BNPT Sukses Gelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Duta Damai Indonesia Tahun 2021

Parapat, Senin 5 April 2021, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT Komjen Pol Dr Drs Boy Rafli Amar, M.H ikut memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Duta Damai Dunia Maya BNPT 13 Provinsi dalam Rangka Pencegahan Terorisme. Dalam sambutannya, Boy Rafli mengatakan ideologi terorisme bersifat intoleran, mengutamakan kekerasan dan bersifat menghalalkan segala cara.

Beliau juga berpesan agar kita jangan sampai membiarkan datang korban-korban baru seperti yang telah berlalu. Menurut Boy Rafli, memerangi terorisme merupakan sautu pekerjaan besar dan mulia. Tugas ini juga sekaligus perwujudan dari tanggung jawab moral kita sebagai anak bangsa agar jangan ada lagi yang menjadi korban sia-sia akibat ideologi terorisme.

“Dengan penguasaan cyberspace, adik-adik sekalian harus kuasai dunia maya jangan sampai dikuasai oleh konten-konten ideologi terorisme. Kita harus selamatkan anak-anak muda kita.” jelas Boy Rafli.

BACA JUGA: Kyal Sin Gadis 19 Tahun Dalam Konflik Myanmar

Rakornas Duta Damai Menghasilkan Beberapa Proyeksi Dalam Upaya Pencegahan Terorisme

Rakornas Duta Damai
Rakornas Duta Damai 2021

Duta Damai Indonesia dalam hal ini memiliki peran penting sebagai pelaksana tugas tersebut. Sebab Duta Damai Indonesia terdiri dari pemuda-pemudi bangsa Indonesia yang memiliki kesadaran untuk mencegah terorisme. Adapun proyeksi Duta Damai sebagai berikut:

  1. Menjadi ruang publik untuk menyebarkan konten positif di dunia maya.
  2. Distribusi konten, menyasar topik terkini.
  3. Membangun jejaring dan kerjasama dengan berbagai stakeholder di setiap daerah.
  4. Mewujudkan kolaborasi bersama antar sesama regional Duta Damai Indonesia.

Melalui prosesnya, Duta Damai di setiap regional juga perlu mengupayakan pemberdayaan agar dapat menciptakan regenerasi yang baik. Sebab bagaimanapun sistem regenerasi dalam suatu organisasi sangat penting terutama bagi keberlanjutannya. Selain itu, di tengah situasi pandemi seperti saat ini, Duta Damai perlu lebih berinovasi dalam mentrasformasikan segala kegiatan luring menjadi daring.

Duta Damai juga perlu banyak berbenah baik dari segi koordinasi, kolaborasi, dan diversifikasi konten. Sebab Duta Damai tidak perlu terpaku pada konten seputar perdamaian saja, namun juga dapat menyajikan tema-tema lain. Misalnya tentang kearifan lokal, pariwisata, keberagaman kuliner, bahkan kegiatan warga.

Meningkatkan Kolaborasi

Kolaborasi Duta Damai
Kolaborasi Duta Damai Indonesia

Mengadakan kolaborasi dengan influencer daerah juga dapat menjadi suatu solusi dalam mempromosikan nilai-nilai perdamaian. Bahkan produksi karya-karya kreatif seperti majalah, buku, atau brosur perdamaian akan sangat mendukung sinkronisasi gerakan di dunia maya.

Bagaimanapun peran Duta Damai Indonesia sangat penting terhadap pencegahan paham-paham radikalisme dan terorisme khususnya di kalangan muda. Oleh karena itu, Duta Damai Indonesia harus berupaya sebagaimana garda terdepan dalam menghalangi hal-hal buruk seperti perilaku terorisme di masyarakat.

“Radikalisme lebih dikenal dalam bahasa Indonesia, di luar lebih dikenal ekstrimisme. Dua istilah Radikalisme dan terorisme bukan monopoli satu agama, ada di setiap agama, sekte, kelompok, bahkan setiap diri kita. Radikalisme terorisme disingkat menjadi radikal terorisme dalam konotasi negatif. Tidak ada agama apapun yang membenarkan aksi terorisme. Pemahaman dan cara beragama yang menyimpang dari agama tersebut. Radikalisme mengatasnamakan agama adalah musuh agama.” Ucap Direktur Pencegahan BNPT, Bapak Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid dalam Rapat Koordinasi Nasional di Parapat, Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Pelatihan Milenial Reformis Bersama YMR YIPC

Pada tanggal 25-28 Maret 2021, Yayasan Mulia Raya (YMR) yang diinisiasi oleh aktivis feminis perempuan bernama Prof. Musdah Mulia mengadakan Pelatihan Milenial Reformis di Hotel Horaios Malioboro, Yogyakarta. Agenda ini bekerjasama dengan Young Interfaith Peacemaker (YIPC) Yogyakarta dan diikuti oleh 36 peserta dari berbagai latar belakang gerakan.

