Prambanan Jazz Festival 2020 Digelar Virtual Akhir Oktober

Tengah Co-Founder Prambanan Jazz Festival, Bakkar Wibowo. Kanan Direktur Utama Rajawali Indonesia TOvic Raharja. Kiri Ovie Ermawati
Tengah Co-Founder Prambanan Jazz Festival, Bakkar Wibowo. Kanan Direktur Utama Rajawali Indonesia, Tovic Raharja. Kiri Ovie Ermawati

Prambanan Jazz Festival 2020 (PJF) akan tetap terselenggara di Candi Prambanan pada 31 Oktober dan 1 November 2020. Namun karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda, terlebih melonjaknya angka kasus Covid-19, membuat Rajawali Indonesia selaku promotor acara ini, hanya mendapatkan izin pertunjukan secara virtual. Sebelumnya, Prambanan Jazz Festival 2020 (PJF) direncanakan digelar pada 3-5 Juli 2020 dan harus diundur karena adanya pandemic Covid-19.

Duta Damai Yogyakarta berkesempatan menghadiri acara press conference yang diadakan pada 1 Oktober 2020 di kantor Rajawali Indonesia. “Kami turut prihatin dengan terus melonjaknya angka kasus Covid-19, namun kami ingin tetap menghadirkan PJF 2020 di tengah keterbatasan. Dengan berat kami sampaikan kepada #PJFLovers jika PJF 2020 tidak akan hadir secara offline,” ujar Anas Syahrul Alimi selaku Founder Prambanan Jazz Festival.

Menurut Anas, keputusan ini adalah langkah terbaik yang bisa ditempuh pada saat ini. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada #PJFLovers dikarenakan belum bisa menggelar penghelatan secara offline.

Selain itu, Bakkar Wibowo selaku Co-Founder Prambanan Jazz Festival menyampaikan “ Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 akan digarap oleh Tompi untuk visual broadcastingnya. Seorang musisi yang akhir-akhir ini kerap menggarap film layar lebar sebagai film director atau sering didapuk menjadi video music director.”

Tulus, Fourtwnty, Isyana Sarasvati, Joko In Berlin, Pusakata dan Tompi yang akan mengisi pada hari pertama 30 Oktober 2020. Untuk hari ke dua 1 November 2020 yang akan mengisi adalah Andmesh, Ardhito Pramono, TheEverydayBand, Nadin Amizah, Pamungkas, Sinten Remen, dan Yura Yunita yang  akan menampilkan penghelatan musik bergengsi ini. Mereka akan membawakan lagu-lagu mereka dalam jazz version.

Direktur Utama Rajawali Indonesia Tovic Raharja menuturkan, untuk pertama kalinya PJF menggandeng musisi asal Yogyakarta yang tergabung dalam TheEverdayBand. Merekan mengaransemen dan membuat lirik lagu “Ke Prambanan Jazz Lagi” sebagai tema lagu.

“Ini jadi upaya untuk terus mempromosikan Yogyakarta dan sebuah harapan untuk bisa menyaksikan Prambanan Jazz kembali secara langsung nantinya,” tutur Tovic.

Pramabanan Jazz Virtual Festival 2020 tidak ada musisi atau artis dari luar negeri. Pada saat acara hanya akan ada kru yang bertugas dan musisi/artis yang akan menghadiri venue secara bergantian sesuai dengan rundown.

Standar protokol kesehatan tetap akan diterapkan dalam acara ini. Penampil dan kru akan melakukan rapid test terlebih dahulu sebelum acara dan selama pelaksanaan. Promotor memastikan protokol kesehatan tetap berjalan, seperti dengan menyiapkan hand sanitizer,  tempat cuci tangan, menggunakan masker dan face shield serta tidak berkerumun dan tetap menjaga jarak.

Konser Musik Digital Duta Damai Yogyakarta

Duta Damai mengadakan konser musik digital pertama dalam rangka memperingati Hari “Perdamaian Internasional” yang jatuh pada tanggal 21 September 2020.

Konser musik digital pertama Duta Damai

Penonton acara ini dapat menyaksikannya melalui melalui channel Youtube Duta Damai Yogyakarta mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.

Sejak awal terbentuk pada tahun 2016 silam, Duta Damai Yogyakarta telah menyelenggarakan berbagai kegiatan daring maupun luring.

