Tips Bersepeda di Era New Normal

Sumber: klikdokter.com

Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu dibarengi dengan dua hal, yaitu positif dan negatif. Entah itu berkaitan dengan peristiwa yang buruk sekalipun, dibalik peristiwa tersebut pasti akan diselipi dengan sisi positif. Meskipun harus kita akui bahwa ketika terjadi peristiwa yang buruk, akan terasa sulit untuk menerima sisi positifnya.

Saat ini, seluruh penjuru dunia sedang mengalami paceklik kesehatan. Seperti yang sudah kita alami beberapa bulan terakhir, hampir setiap hari terdapat korban yang terjangkit virus corona, atau biasa disebut covid-19. Tak dapat dipungkiri bahwa virus ini menjadi sesuatu hal yang harus selalu kita waspadai keberadaannya.  Daya jangkitnya yang tergolong cepat untuk membunuh induknya yang terinfeksi, hanya dibutuhkan waktu kurang lebih sekitar 14 hari untuk menimbulkan korban baru.

Maka dari itu, menjaga kesehatan di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang menjadi suatu kewajiban yang harus kita patuhi, hal ini bukan hanya demi diri kita sendiri, akan tetapi juga sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran dari covid-19 tersebut.

Salah satu usaha menjaga kondisi badan agar tetap sehat, adalah berolahraga sepeda. Akhir-akhir ini, di era yang kita sebut dengan new normal, bersepeda menjadi olahraga yang digandrungi oleh masyarakat demi menjaga tubuhnya tetap sehat dan prima. Banyak yang rela meluangkan waktunya demi sekedar keliling-keliling lingkungan sekitar, dengan tujuan selain berolahraga juga sebagai ajang untuk refreshing agar fikiran dan jiwa kembali fresh.

Akan tetapi, dari sekian banyak orang-orang yang bersepeda untuk berolahraga, ada pula beberapa yang bersepeda hanya untuk mengikuti tren yang sedang berkembang. Mereka hanya sekedar ikut-ikutan demi terlihat eksis. Ada juga yang bersepeda dengan berkelompok, tetapi mereka tidak memperhatikan rambu-rambu lalu lintas. Sehinga menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun, ada beberapa tips yang bisa kita ikuti, agar rutinitas bersepeda kita selain menyehatkan, juga aman dan nyaman.

  • Pastikan kondisi tubuh sehat

Hal yang pertama apabila kita ingin bersepeda, kita harus bisa memastikan bahwa tubuh kita benar-benar sehat dan kuat untuk diajak mengayuh sepeda. Kita juga harus bisa mengukur kemampuan diri sendiri, sampai sejauh mana kita bisa bersepeda. Jangan sampai kemampuan kita hanya sekian kilometer, tetapi kita memaksakan melebihi batas. Ujung-ujungnya yang awalnya ingin sehat, justru malah kecapekan karena melebihi batas maksimal. Lebih baik dimulai dengan rute pendek, bertahap kemudian dilanjutkan dengan rute yang panjang.

  • Gunakan perlengkapan keselamatan

Dalam hal olahraga apapun, sudah pasti hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah perlengkapan yang digunakan. Perlengkapan yang biasa dipakai untuk bersepeda adalah menggunakan helm, bersepatu, dan menggunakan pakaian yang sekiranya nyaman digunakan. Peralatan di atas tentu saja menjadi perlatan standart yang harus selalu kita patuhi demi menjaga-jaga apabila terjadi hal yang tidak kita inginkan.

  • Gunakan masker

Di tengah situasi dan kondisi pandemi sedang merebak seperti sekarang ini, mengenakan masker setiap beraktifitas merupakan salah satu kewajiban agar bisa mengurangi penyebaran dari covid-19. Begitu juga apabila ingin bersepeda, maka dianjurkan untuk tidak lupa mengenakan masker.

  • Perhatikan rambu lalu lintas

Memperhatikan rambu lalu lintas juga merupakan salah satu yang harus selalu kita perhatikan, agar tidak menimbulkan keributan di jalan raya. Sudah banyak kita lihat di media sosial ataupun di berita-berita online ada pesepeda yang terkena insiden dengan pengguna jalan raya lainnya, bahkan sampai menimbulkan korban luka. Jika kita bisa mematuhi rambu lalu lintas, maka insiden semacam itu bisa kita hindari. Selain berguna untuk diri sendiri, juga berguna bagi pengguna jalan raya lainnya.

  • Patuhi protokol kesehatan

Mematuhi protokol kesehatan yang dimaksud adalah selain menggunakan peralatan yang dianjurkan seperti masker, kita juga harus tetap mengurangi interaksi sosial dengan orang lain, harus menjaga jarak dengan pesepeda lainnya. Berolah raga tetap jalan, tetapi social distancing juga tetap kita patuhi.