Milenial Reformis
Milenial Reformis

Prinsip Milenial Reformis

Pelatihan Milenial Reformis bertujuan untuk menyiapkan para generasi muslimah milenial sehingga siap menjadi influencer. Influencer dalam menyebarkan nilai perdamaian, menghalau narasi yang mengandung ujaran kebencian serta ikut mengawal perjuangan dalam menegakkan kesetaraan gender melalui pendidikan damai. Hal ini tercermin dari beberapa nilai yang menjadi prinsip milenial reformis, yaitu ketauhidan, kemanusian, kepedulian dan keteladanan serta kebangsaan.

Baca Juga Tentang Acara Duta Damai Yogyakarta

Selama empat hari pelatihan, para peserta mendapat berbagai materi, mulai dari pemahaman tentang Konsep Milenial Reformis, Pendidikan Seks dan Gender dalam Keluarga, Pencegahan Violent Extremisme Kekerasan Berbasis Agama, Metode Berpikir Kritis, Milenial Meretas Demokrasi; Rasa Kebangsaan dan Partisipasi Politik, Manajemen Konflik serta Gerakan Sosial dan Voulentarisme sebagai materi terakhir.

Prof. Musdah Mulia yang juga merupakan peneliti serta pemikir Indonesian Conference and Peace (ICRP) menjelaskan bahwa gerakan muslimah reformis merupakan gagasan tentang perempuan yang memiliki spiritualitas dan integritas moral tinggi serta berkomitmen pada penegakan nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menjelaskan, sebagai seorang pemuda milenial sudah seharusnya untuk selalu menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik, positif dan juga kontruktif. Prof. Musdah juga mengajak para peserta untuk menjadi perempuan yang mandiri dan berdikari. Sebagai perempuan juga harus tegas, jangan sampai terpenjara pada kalimat yang mengandung nilai-nilai patriarkhi sehingga membelenggu ruang gerak perempuan untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih berkualitas.

Berpikir Kritis Tidak Mudah Termakan Hoax

Selain memperoleh materi untuk mengisi kapasitas diri, para peserta juga mendapat pelatihan cara berpikir kritis sehingga tidak mudah termakan hoax. Kak Mila selaku pemateri metode berpikir kritis menjelaskan bahwa berpikir kritis memiliki prinsip utama. Yaitu untuk mencari kebenaran karena tidak ada kepastian pada segala hal. Dalam berpikir kritis tetap harus menggunakan rasionalitas serta sikap jujur dan benar. Selain itu, Kak Mila juga menjelaskan tentang hambatan yang sering menghadiri seseorang ketika berpikir kritis. Egosentris, sociocentris, asumsi tanpa bukti dan berpikir relatif. Kak Mila pun memberikan pesan kepada para peserta untuk terus berusaha dan belajar berpikir kritis. Dapat berpikir kritis tidak harus netral tetapi wajib punya standing point.

Milenial Reformis Yogyakarta

Di hari ketiga pelatihan, mereka melakukan field trip atau kunjungan ke Yayasan Satunama di Kabupaten Sleman. Satunama merupakan organisasi nirlaba yang fokus bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat melalui advokasi, pendampingan dan pelatihan. Setibanya di Yayasan Satunama, para peserta berkesempatan melakukan tanya jawab degan pimpinan Satunama dan berkeliling komplek sembari mengunjungi perpustakaan dan RPKJ (Rumah Pembelajaran Kesehatan Jiwa). Sebagai oleh-oleh, Satunama memberikan souvenir sebuah buku berjudul “Kepercayaan dan Pandemi” kepada seluruh peserta yang mengikuti field trip.

Setelah menjalani serangkaian kegiatan, peserta pelatihan menampilkan pentas seni dan memilih presiden sebagai koordinator regional milenial reformis Yogyakarta. Fata Nur Haliza, selaku presiden terpilih wilayah Yogyakarta memimpin peserta untuk membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) kegiatan. Ia mengajak kepada seluruh peserta supaya saling membantu dan terus bergerak secara kolektif guna mensukseskan agenda-agenda yang telah di rancang sekaligus sebagai wadah belajar dan penempaan diri. Gunakanlah filosofi sapu, kalau hanya selidi maka akan mudah dipatahkan, tetapi jika bersama-sama akan semakin kokoh dan kuat.

Pemuda, Media Sosial dan Sumpah Pemuda

Pemuda, media sosial dan sumpah pemuda adalah tiga hal yang tidak bisa dianggap angin lalu. Ketiganya bisa menjadi tiang kokoh dalam menopang pondasi suatu bangsa.

Dalam rangka memeriahkan acara Hari Sumpah Pemuda tahun 2020, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Duta Damai menggelar acara seminar kebangsaan.