Namun karena pandemi, maka Duta Damai Yogyakarta berinisiatif untuk menggelar konser musik digital pertama Duta Damai melalui platform Youtube.

Alternatif acara di Masa Pandemi

Kesuksesan acara ini juga tidak terlepas dari dukungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Pusat Media Damai (PMD) serta beberapa pihak sponsor yaitu Kedai  Wowa, Kopi Merah Jinemo, Biznet, Official Internet Provider Biznet Home.

Media partners yang terlibat dalam mempromosikan acara ini yaitu Jogjakampus.id, Koloni Gigs, Istakalisa Yogya 96.2  FM, Radio Edukasi.

Melalui konser musik digital ini pula Duta Damai Yogyakarta berkolaborasi dengan musisi lokal yaitu Mitty Zasia.

Duta Damai Yogyakarta juga secara resmi membuka Open Recruitment tahun 2020 melalui acara ini.

Duta Damai Yogyakarta

Pihak penyelenggara acara juga telah memberikan giveaway berupa e-money senilai 50.000, kaos, 2 buah kopi merah jinemo (500g) senilai 300.000, dan 2 merchandise dari Biznet Home untuk 10 pemenang.

Arti damai menurutku itu tentram

Mitty Zasia

Fakta menarik dalam acara ini bahwa ternyata ulang tahun Mitty Zasia yang jatuh pada tanggal 21 September bertepatan dengan peringatan Hari “Perdamaian Internasional”.

Selain berbakat dalam dunia musik Mitty Zasia juga merupakan seseorang yang sangat mencintai perdamaian.  

Pengalaman Toleransi Mitty Zasia

Pengalaman toleransi yang menarik menurut Mitty Zasia adalah ketika ia sedang berpuasa justru temannya yang berbeda kepercayaan pun ikut menahan lapar bahkan berpuasa bersama.

Bincang toleransi bersama Mitty Zasia

“Arti damai menurutku itu tentram.” ucap Mitty.

Mitty Zasia dalam acara ini juga memberikan penampilan spesialnya dengan membawakan lagu “Damai Itu Indonesia”.

Mitty Zasia mengakui bahwa ia sangat menyukai lagu ini bahkan sejak pertama kali mendengarnya. “Aku suka banget sama lirik pertamanya” tuturnya.

Mitty Zasia menyanyikan lagu Damai itu Indonesia

Sebagai penutup acara, Mitty memberikan persembahan terakhir yaitu lagu berjudul “Man Upon The Hill” dari Stars and Rabbit.

Pada acara ini selain pesan damai, terdapat suatu cerita inspiratif dari seorang Mitty Zasia yang merupakan talenta muda musik Indonesia.

Live Music Concert Duta Damai Yogyakarta 2020 | Hari Perdamaian Dunia

Live Music Concert

Live Music Concert Duta Damai Yogyakarta merupakan event konser musik digital Duta Damai pertama yang diselenggarakan dalam bentuk digital melalui platform Youtube. Kegiatan ini akan melibatkan musisi lokal Yogyakarta yaitu Mitty Zasia dan kolaborasi Duta Damai seluruh Indonesia.

Pada momen besar ini, Live Music Concert Duta Damai Yogyakarta memiliki tema ”Konser Hari Perdamaian Dunia”. Rangkaian acara yang berlangsung selama 60 menit ini akan disiarkan dari Kedai WOWA Yogyakarta pada tanggal 27 September 2020. Live Music Concert ini dapat disaksikan oleh pemirsa secara langsung melalui channel Youtube Duta Damai Yogyakarta mulai pukul 16.00 sampai 17.00 WIB.

Meskipun berpusat di Yogyakarta namun kegiatan ini juga akan disemarakkan dari berbagai daerah lain oleh Duta Damai yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, dalam acara ini juga akan diadakan sesi diskusi atau dialog seputar isu perdamaian yang tentunya dapat menambah wawasan kita tentang pentingnya merawat kebhinekaan. Tujuan diselenggarakan acara ini selain sebagai sarana edukasi digital juga merupakan upaya pengenalan Duta Damai Yogyakarta kepada generasi milenial khususnya yang tertarik untuk bergabung bersama Duta Damai Yogyakarta.

“Rencananya Live Music Concert ini akan dilaksanakan pada tanggal 27 September 2020 melalui channel Youtube Duta Damai Yogyakarta. Acara akan berlansung sekitar 60 menit dari mulai pukul 16.00-17.00 WIB,” Ungkap Muhammad Hudallah, Koordinator Acara Live Music Concert Duta Damai Yogyakarta 2020.