Nah, tips di atas bisa kita aplikasikan bareng-bareng dengan teman-teman pesepeda lainnya. Jangan sampai kita berniat menyehatkan dan menyegarkan badan, justru malah terkena sebaran covid-19 dari pesepeda lainnya yang belum tentu sehat wal afiat seperti biasanya. Maka dari itu, waspada dan berjaga-jaga itu penting daripada bersikap acuh dan meremehkan dari wabah ini. Tetap jaga kesehatan, patuhi protokol kesehatan. Semoga kondisi ini lekas pulih seperti sedia kala.

Tips Aman ke Rumah Sakit saat Covid-19

Mau ke rumah sakit tapi galau? Aman gak sih pergi ke rumah sakit di tengah pandemi? Protokol keamanan berkunjung ke rumah sakit seperti apa?

Sejak awal tahun 2020 sampai dengan saat ini penyebaran virus corona (Covid-19) masih belum juga berakhir, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah saja, tidak terkecuali masyarakat yang memiliki berbagai penyakit kronis.
Namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa teman-teman yang butuh sekali untuk ke rumah sakit. Ada yang butuh kontrol kesehatan. Ada yang harus ketemu dokter untuk periksa kesehatan. Ada yang harus periksa. Belum lagi ibu hamil yang butuh sering ketemu dokter kandungan.

Rumah sakit penting dan pergi ke rumah sakit sudah jadi kebutuhan bagi sebagian orang.

Guna mengantisipasi penularan virus lebih masif di area layanan kesehatan, mari kita lihat beberapa tips Aman ke rumah sakit dalam masa pandemi covid-19


1.Pasien diminta untuk melakukan kontrol secara online dan tidak ke rumah sakit jika tidak butuh sekali, demi menghindari penularan virus corona.

2. Jangan lupa gunakan masker dan kacamata pelindung. Untuk kaca mata cara yang menutupi bagian bawahnya dan nempel ke daerah pipi atau bisa juga menggunakan face shield yang menutupi seluruh wajah

3. Gunakan hand sanitizer sebelum masuk area rumah sakit dan setelah keluar rumah sakit.

4. Jaga jarak aman minimal 1 meter sehingga mencegah penularan dari orang-orang disekitar (physical distancing)

5. Tidak lupa juga untuk jaga imunitas tubuh karena itu yang paling penting, juga jangan terlalu paranoid atau takut yang berlebihan karena akan menurunkan imunitas tubuh.

Sebenarnya beberapa tips diatas bukan hanya berguna untuk melindungi diri kita dari penularan covid-19 namun kita juga turut menjaga orang-orang disekitar kita dan keluarga kita mengingat virus ini menyebar dengan cepat. Di masa-masa seperti ini kita sebagai warga Indonesia yang baik dan berperikemanusian sesuai dengan Pancasila sila ke-2. Jangan menyerah dan bersikap egois ya teman-teman. Kita semua pasti bisa melewati masa sulit ini.

Rekomendasi Makanan Gurih Non Manis di Yogyakarta

Dikutip dari www.food.detik.com

Yogyakarta memang akrab dengan makanan manis seperti gudeg, atau sayur, serta sambel-sambelan yang dimasukkan gula pasir di dalamnya. Tipikal makanan seperti itu menjadi kesukaan banyak orang, namun menjadi petaka bagi mereka yang lebih menyukai makanan gurih yang sama sekali tidak mengandung gula di dalamnya. Maka dari itu tulisan ini lahir untuk memberikan serangkaian rekomendasi makanan yang bisa jadi pas di lidah para pecinta makanan gurih nan pedas-pedas sikit.

1. Nasi Ayam Goreng Padang Sederhana

Kalau kamu sedang berada di Jalan Kaliurang km 5, tepatnya di sekitar pom bensin, kamu bisa sekali loh melipir ke samping Pizza Hut. Jadi di sana ada seorang Mas dan Mbak (berdasarkan hasil investigasi saya, mereka adalah sepasang suami istri) yang berjualan makanan padang sederhana. Gerobaknya berwarna kuning putih dengan tulisan berwarna biru. Kamu bisa menemuinya pada pukul 10 pagi hingga 1 siang, tergantung seberapa cepat makanannya habis.

Ayam goreng tepungnya andalan sih di situ. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp. 9.500 saja, kamu akan mendapatkan sebungkus nasi porsi besar, sayur daun ubi kalau bukan bayam, kuah padang, dan ayam goreng yang lezat. Apabila berkenan, belilah es teh yang hanya seharga Rp. 2.000 saja. Es teh mas itu mantap sekali loh. Pas dan isinya tidak hanya es, tetapi tehnya berasa. Kalau kamu tidak suka ayam, di sana ada berbagai lauk pilihan lainnya, seperti lele, tahu, tempe, telur biasa, dan telur balado.