Seminar kebangsaan ini dihelat pada tanggal 26 Oktober 2020 di Hotel Singhasari Resort Batu, Malang, Jawa Timur. Ada tiga narasumber utama yang mengisi seminar ini yaitu, Kepala BNPT RI Komjen Pol. Boy Rafli Amar, M.H; Walikota Batu Hj. Dewanti Rumpoko, M.SI dan juga influencer sekaligus penuli Lintang Pandu Pratiwi.

Acara yang berlangsung kurang dari tiga jam ini mengangkat tema Pemuda, Media Sosial, Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda

Menurut Ibu Dewanti Rumpoko peran pemuda, para tokoh agama dan kepedulian masyarakat merupakan faktor penting dalam menjaga kestabilan sebuah wilayah. Mereka menjadi salah satu deteksi dini tentang adanya segala hal yang terjadi dalam tatanan kehidupan masyarakat. Setiap warga diperkenankan untuk mengeluarkan pendapat asal bijaksana.

Selain menghadirkan narasumber yang cakap dibidangnya, acara yang diprakarsai BNPT dan Duta Damai Jawa Timur ini juga turut mengundang Bupati Malang, Walikota Malang, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme, mahasiwa, pelajar, forum OSIS Kota Malang, santri pesantren dan element masyarakat lainnya. Lebih dari seratus undangan yang hadir secara offline di lokasi. Meski melibatkan banyak hadirin, acara ini tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Selain itu juga dihadiri juga oleh tamu lainnya lewat online zoom, antara lain perwakilan Duta Damai dari 12 provinsi di  Indonesia.

Selain seminar dalam kesempatan kali ini tuan rumah, Duta Damai Jawa Timur mengumumkan pemenang lomba mural yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan harisumpah pemuda. Juara pertama NGT Artworkers, juara dua MMF (Malang Mural Family, juara tiga Mas Mural.

Menurut Abdul Malik selaku moderator acara juga perwakilan Pusat Media Damai BNP, konsep mural yang diusung oleh Duta Damai Jatim cukup menarik. Menurutnya, perdamaian tidak hanya cukup dengan tulisan dan pesan singkat tapi juga bisa disalurkan lewat gambar mural.

baca juga cara daftar jadi anggota Duta Damai Yogyakarta

Lintang sebagai influencer sekaligus pemuda masa kini berpesan agar sebagai warganegara hendaknya untuk saling bergandengan tangan. “Pemuda harus semangat dan solid untuk menyampaikan narasi perdamaian. Indonesia adalah negara pancasila. Marilah saling bergandengan tangan untuk mendamaikan Indonesia.”

Acara ini ditutup dengan ikrar kebangsaan oleh seluruh hadirin. (Min)

Update : Info Pendaftaran Duta Damai Yogyakarta 2020

UPDATE INFO PENDAFTARAN DUTA DAMAI YOGYAKARTA⁣

Karena banyaknya antusias di menit-menit terakhir pendaftaran, maka dengan ini panitia resmi menambah waktu pendaftaran untuk jadi anggota @dutadamai.yogyakarta⁣

Silakan bagi sobat damai yang ingin mendaftar, pendaftaran gelombang II dibukan mulai 28 Oktober 2020 sampai dengan 4 November 2020.⁣

Sebelum daftar jangan lupa siapkan foto, foto identitas diri, CV, dan contoh karya.⁣

Jangan sampai terlewatkan kesempatan ini. Formulir pendaftaran silahkan klik di menu pendaftaran diatas, atau bisa klink berikut : Pendaftaran Duta Damai Yogyakarta 2020

Prambanan Jazz Festival 2020 Digelar Virtual Akhir Oktober

Tengah Co-Founder Prambanan Jazz Festival, Bakkar Wibowo. Kanan Direktur Utama Rajawali Indonesia TOvic Raharja. Kiri Ovie Ermawati
Tengah Co-Founder Prambanan Jazz Festival, Bakkar Wibowo. Kanan Direktur Utama Rajawali Indonesia, Tovic Raharja. Kiri Ovie Ermawati

Prambanan Jazz Festival 2020 (PJF) akan tetap terselenggara di Candi Prambanan pada 31 Oktober dan 1 November 2020. Namun karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda, terlebih melonjaknya angka kasus Covid-19, membuat Rajawali Indonesia selaku promotor acara ini, hanya mendapatkan izin pertunjukan secara virtual. Sebelumnya, Prambanan Jazz Festival 2020 (PJF) direncanakan digelar pada 3-5 Juli 2020 dan harus diundur karena adanya pandemic Covid-19.

Duta Damai Yogyakarta berkesempatan menghadiri acara press conference yang diadakan pada 1 Oktober 2020 di kantor Rajawali Indonesia. “Kami turut prihatin dengan terus melonjaknya angka kasus Covid-19, namun kami ingin tetap menghadirkan PJF 2020 di tengah keterbatasan. Dengan berat kami sampaikan kepada #PJFLovers jika PJF 2020 tidak akan hadir secara offline,” ujar Anas Syahrul Alimi selaku Founder Prambanan Jazz Festival.