Duta Damai sebagai insiator event live music concert ini merupakan wadah bagi pemuda-pemudi yang peduli terhadap isu-isu perdamaian di media digital. Aktivitas Duta Damai selain aktif membuat berbagai narasi perdamaian di media sosial juga turut mengadakan berbagai kegiatan lapangan sebagai aksi nyata dan upaya untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat secara langsung. Duta Damai Yogyakarta yang merupakan bagian dari Duta Damai di seluruh Indonesia pertama kali dibentuk pada 25 Juli 2016.  

Sebagai wadah partisipasi aktif,  Duta Damai Dunia Maya merupakan organisasi yang terdiri dari pemuda-pemudi dengan semangat perdamaian juga berbekal kompetensi di bidang Informasi dan Teknologi (IT), Desain Komunikasi Visual (DKV) dan menulis (Blogger). Duta Damai dibentuk dengan tujuan  untuk membangun kepedulian, mengajak partisipasi dan membentuk komunitas anak muda penggiat dunia maya untuk terlibat dalam menangkal propaganda ideologi radikal terorisme dan menyebarkan pesan-pesan perdamaian di dunia maya.

Adanya kemajuan informasi dan teknologi (IT) yang akhirnya melahirkan kecanggihan komunikasi melalui internet/dunia maya merupakan suatu hal positif. Namun hal tersebut juga menjadi media yang dapat disalahgunakan oleh kelompok radikal terorisme sebagai sarana penyebaran konten negatif dan kekerasan.

Sebagai bentuk pencegahan terhadap kemungkinan penyalahgunaan IT, maka dalam hal ini tugas pokok bagi relawan Duta Damai Dunia Maya yaitu mengelola website dan media sosial komunitas untuk menyebarkan pesan-pesan positif, perdamaian dan kebangsaan sebagai upaya meminimalisirkan hingga menangkal terjadinya penyalahgunaan kecanggihan komunikasi di dunia maya tersebut.

Selain itu, ditambah adanya kegiatan offline yang diinisiasi oleh Duta Damai di seluruh Indonesia dengan melakukan jejaring bersama pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan untuk melaksanakan kegiatan literasi media kepada masyarakat khususnya generasi muda, diharapkan gagasan dan nilai-nilai perdamaian itu dapat tersampaikan secara utuh.

Dalam tujuan meningkatkan peran Duta Damai Dunia Maya khususnya di tengah situasi pandemi seperti saat ini, maka peringatan Hari Perdamaian Dunia akan menjadi momentum yang tepat untuk  mengadakan Live Music Concert sebagai upaya menyampaikan pesan perdamaian di tengah Masyarakat. 

Lomba Cover Lagu Damai Itu Indonesia

Lomba cover video

Musik tidak berhenti sebagai satu mahakarya seni. Musik lahir dari sebuah perenungan menuju pengharapan. Musik kian luas dikenal sebagai media mencurahkan segala resah dan rasa. Musik hadir dengan kolaborasi irama, lagu dan keharmonisan.

Lewat musik banyak hal-hal baru tercipta. Hampir semua lini kehidupan berkaitan dengan musik. Bahkan diyakini musik juga bisa dipakai sebagai sarana untuk menyampaikan pesan perdamaian. Musik merangkul perbedaan pula mendekatkan sesama. Musik menghadirkan cinta dan kasih.

Maka dalam rangka ulangtahunnya yang ke empat, Duta Damai Yogyakarta mengajak masyarakat khususnya generasi muda Indonesia untuk ikut serta menyebarkan pesan damai dengan mengikuti LOMBA COVER LAGU “DAMAI ITU INDONESIA”.

Lomba ini merupakan kerjasama Duta Damai Yogyakarta dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris dengan tujuan membanjiri dunia maya dengan konten (video) kreatif. Total hadiah lomba ini mencapai tiga juta rupiah.

