bersentuhan dengan korban covid-19
  • Melakukan kontak fisik dengan korban covid-19

Hingga saat ini, penangkal dari covid-19 ini masih belum ditemukan. Akan tetapi, ada beberapa pencegahan yang dapat kita lakukan setidaknya untuk meminimalisir penyebarannya. Sama dengan virus-virus sebelumnya yang pernah merebak, covid-19 ini dapat kita cegah penyebarannya dengan melakukan beberapa langkah. Pencegahan ini dapat kita lakukan dan dimulai dari diri kita sendiri, yaitu:

  1. Hindari bepergian ke negara yang terinfeksi covid-19
  2. Gunakan masker atau semacamnya jika sedang beraktifitas di tempat umum
  3. Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun ataupun hand sanitizer setelah melakukan aktifitas di tempat umum
  4. Tidak menyentuh mulut atau hidung, sebelum mencuci tangan dengan bersih
  5. Mengkonsumsi buah-buahan atau makanan bergizi untuk menjaga kesehatan

Langkah utama dari yang pertama adalah kita tidak boleh panik dengan merebaknya virus covid-19 ini. Waspada wajib, panik jangan. Selalu sediakan persediaan yang diperlukan secukupnya, jaga pola tidur dan pola makan, dan juga jaga kesehatan. Setiap persoalan yang ada, tentunya akan disertai dengan solusi. Cepat atau lambat, penangkal dari covid-19 akan segera ditemukan. Kita hanya perlu selalu waspada terhadap berita apapun yang berkaitan dengan virus ini, jangan sampai terdoktrin oleh berita yang belum tentu benar adanya. Selalu cek dan kroscek melalui portal-portal yang telah disediakan oleh Pemerintah untuk mengupdate berita dari covid-19 ini.https://dutadamaiyogyakarta.id/

Hari Musik Nasional di Yogyakarta



Hari Musik Nasional diperingati pada tanggal 9 Maret 2020. Sejarah penentuan hari musik nasional disamakan dengan hari lahir pahlawan nasional Wage Rudolf Soepratman (WR. Soepratman). Damai Indonesia

Yogyakarta pada 1 Maret 2020 digebrak oleh Scorpion dan Whitesnake dalam JogjaROCKarta Festival #4 2020. Kurang lebih 17.500 penonton memadati Stadion Kridosono. Dua band asal Eropa yang telah dinanti-nati sejak tahun lalu itu telah berhasil menghipnotis para penonton dengan penonton ikut menyanyikan lagu-lagu yang mereka bawakan.

Whitesnake dijadwalkan untuk tampil terlebih dahulu sebelum Scorpions. Personil dari Whitesnake diataranya David Coverdale (vokal), Bernie Marsden (gitar), Micky Moody (gitar), Neil Murray (bass) dan David “Duck” Dowle (drum). Mereka membawakan 14 lagu, antara lain, Hey You, Slow And Easy, Shut Up And Kiss Me, dan Still Of The Night, etc.

David Coverdale menyapa para penonton “Akhirnya bertemu lagi setelah 1975” dengan membuka penampilan mereka dengan lagu Bad Boys. Duck sang drummer juga telah berhasil memukau para penonton dengan pamer skill bersolo drum selama kurang lebih 2 menit. Pria berumur 66 tahun ini tidak terlihat letih dan langsung melanjutkan ke lagu berikutnya.

Selanjutnya, band yang telah ditunggu-tunggu para penonton Scorpions tampil untuk menghibur para penonton. Band yang beranggotakan Klaus Meine sebagai vokalis, Rudolf Schenker & Matthias Jabs sebagai gitaris, Paweł Mąciwoda sebagai basis, dan Mikkey Dee sebagai drummer. Mereka membawakan 15 lagu termasuk hits Wind Of Change dan Still Loving You.

“Selamat malam Yogyakarta, apa kabar?” ujar Klaus menyapa para penonton dan membuka pertunjukan mereka dengan lagu Going Out With A Bang yang langsung di sambut tepuk riuh para penonton.

Scorpions dan Whitesnake yang rata-rata anggotanya telah berumur lebih dari 50 tahun telah menginspirasi generasi muda dengan memberikan penampilan yang memukau melebihi band-band muda yang telah tampil terlebih dahulu sebelum mereka. Kedua band legend ini memperlihatkan semangatnya dalam berkarya dan tampil dengan maksimal tanpa melihat usia mereka.(hd)

Rakornas Duta Damai Dunia Maya BNPT Tahun 2020

Mayjen TNI Paruhuman Lubis
Duta Damai

Denpasar, seperti tahun sebelumnya setelah sekian waktu dibentuk, komunitas Duta Damai Dunia Maya BNPT melakukan rapat koordinasi nasional. Rakornas kali ini di adakan di Hotel Prama Sanur beach Denpasar Bali, diikuti oleh kurang lebih 130 Duta Damai dari 13 kota di Indonesia. Di mulai sejak tanggal 4-6 Maret 2020.

Rakornas Duta Damai kali ini dihadiri pula oleh Kasubdit Kontra Propaganda Kol. Pas. Drs. Sujatmiko dan Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Paruhuman Lubis. Dalam sambutannya, Mayjen TNI Paruhuman Lubis menekankan bahwa Duta Damai mengemban tugas penting sebagai penggerak literasi masyarakat khususnya generasi muda sebayanya.

Duta Damai bukanlah organisasi politik bukan pula nonprofit. Duta Damai harus menjadi corong edukasi untuk mencerahkan masyarakat agar cerdas dalam mencari informasi, bijak dalam berkomunikasi dan berinteraksi di dunia maya.

Kehadiran Duta Damai dibentuk tidak untuk melawan narasi radikal. Melainkan hadir untuk membentengi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh narasi kekerasan. Salah satu caranya yaitu dengan membanjiri dunia maya dengan konten-konten positif yang beraroma perdamaian.

Agenda tahunan ini tidak hanya acara selebrasi mengumpulkan Duta Damai. Namun juga menyusun program kerja pula membahas tentang perban (peraturan badan). Perban ini adalah awal dari perjalanan baru Duta Damai. Akan menjadi satu hukum yang mengikat sekaligus melindungi ruang gerak Duta Damai.

Di peraturan badan yang telah disahkan tersebut, Duta Damai memiliki prinsip: sukarela, non-profit, berintegritas, support group, independen. Duta Damai hadir sebagai pendukung terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh BNPT. Khususnya terkait dengan kampanye damai. Baik itu kampanye di dunia maya maupun kegiatan offline dibanyak kota di Indonesia. (min)