Menurut Anas, keputusan ini adalah langkah terbaik yang bisa ditempuh pada saat ini. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada #PJFLovers dikarenakan belum bisa menggelar penghelatan secara offline.

Selain itu, Bakkar Wibowo selaku Co-Founder Prambanan Jazz Festival menyampaikan “ Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 akan digarap oleh Tompi untuk visual broadcastingnya. Seorang musisi yang akhir-akhir ini kerap menggarap film layar lebar sebagai film director atau sering didapuk menjadi video music director.”

Tulus, Fourtwnty, Isyana Sarasvati, Joko In Berlin, Pusakata dan Tompi yang akan mengisi pada hari pertama 30 Oktober 2020. Untuk hari ke dua 1 November 2020 yang akan mengisi adalah Andmesh, Ardhito Pramono, TheEverydayBand, Nadin Amizah, Pamungkas, Sinten Remen, dan Yura Yunita yang  akan menampilkan penghelatan musik bergengsi ini. Mereka akan membawakan lagu-lagu mereka dalam jazz version.

Direktur Utama Rajawali Indonesia Tovic Raharja menuturkan, untuk pertama kalinya PJF menggandeng musisi asal Yogyakarta yang tergabung dalam TheEverdayBand. Merekan mengaransemen dan membuat lirik lagu “Ke Prambanan Jazz Lagi” sebagai tema lagu.

“Ini jadi upaya untuk terus mempromosikan Yogyakarta dan sebuah harapan untuk bisa menyaksikan Prambanan Jazz kembali secara langsung nantinya,” tutur Tovic.

Pramabanan Jazz Virtual Festival 2020 tidak ada musisi atau artis dari luar negeri. Pada saat acara hanya akan ada kru yang bertugas dan musisi/artis yang akan menghadiri venue secara bergantian sesuai dengan rundown.

Standar protokol kesehatan tetap akan diterapkan dalam acara ini. Penampil dan kru akan melakukan rapid test terlebih dahulu sebelum acara dan selama pelaksanaan. Promotor memastikan protokol kesehatan tetap berjalan, seperti dengan menyiapkan hand sanitizer,  tempat cuci tangan, menggunakan masker dan face shield serta tidak berkerumun dan tetap menjaga jarak.

Konser Musik Digital Duta Damai Yogyakarta

Duta Damai mengadakan konser musik digital pertama dalam rangka memperingati Hari “Perdamaian Internasional” yang jatuh pada tanggal 21 September 2020.

Konser musik digital pertama Duta Damai

Penonton acara ini dapat menyaksikannya melalui melalui channel Youtube Duta Damai Yogyakarta mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.

Sejak awal terbentuk pada tahun 2016 silam, Duta Damai Yogyakarta telah menyelenggarakan berbagai kegiatan daring maupun luring.

Namun karena pandemi, maka Duta Damai Yogyakarta berinisiatif untuk menggelar konser musik digital pertama Duta Damai melalui platform Youtube.

Alternatif acara di Masa Pandemi

Kesuksesan acara ini juga tidak terlepas dari dukungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Pusat Media Damai (PMD) serta beberapa pihak sponsor yaitu Kedai  Wowa, Kopi Merah Jinemo, Biznet, Official Internet Provider Biznet Home.

Media partners yang terlibat dalam mempromosikan acara ini yaitu Jogjakampus.id, Koloni Gigs, Istakalisa Yogya 96.2  FM, Radio Edukasi.

Melalui konser musik digital ini pula Duta Damai Yogyakarta berkolaborasi dengan musisi lokal yaitu Mitty Zasia.

Duta Damai Yogyakarta juga secara resmi membuka Open Recruitment tahun 2020 melalui acara ini.

Duta Damai Yogyakarta

Pihak penyelenggara acara juga telah memberikan giveaway berupa e-money senilai 50.000, kaos, 2 buah kopi merah jinemo (500g) senilai 300.000, dan 2 merchandise dari Biznet Home untuk 10 pemenang.

Arti damai menurutku itu tentram

Mitty Zasia

Fakta menarik dalam acara ini bahwa ternyata ulang tahun Mitty Zasia yang jatuh pada tanggal 21 September bertepatan dengan peringatan Hari “Perdamaian Internasional”.

Selain berbakat dalam dunia musik Mitty Zasia juga merupakan seseorang yang sangat mencintai perdamaian.  

Pengalaman Toleransi Mitty Zasia

Pengalaman toleransi yang menarik menurut Mitty Zasia adalah ketika ia sedang berpuasa justru temannya yang berbeda kepercayaan pun ikut menahan lapar bahkan berpuasa bersama.

Bincang toleransi bersama Mitty Zasia

“Arti damai menurutku itu tentram.” ucap Mitty.