Adapun syarat dan ketentuan mengikuti lomba cover lagu “Damai Itu Indonesia” adalah sebagai berikut:

  1. Peserta terbuka umum, boleh individu atau kelompok. Dan wajib mengisi formulir pendaftaran, follow akun sosial media dan subscribe youtube: Duta Damai Yogyakarta
  2. Durasi video cover maksimal 6 menit
  3. Karya boleh direkam menggunakan alat perekam apapun (handycam, DSLR, smartphone, dll)
  4. Karya berupa live concert/suara asli peserta bukan lypsync, jika didapati melakukan lypsync akan didisfikualifikasi
  5. Diperbolehkan mengaransemen kembali musik (jenis musik bebas) atau menggunakan minus one dengan syarat tidak mengubah not atau syair dasar lagu
  6. Olahan video diperkenankan sebatas kejelasan video, pencahayaan, dan kejelasan suara. Tidak diperkenankan mengedit hingga hingga mengubah suara asli peserta
  7. Video harus bersifat orisinil (tidak plagiasi, tidak melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun dan belum pernah dilombakan sebelumnya)
  8. Peserta boleh mengembangkan kreativitas dan inovasi pada video dengan tidak menampilkan adegan yang mengandung unsur penghinaan terhadap SARA, pornografi, radikalisme, kekerasan, atau nilai yang melanggar aturan hukum/norma yang berlaku
  9. Karya video harus mencantumkan:
    1.) Judul video yang diunggah menggunakan judul: Damai Itu Indonesia Covered by ‘nama peserta’
    2.) Keterangan video
    3.) hastag wajib: #JogjaItuDamai #DamaiItuIndonesia #DutaDamaiYogyakarta
  10. Video cover wajib diunggah ke akun youtube peserta paling lambat pada 10 Agustus 2020
  11. Semua hasil karya yang telah didaftarkan berhak digunakan untuk kepentingan panitia dengan tetap mencantumkan kredit penggunggah video cover
  12. Pengumuman pemenang melalui media sosial resmi Duta Damai Yogyakarta pada tanggal 17 Agustus 2020
  13. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Panitia tidak melayani komplain dan surat menyurat
  14. Kriteria penilaian lomba: teknik vokal, penguasaan lagu, kreativitas, penampilan, dan jangan lupa ajak teman-teman, sahabat, dan gebetanmu untuk dukung karya kalian lewat komen dan likes !!! karena dukungan masuk dalam penilaian juri.

Formulir pendaftaran silakan klik di sini
Download MP3/minus one silahkan klik di sini
Contoh video bisa dilihat di sini

Lagu Damai Itu Indonesia by Duta Damai Yogyakarta

Suka musik dan ingin menjajal tantangan, maka jangan sampai ketinggalan ikut lomba ini !! Keterangan lebih lanjut dan update lomba bisa pantau sosial media Duta Damai Yogyakarta atau melalui hotline resmi Duta Damai Yogyakarta wa.me/6285755478336 (WA only).

Ada giveaway spesial juga untuk kalian yang ikut menyebarkan informasi lomba ini!! Cek instagram Duta Damai Yogyakarta

From Jogja With Love

From Jogja With Love
Kita telah sampai pada sepertiga dari bulan April 2020. Namun ternyata pandemi covid-19 masih jadi bahasan yang santer. Tersiar tidak hanya dari corong masjid namun juga media masa yang update bahkan nyaris hampir setiap menit.


Telah berbulan-bulan corona virus mampir membawa tak hanya petaka tapi juga keresahan yang sulit untuk dilibas. Tidak sedikit imbauan juga peraturan baru ditetapkan, sebut saja lockdown lokal. Namun tetap saja seolah semua yang diupayakan itu nyaris tak tampak hasilnya. Kita serupa menumpahkan segelas air di hamparan gurun pasir. Menguap tanpa ada sisa.

Seperti halnya sebuah kejadian, covid-19 hadir juga diikuti dengan dampak-dampaknya. Baik itu dampak positif mau pun negatif. Memang ada dampak positif corona? Tentu saja ada, salah satunya adalah polusi yang semakin berkurang. Di media masa jelas kita bisa melihat berita tentang ini. Bagaimana kawasan di Eropa semakin sejuk, sungai-sungai jernis dan dari pantauan satelit NASA tampak Bumi yang lebih ‘sehat’ dibanding bulan-bulan sebelumnya. Dampak postif yang lain bisa jadi kita semakin akrab dengan anggota keluarga pula semakin sadar tentang pola dan gaya hidup sehat.