Mitty Zasia dalam acara ini juga memberikan penampilan spesialnya dengan membawakan lagu “Damai Itu Indonesia”.

Mitty Zasia mengakui bahwa ia sangat menyukai lagu ini bahkan sejak pertama kali mendengarnya. “Aku suka banget sama lirik pertamanya” tuturnya.

Mitty Zasia menyanyikan lagu Damai itu Indonesia

Sebagai penutup acara, Mitty memberikan persembahan terakhir yaitu lagu berjudul “Man Upon The Hill” dari Stars and Rabbit.

Pada acara ini selain pesan damai, terdapat suatu cerita inspiratif dari seorang Mitty Zasia yang merupakan talenta muda musik Indonesia.

Live Music Concert Duta Damai Yogyakarta 2020 | Hari Perdamaian Dunia

Live Music Concert

Live Music Concert Duta Damai Yogyakarta merupakan event konser musik digital Duta Damai pertama yang diselenggarakan dalam bentuk digital melalui platform Youtube. Kegiatan ini akan melibatkan musisi lokal Yogyakarta yaitu Mitty Zasia dan kolaborasi Duta Damai seluruh Indonesia.

Pada momen besar ini, Live Music Concert Duta Damai Yogyakarta memiliki tema ”Konser Hari Perdamaian Dunia”. Rangkaian acara yang berlangsung selama 60 menit ini akan disiarkan dari Kedai WOWA Yogyakarta pada tanggal 27 September 2020. Live Music Concert ini dapat disaksikan oleh pemirsa secara langsung melalui channel Youtube Duta Damai Yogyakarta mulai pukul 16.00 sampai 17.00 WIB.

Meskipun berpusat di Yogyakarta namun kegiatan ini juga akan disemarakkan dari berbagai daerah lain oleh Duta Damai yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, dalam acara ini juga akan diadakan sesi diskusi atau dialog seputar isu perdamaian yang tentunya dapat menambah wawasan kita tentang pentingnya merawat kebhinekaan. Tujuan diselenggarakan acara ini selain sebagai sarana edukasi digital juga merupakan upaya pengenalan Duta Damai Yogyakarta kepada generasi milenial khususnya yang tertarik untuk bergabung bersama Duta Damai Yogyakarta.

“Rencananya Live Music Concert ini akan dilaksanakan pada tanggal 27 September 2020 melalui channel Youtube Duta Damai Yogyakarta. Acara akan berlansung sekitar 60 menit dari mulai pukul 16.00-17.00 WIB,” Ungkap Muhammad Hudallah, Koordinator Acara Live Music Concert Duta Damai Yogyakarta 2020.

Duta Damai sebagai insiator event live music concert ini merupakan wadah bagi pemuda-pemudi yang peduli terhadap isu-isu perdamaian di media digital. Aktivitas Duta Damai selain aktif membuat berbagai narasi perdamaian di media sosial juga turut mengadakan berbagai kegiatan lapangan sebagai aksi nyata dan upaya untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat secara langsung. Duta Damai Yogyakarta yang merupakan bagian dari Duta Damai di seluruh Indonesia pertama kali dibentuk pada 25 Juli 2016.  

Sebagai wadah partisipasi aktif,  Duta Damai Dunia Maya merupakan organisasi yang terdiri dari pemuda-pemudi dengan semangat perdamaian juga berbekal kompetensi di bidang Informasi dan Teknologi (IT), Desain Komunikasi Visual (DKV) dan menulis (Blogger). Duta Damai dibentuk dengan tujuan  untuk membangun kepedulian, mengajak partisipasi dan membentuk komunitas anak muda penggiat dunia maya untuk terlibat dalam menangkal propaganda ideologi radikal terorisme dan menyebarkan pesan-pesan perdamaian di dunia maya.

Adanya kemajuan informasi dan teknologi (IT) yang akhirnya melahirkan kecanggihan komunikasi melalui internet/dunia maya merupakan suatu hal positif. Namun hal tersebut juga menjadi media yang dapat disalahgunakan oleh kelompok radikal terorisme sebagai sarana penyebaran konten negatif dan kekerasan.

Sebagai bentuk pencegahan terhadap kemungkinan penyalahgunaan IT, maka dalam hal ini tugas pokok bagi relawan Duta Damai Dunia Maya yaitu mengelola website dan media sosial komunitas untuk menyebarkan pesan-pesan positif, perdamaian dan kebangsaan sebagai upaya meminimalisirkan hingga menangkal terjadinya penyalahgunaan kecanggihan komunikasi di dunia maya tersebut.

Selain itu, ditambah adanya kegiatan offline yang diinisiasi oleh Duta Damai di seluruh Indonesia dengan melakukan jejaring bersama pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan untuk melaksanakan kegiatan literasi media kepada masyarakat khususnya generasi muda, diharapkan gagasan dan nilai-nilai perdamaian itu dapat tersampaikan secara utuh.

Dalam tujuan meningkatkan peran Duta Damai Dunia Maya khususnya di tengah situasi pandemi seperti saat ini, maka peringatan Hari Perdamaian Dunia akan menjadi momentum yang tepat untuk  mengadakan Live Music Concert sebagai upaya menyampaikan pesan perdamaian di tengah Masyarakat. 

Lomba Cover Lagu Damai Itu Indonesia

Lomba cover video

Musik tidak berhenti sebagai satu mahakarya seni. Musik lahir dari sebuah perenungan menuju pengharapan. Musik kian luas dikenal sebagai media mencurahkan segala resah dan rasa. Musik hadir dengan kolaborasi irama, lagu dan keharmonisan.

Lewat musik banyak hal-hal baru tercipta. Hampir semua lini kehidupan berkaitan dengan musik. Bahkan diyakini musik juga bisa dipakai sebagai sarana untuk menyampaikan pesan perdamaian. Musik merangkul perbedaan pula mendekatkan sesama. Musik menghadirkan cinta dan kasih.

Maka dalam rangka ulangtahunnya yang ke empat, Duta Damai Yogyakarta mengajak masyarakat khususnya generasi muda Indonesia untuk ikut serta menyebarkan pesan damai dengan mengikuti LOMBA COVER LAGU “DAMAI ITU INDONESIA”.

Lomba ini merupakan kerjasama Duta Damai Yogyakarta dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris dengan tujuan membanjiri dunia maya dengan konten (video) kreatif. Total hadiah lomba ini mencapai tiga juta rupiah.

Adapun syarat dan ketentuan mengikuti lomba cover lagu “Damai Itu Indonesia” adalah sebagai berikut:

  1. Peserta terbuka umum, boleh individu atau kelompok. Dan wajib mengisi formulir pendaftaran, follow akun sosial media dan subscribe youtube: Duta Damai Yogyakarta
  2. Durasi video cover maksimal 6 menit
  3. Karya boleh direkam menggunakan alat perekam apapun (handycam, DSLR, smartphone, dll)
  4. Karya berupa live concert/suara asli peserta bukan lypsync, jika didapati melakukan lypsync akan didisfikualifikasi
  5. Diperbolehkan mengaransemen kembali musik (jenis musik bebas) atau menggunakan minus one dengan syarat tidak mengubah not atau syair dasar lagu
  6. Olahan video diperkenankan sebatas kejelasan video, pencahayaan, dan kejelasan suara. Tidak diperkenankan mengedit hingga hingga mengubah suara asli peserta
  7. Video harus bersifat orisinil (tidak plagiasi, tidak melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun dan belum pernah dilombakan sebelumnya)
  8. Peserta boleh mengembangkan kreativitas dan inovasi pada video dengan tidak menampilkan adegan yang mengandung unsur penghinaan terhadap SARA, pornografi, radikalisme, kekerasan, atau nilai yang melanggar aturan hukum/norma yang berlaku
  9. Karya video harus mencantumkan:
    1.) Judul video yang diunggah menggunakan judul: Damai Itu Indonesia Covered by ‘nama peserta’
    2.) Keterangan video
    3.) hastag wajib: #JogjaItuDamai #DamaiItuIndonesia #DutaDamaiYogyakarta
  10. Video cover wajib diunggah ke akun youtube peserta paling lambat pada 10 Agustus 2020
  11. Semua hasil karya yang telah didaftarkan berhak digunakan untuk kepentingan panitia dengan tetap mencantumkan kredit penggunggah video cover
  12. Pengumuman pemenang melalui media sosial resmi Duta Damai Yogyakarta pada tanggal 17 Agustus 2020
  13. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Panitia tidak melayani komplain dan surat menyurat
  14. Kriteria penilaian lomba: teknik vokal, penguasaan lagu, kreativitas, penampilan, dan jangan lupa ajak teman-teman, sahabat, dan gebetanmu untuk dukung karya kalian lewat komen dan likes !!! karena dukungan masuk dalam penilaian juri.

Formulir pendaftaran silakan klik di sini
Download MP3/minus one silahkan klik di sini
Contoh video bisa dilihat di sini

Lagu Damai Itu Indonesia by Duta Damai Yogyakarta

Suka musik dan ingin menjajal tantangan, maka jangan sampai ketinggalan ikut lomba ini !! Keterangan lebih lanjut dan update lomba bisa pantau sosial media Duta Damai Yogyakarta atau melalui hotline resmi Duta Damai Yogyakarta wa.me/6285755478336 (WA only).

Ada giveaway spesial juga untuk kalian yang ikut menyebarkan informasi lomba ini!! Cek instagram Duta Damai Yogyakarta

From Jogja With Love

From Jogja With Love
Kita telah sampai pada sepertiga dari bulan April 2020. Namun ternyata pandemi covid-19 masih jadi bahasan yang santer. Tersiar tidak hanya dari corong masjid namun juga media masa yang update bahkan nyaris hampir setiap menit.