Baca juga tentang positif corona


Namun tidak bisa dipungkiri dampak negatif dari corona virus ini menjadi sorotan paling banyak. Mulai dari melemahnya perekonomian negara, tidak hanya di Indonesia tapi juga di negara yang terjangkir virus ini otomatis sektor ekonomi terguncang hebat. Disektor industri kita mendengar tentang pemutusan hubungan kerja, atau merumahkan karyawan karena perusahaan tidak lagi bisa beroperasi. Covid-19 juga melumpuhkan bidang pendidikan. Kampus dan sekolah tutup dan menggantinya dengan kelas online (yang ternyata memicu banyak kendala). Sektor agraria juga terguncang dengan pandemi ini. Ada barang namun tidak ada proses distribusi mengakibatkan jungkir balik harga. Pun dibidang pariwisata, corona virus telah sukses membuat industri wisata tak hanya lesu namun terancam gulung tikar.


Sejak awal Maret di Yogyakarta sediri telah banyak obyek wisata ditutup. Penerbangan terkena imbas. Pula perhotelan mulai terguncang. Banyak hotel yang terpaksa membanting harga dengan memberi penawaran promo khusus untuk menarik pengunjung. Namun tidak serta merta calon costumer datang. Sebab banyak orang memilih untuk stay at home dibanding menghabiskan waktu di hotel. Lebih-lebih kewaspadaan tinggi mengingat di hotel sering dipakai untuk kumpul para wisatawan asing.


Dalam suasana prihatin karena dampak pandemi covid-19, maka beberapa hotel berbintang di Yogyakarta (lebih dari 50 hotel) menggelar aksi kepedulian bertajuk ‘From Jogja With Love’. Yaitu sebuah aksi dengan menyalakan lampu hotel dengan membentuk logo menyerupai hati. Aksi ini dilakukan secara serentak pada tanggal 4 April 2020 mulai pukul 19.00 – 21.00.


Dengan aksi ini para penggiat dunia perhotelan ingin menyuarakan semangat bagi semua masyarakat khususnya Yogyakarta untuk tetap bahu membahu dan jangan mudah kalah dalam mengatasi pandemi corona. Selain aksi ini, beberapa hotel di Yogyakarta juga membuat aksi peduli kepada para tim kesehatan yang berada di garda depan dalam perlawanan menghadapi covid-19.

Seminar Wawasan Kebangsaan Kolaborasi Duta Damai Yogyakarta dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Seminar Kebangsaan
Duta Damai Yogyakarta

Yogyakarta, 19 Oktober 2019
Duta Damai Yogyakarta dibentuk dengan tujuan untuk mengkampanyekan pesan-pesan damai diberbagai kesempatan dan platform. Sejak berdiri dari tahun 2016, Duta Damai Yogyakarta telah banyak menyelenggarakan berbagai acara online maupun offline. Baik acara yang diprakarsai dan dilaksanakan secara mandiri atau bekerjasama dengan pihak lain diberbagai bidang.


Pada kesempatan kali ini Duta Damai Yogyakarta mendapat kepercayaan berkolaborasi dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta untuk menggelar acara seminar kebangsaan. Sebuah acara yang digelar dengan target peserta kalangan milenial.


Seminar kebangsaan bertajuk Wawasan Kebangsaan Untuk Generasi Milenial di Era Digital ini dilaksanakan pada Sabtu, 19 Oktober 2019 di gedung Bonaventure Kampus 3 Universitas Atma Jaya dengan menghadirkan narasumber yang cukup kompeten dibidangnya masing-masing. Yaitu, Dr. H. Amir Mahmud yang merupakan Alumni Akademi Militer Afghanistan dan juga direktur Amir Mahmud Center; M. Mustafid, S. Fill selaku Koordinator Bidang Agama FKPT DIY; dan Dr. Muhammad Suaib Tahir selaku pejabat BNPT.


Acara ini dibuka oleh Dr. Bernadus Wibowo Suliantoro, M. Hum selaku koordinator mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK). Beliau dalam sambutannya mengingatkan agar generasi muda agar terus update informasi dan jangan mau ketinggalan zaman. Tidak lupa memberi penjelasan bahwa paham radikalisme terorisme bisa merasuki siapa saja tidak terkecuali mahasiswa maupun aparat negara.