Telah berbulan-bulan corona virus mampir membawa tak hanya petaka tapi juga keresahan yang sulit untuk dilibas. Tidak sedikit imbauan juga peraturan baru ditetapkan, sebut saja lockdown lokal. Namun tetap saja seolah semua yang diupayakan itu nyaris tak tampak hasilnya. Kita serupa menumpahkan segelas air di hamparan gurun pasir. Menguap tanpa ada sisa.

Seperti halnya sebuah kejadian, covid-19 hadir juga diikuti dengan dampak-dampaknya. Baik itu dampak positif mau pun negatif. Memang ada dampak positif corona? Tentu saja ada, salah satunya adalah polusi yang semakin berkurang. Di media masa jelas kita bisa melihat berita tentang ini. Bagaimana kawasan di Eropa semakin sejuk, sungai-sungai jernis dan dari pantauan satelit NASA tampak Bumi yang lebih ‘sehat’ dibanding bulan-bulan sebelumnya. Dampak postif yang lain bisa jadi kita semakin akrab dengan anggota keluarga pula semakin sadar tentang pola dan gaya hidup sehat.

Baca juga tentang positif corona


Namun tidak bisa dipungkiri dampak negatif dari corona virus ini menjadi sorotan paling banyak. Mulai dari melemahnya perekonomian negara, tidak hanya di Indonesia tapi juga di negara yang terjangkir virus ini otomatis sektor ekonomi terguncang hebat. Disektor industri kita mendengar tentang pemutusan hubungan kerja, atau merumahkan karyawan karena perusahaan tidak lagi bisa beroperasi. Covid-19 juga melumpuhkan bidang pendidikan. Kampus dan sekolah tutup dan menggantinya dengan kelas online (yang ternyata memicu banyak kendala). Sektor agraria juga terguncang dengan pandemi ini. Ada barang namun tidak ada proses distribusi mengakibatkan jungkir balik harga. Pun dibidang pariwisata, corona virus telah sukses membuat industri wisata tak hanya lesu namun terancam gulung tikar.


Sejak awal Maret di Yogyakarta sediri telah banyak obyek wisata ditutup. Penerbangan terkena imbas. Pula perhotelan mulai terguncang. Banyak hotel yang terpaksa membanting harga dengan memberi penawaran promo khusus untuk menarik pengunjung. Namun tidak serta merta calon costumer datang. Sebab banyak orang memilih untuk stay at home dibanding menghabiskan waktu di hotel. Lebih-lebih kewaspadaan tinggi mengingat di hotel sering dipakai untuk kumpul para wisatawan asing.


Dalam suasana prihatin karena dampak pandemi covid-19, maka beberapa hotel berbintang di Yogyakarta (lebih dari 50 hotel) menggelar aksi kepedulian bertajuk ‘From Jogja With Love’. Yaitu sebuah aksi dengan menyalakan lampu hotel dengan membentuk logo menyerupai hati. Aksi ini dilakukan secara serentak pada tanggal 4 April 2020 mulai pukul 19.00 – 21.00.


Dengan aksi ini para penggiat dunia perhotelan ingin menyuarakan semangat bagi semua masyarakat khususnya Yogyakarta untuk tetap bahu membahu dan jangan mudah kalah dalam mengatasi pandemi corona. Selain aksi ini, beberapa hotel di Yogyakarta juga membuat aksi peduli kepada para tim kesehatan yang berada di garda depan dalam perlawanan menghadapi covid-19.

Seminar Wawasan Kebangsaan Kolaborasi Duta Damai Yogyakarta dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Seminar Kebangsaan
Duta Damai Yogyakarta

Yogyakarta, 19 Oktober 2019
Duta Damai Yogyakarta dibentuk dengan tujuan untuk mengkampanyekan pesan-pesan damai diberbagai kesempatan dan platform. Sejak berdiri dari tahun 2016, Duta Damai Yogyakarta telah banyak menyelenggarakan berbagai acara online maupun offline. Baik acara yang diprakarsai dan dilaksanakan secara mandiri atau bekerjasama dengan pihak lain diberbagai bidang.


Pada kesempatan kali ini Duta Damai Yogyakarta mendapat kepercayaan berkolaborasi dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta untuk menggelar acara seminar kebangsaan. Sebuah acara yang digelar dengan target peserta kalangan milenial.


Seminar kebangsaan bertajuk Wawasan Kebangsaan Untuk Generasi Milenial di Era Digital ini dilaksanakan pada Sabtu, 19 Oktober 2019 di gedung Bonaventure Kampus 3 Universitas Atma Jaya dengan menghadirkan narasumber yang cukup kompeten dibidangnya masing-masing. Yaitu, Dr. H. Amir Mahmud yang merupakan Alumni Akademi Militer Afghanistan dan juga direktur Amir Mahmud Center; M. Mustafid, S. Fill selaku Koordinator Bidang Agama FKPT DIY; dan Dr. Muhammad Suaib Tahir selaku pejabat BNPT.


Acara ini dibuka oleh Dr. Bernadus Wibowo Suliantoro, M. Hum selaku koordinator mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK). Beliau dalam sambutannya mengingatkan agar generasi muda agar terus update informasi dan jangan mau ketinggalan zaman. Tidak lupa memberi penjelasan bahwa paham radikalisme terorisme bisa merasuki siapa saja tidak terkecuali mahasiswa maupun aparat negara.


Dalam seminar ini Dr. Amir Mahmud membeberkan beberapa fakta yang terjadi di Suriah dan Damaskus sebelum dan sesudah terjadi konflik. Beliau menjelaskan bahwa 85% rusaknya Suriah karena media sosial. Untuk itu beliau berpesan kepada generasi Indonesia agar jangan mau menjadikan Indonesia tercinta menjadi seperti Suriah. Maka, langkah yang perlu diambil adalah dengan selalu bijak memberikan informasi di media sosial. “Indonesia bukan negara agama namun Indonesia ini negara religius. Indonesia punya pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. “Dimana negara tidak mengusik, namun mengatur kehidupan beragama,” tutur beliau.

Kenyataannya memang Indonesia dikenal dengan negara Bhineka Tunggal Ika, meski beda namun tetap satu. Selain itu juga Indonesia sudah sejak lama dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi. Sementara konflik-konflik sosial yang terjadi selama ini (tidak hanya di Indonesia) disebabkan oleh tidak ada ikatan kuat dan adanya gesekan-gesekan yang menghadirkan kekacauan.

Kekerasan, radikalisme, terorisme adalah bentuk-bentuk kekacauan yang terjadi oleh beberapa sebab diantaranya perbadaan fisik, emosi, kebudayaan dan perilaku.


Apa yang disampaikan Dr. Amir Mahmud ini sejalan dengan yang disampaikan oleh M. Mustafid, S.Fill bahwa 4 akar dari radikalisme adalah penafsiran agama yang salah (terlalu kurang atau berlebihan), adanya politisasi pada agama, persoalan pencarian identitas dan konteks kesenjangan ekonomi, politik, hukum dll.
Menurut M. Mustafid, S. Fill tantangan kebangsaan terletak pada Globalisasi Ekonomi, Global Governance (homogenisasi budaya), Etno Nasionalisme dan Separatisme, Intoleransi Radikal Terorisme dan Identitas Jati Diri. Maka, cara untuk menghadapi tantangan tersebut bisa dilakukan dengan mengambil nilai-nilai baik dari sebuah kebudayaan, membangun komunikasi untuk menumbuhkan jati diri dan generasi milenial haruslah melakukan kontekstualisasi. “Saat ini tantangan terbesar adalah kemajuan teknologi. Era analog pindah ke ranah digital. Media sosial tidak bisa lagi dibendung. Sebagai generasi milenial hendaknya bisa berubah dari konsumen menjadi produsen,” ujar beliau.


Sementara itu Dr. Muhammad Suaib Tahir juga menjelaskan bahwa tantangan dan keresahan yang ada disuatu negara merupakan tanggung jawab semua warga bangsa. Beliau menjelaskan bahwa aksi terorisme sejatinya sudah terjadi sejak lama di benua lain. Dari hasil penelusuran beliau yang sudah lama malang-melintang ke berbagai negara dapat disimpulkan bahwa tantangan bagi negara-negara berkembang (khususnya Afrika) terletak pada falsafat negara. Beruntung Indonesia punya pancasila yang didalamnya mengandung sila-sila yang cukup ideal untuk dijalankan. Tidak lupa beliau juga mengingatkan bahwa teroris itu bukan Islam. Pula target rekrutmen para penganut paham ini adalah anak-anak muda.


Pada akhirnya acara seminar wawasan kebangsaan ini digelar dengan maksud untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dikalangan anak muda sekaligus memberi motivasi agar generasi milenial tidak acuh pada perkembangan teknologi di era industri 4.0.


Hendaknya milenial dan siapa saja lebih peduli lagi dengan apa yang diposting di media sosial dan juga agar tidak mudah terpancing oleh hal-hal yang bernarasi negatif. Selain itu, sangat baik kiranya jika generasi milenial sebagai pengguna aktif sosial media untuk menerapkan penciptaan opini di masyarakat kemudian disebarluaskan di sosial media guna perlawanan terhadap narasi yang bertolak belakang pada data faktual, yang mana biasa kita sebut sebagai Narasi Alternatif (Alternative Naratif), saran dari bapak Dr. Muhammad Suaib Tahir.