Dalam seminar ini Dr. Amir Mahmud membeberkan beberapa fakta yang terjadi di Suriah dan Damaskus sebelum dan sesudah terjadi konflik. Beliau menjelaskan bahwa 85% rusaknya Suriah karena media sosial. Untuk itu beliau berpesan kepada generasi Indonesia agar jangan mau menjadikan Indonesia tercinta menjadi seperti Suriah. Maka, langkah yang perlu diambil adalah dengan selalu bijak memberikan informasi di media sosial. “Indonesia bukan negara agama namun Indonesia ini negara religius. Indonesia punya pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. “Dimana negara tidak mengusik, namun mengatur kehidupan beragama,” tutur beliau.

Kenyataannya memang Indonesia dikenal dengan negara Bhineka Tunggal Ika, meski beda namun tetap satu. Selain itu juga Indonesia sudah sejak lama dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi. Sementara konflik-konflik sosial yang terjadi selama ini (tidak hanya di Indonesia) disebabkan oleh tidak ada ikatan kuat dan adanya gesekan-gesekan yang menghadirkan kekacauan.

Kekerasan, radikalisme, terorisme adalah bentuk-bentuk kekacauan yang terjadi oleh beberapa sebab diantaranya perbadaan fisik, emosi, kebudayaan dan perilaku.


Apa yang disampaikan Dr. Amir Mahmud ini sejalan dengan yang disampaikan oleh M. Mustafid, S.Fill bahwa 4 akar dari radikalisme adalah penafsiran agama yang salah (terlalu kurang atau berlebihan), adanya politisasi pada agama, persoalan pencarian identitas dan konteks kesenjangan ekonomi, politik, hukum dll.
Menurut M. Mustafid, S. Fill tantangan kebangsaan terletak pada Globalisasi Ekonomi, Global Governance (homogenisasi budaya), Etno Nasionalisme dan Separatisme, Intoleransi Radikal Terorisme dan Identitas Jati Diri. Maka, cara untuk menghadapi tantangan tersebut bisa dilakukan dengan mengambil nilai-nilai baik dari sebuah kebudayaan, membangun komunikasi untuk menumbuhkan jati diri dan generasi milenial haruslah melakukan kontekstualisasi. “Saat ini tantangan terbesar adalah kemajuan teknologi. Era analog pindah ke ranah digital. Media sosial tidak bisa lagi dibendung. Sebagai generasi milenial hendaknya bisa berubah dari konsumen menjadi produsen,” ujar beliau.


Sementara itu Dr. Muhammad Suaib Tahir juga menjelaskan bahwa tantangan dan keresahan yang ada disuatu negara merupakan tanggung jawab semua warga bangsa. Beliau menjelaskan bahwa aksi terorisme sejatinya sudah terjadi sejak lama di benua lain. Dari hasil penelusuran beliau yang sudah lama malang-melintang ke berbagai negara dapat disimpulkan bahwa tantangan bagi negara-negara berkembang (khususnya Afrika) terletak pada falsafat negara. Beruntung Indonesia punya pancasila yang didalamnya mengandung sila-sila yang cukup ideal untuk dijalankan. Tidak lupa beliau juga mengingatkan bahwa teroris itu bukan Islam. Pula target rekrutmen para penganut paham ini adalah anak-anak muda.


Pada akhirnya acara seminar wawasan kebangsaan ini digelar dengan maksud untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dikalangan anak muda sekaligus memberi motivasi agar generasi milenial tidak acuh pada perkembangan teknologi di era industri 4.0.


Hendaknya milenial dan siapa saja lebih peduli lagi dengan apa yang diposting di media sosial dan juga agar tidak mudah terpancing oleh hal-hal yang bernarasi negatif. Selain itu, sangat baik kiranya jika generasi milenial sebagai pengguna aktif sosial media untuk menerapkan penciptaan opini di masyarakat kemudian disebarluaskan di sosial media guna perlawanan terhadap narasi yang bertolak belakang pada data faktual, yang mana biasa kita sebut sebagai Narasi Alternatif (Alternative Naratif), saran dari bapak Dr. Muhammad Suaib Tahir.

Pesan di Senyum Ceria Ramadhan, Gamal: Innovation is a result of a teamwork

Senyum Ceria Ramadan

Dokter muda Indonesia Gamal Albinsaid, memberi pesan khusus dalam talkshow inspiratif menjelang buka Bersama dalam kegiatan Senyum Ceria Ramdhan yang di selenggarakan oleh Senyum Kita Foundation di Hotel Alana, Sleman, Yogyakarta, 19 Mei 2019. Dia mengajukan klausul jangan korbankan masa mudamu dengan tidak menginspirasi orang lain.

Senyum Ceria Ramadhan

Pesan itu dia sampaikan khusus kepada para santri, yatim, difabel, dan dhuafa yang hadir sejak pukul 13.00. Menurut Gamal, sebagai manusia khususnya sebagai generasi milenial jadikan bulan Ramadhan ini sebagai momentum untuk menahan emosi, dan memberikan banyak inspirasi.

Senyum Kita Foundation

“Jangan biarkan orang meremehkan kita, dan jangan biarkan masa muda ini berlalu begitu saja”, ucapnya.

Hadirin yang mendengarnya langsung manggut-manggut. Apa yang di sampaikan Gamal sangat kontekstual dengan apa yang terjadi hari ini. Yakni, peran generasi milenial sangat diperlukan untuk menghadapai revolusi industri 4.0. Dengan karakter dimiliki generasi milenial seperti mampu memanfaatkan peluang, aktif, dan senang berinovasi diharapkan generasi ini juga mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat yang belum sejahtera.

Pria kelahiran Malang, Jawa Timur itu bahkan mengusulkan wacana yang lebih radikal lagi. “Saya saksikan mereka yang dihina oleh orang yang belum melakukan sesuatu, mampu bangkit dan merubah cacian itu sebagai motivasi dan membuktikan bahwa ia bisa berhasil.” Tuturnya

Bagi Gamal, dalam proses berinovasi kita juga akan disibukan dengan cacian dan kritikan dari berbagai pihak bahkan juga dari orang yang belum pernah berbuat sesuatu. Artinya ada titik tertentu di dalam usaha kita menebar inspirasi mendapatkan hujatan dan kritik, jadikanlan momentum tersebut untuk melakukan pendewasaan diri dan menjadikan itu motivasi untuk terus melangkah.

Keleluasaan untuk memberikan inspirasi, jika tidak di ambil oleh generasi milenial bakal sangat berbahaya di masa depan. Awalnya kemalasan untuk menebar inspirasi ini dinyatakan sebagai pilihan dalam hidup.

Pilihan yang dijatuhkan itu akhirnya berubah menjadi tindakan. Lantas meningkat menjadi perilaku. Kemudian semakin mengeras hingga menjadi karakter.

Kita tidak bisa memberikan inspirasi dalam kondisi kita tidak melakukan inovasi. Oleh karena itu, sebagai generasi milenial, kita wajib hukumnya untuk terus melakukan inovasi dan kita harus ingat bahwa inovasi tidak bisa dilakukan secara individu, melainkan inovasia dalah hasil dari kerja tim.

“You can invent alone, but you can’t innovate alone. Innovation is a result of e teamwork” tutur Gamal
Hadirin yang di dominasi santri dari 13 panti asuhan di Yogyakarta ini bertepuk tangan sebagai tanda setuju dengan pernyataan tersebut.

Di akhir pembahasan, Gamal juga menitipkan pesan kepada generasi milenial untuk selalu menghormati orang tua dan sesama.

“Satu diantara 3 amal yang Allah cintai itu anak yang berbakti sama orang tua. Satu diantara dua azab yang Allah ciptakan di dunia itu anak yang durhaka pada orang tuanya. Maka terimalah dengan ikhlas bahwa cara kita memperlakukan kedua orang tua kita itu pemberitahuan kepada Allah bagaimana Allah memperlalukan kita” ucapnya.

Kegiatan Senyum Ceria Ramadhan yang mengambil tema “Aku Milenial, Aku siap menginspirasi” ini digelar untuk berbagi kebahagian dan inspirasi bersama anak-anak yatim, difabel dan dhuafa.

“Kami ingin menunjukkan bahwa masih banyak orang baik di dunia, jika kamu tak menemukannya jadilah salah satunya.” Ucap salah satu pengurus di Senyum Kita Foundation.

Ungkapan ini tentunya tidak bisa hanyak kita jadikan pajangan di dinding sosial media semata. Kita yang mencintai Indonesia dan masyarakat di dalamnya yang terdiri dari banyak golongan, etnis dan agama perlu dengan terbuka menebarkan senyuman dan kebaikan.

Dan mereka para pejuang senyum yang ada di Yayasan Senyum Kita adalah bagian dari generasi milenial yang sedang berjuang menebar inspirasi kepada adik-adik yatim, difabel dan dhuafa.

Kamu kapan??…