2. Lotis dan Rujak Pedas Sesuai Selera

Nah, penjual lotis dan rujak keliling ini ada di lorong samping Pizza Hut Jakal juga. Jadi setali tiga uanglah kalau kamu mampir ke sana membelinya. Penjualnya seorang bapak-bapak, biasanya dia memakai batik, dan gerobaknya berwarna biru. Terpajang buah-buahan khas penjual rujak dan lotis lain seperti bengkuang, papaya, mangga, jambu, dan lain sebagainya.

Lantas apa yang membedakannya dari penjual lain sampai dia harus masuk rekomendasi tulisan ini? Oh ya tentu saja, bumbunya! Jadi saat membeli lotis atau rujak, kamu bisa meminta bapaknya untuk membuatkan bumbu yang paling enak. Tinggal sebutkan saja berapa cabe yang kamu mau sebagai campuran. Bumbu bapak ini mantap sekali untuk ukuran penjual lotis dan rujak keliling. Ia kental dan pokoknya kamu harus coba langsung!

3. Angkringan depan Hotel 101 Tugu

Maafkan penulis yang lupa sekali nama angkringan bapak ini. Tapi tenang saja, kamu bisa menemukannya di depan Hotel 101 Tugu. Dia tepat berada di sana. Mungkin kami akan kebingungan karena ada dua angkringan sekitar situ, tapi percaya samaku. Jika kamu melihat Hotel 101 kamu tinggal menyebrang saja. Angkringan bapak itu di depannya menyajikan banyak lauk, mulai dari sosis, ayam, ikan, beberapa jenis nasi kucing, goreng, dan kerupuk tentu saja.

Kalau kamu suka makanan gurih, banyak, dan murah, angkringan bapak ini adalah tujuan yang amat membahagiakan. Bagaimana tidak? Beliau dan istrinya, juga beberapa karyawannya, menyediakan pelanggan sayur dan sambel gratis, serta nasi yang bisa ditambah sendiri jika tidak puas dengan nasi kucing isi-isiannya di pajangan. Nasi, sayur, dan sambel itu bisa kamu ambil sendiri di belakang gerobaknya. Sisanya ya, silakan memilih lauk yang kamu suka. Pesanlah es teh biar lebih mantap!

4. Soto Sampah, Alun-Alun Utara

Setelah dari Tugu, sekarang kita beranjak ke arah Altar, atau Alun-Alun Utara. Di sana kamu bisa mencari Soto Sampah, tulisannya besar di bagian depan. Sepertinya akan segera nampak jika kamu mencarinya dengan saksama. Meskipun namanya soto sampah, kamu ndak akan disajikan semangkuk air dan plastik serta sisa makanan kok. Justru kamu akan disajikan “sampah” istimewa, berupa soto enak dan tentu saja, lagi-lagi, murah!!!

Harga soto sampah jika nasinya digabung hanya sekitar Rp. 8.000 saja. Tapi rasanya, hm mungkin bisa dibilang Rp. 50.000. Soto di hotel besar di tempatmu saja mungkin kalah enak sama soto sampah andalan ini. Oh ya, di sana juga ada berbagai macam sate-satean pengantar makan. Mulai dari sate ampela hingga telur puyuh. Ada pula gorengan dan tentu es teh, es jeruk, dan es es-an yang lain. Kalau kamu kurang dengan nasi yang dicampur soto, mintalah memisahkan nasinya. Nanti bakalan dikasi nasi plus bawang goreng di atasnya. Rasa soto dan nasi hangat ini akan sangat sopan masuk ke perutmu.

5. Sop Ayam Pak Min Klaten di Jalan Mataram

Kalau kamu berada di jalan menuju Malioboro, kan lampu merah belok kanan itu sudah menuju parkiran yang bertingkat, nah kamu ambil jalan sebelah kiri, namanya Jalan Mataram. Teruslah berkendara sampai dapat tugu kecil, samping tugu, masih di pinggir jalan, ada penjual sop ayam namanya Sop Ayam Pak Min Klaten. Orang asli Yogyakarta pasti sudah tidak asing lagi dengan tempat yang satu ini. Kenapa?

Karena cabangnya sudah di mana-mana. Ada di Gejayan, Monjali, bahkan Jakal atas. Rasa kuahnya memang enak sekali. Isian sopnya bisa kamu pilih langsung, mulai dari dada hingga sayap semuanya ada. Nasinya bisa diminta pisah atau campur. Ada gorengan sebagai pelengkap. Ada es teh sebagai penghilang dahaga.

6. Ayam Lalapan Ngasem Jakal km 9

Menurut penulis, inti dari sebuah ayam lalapan berada pada sambel dan gurih ayamnya. Ayam Lalapan Ngasem menawarkan keduanya. Ayamnya gurih, tidak benyek, dan tentu saja tidak terlalu berminyak serta masih bisa dikunyah dengan baik. Sambelnya? Jika kamu tidak suka dengan yang pedas, kamu bisa minta sambel kacang saja. Sambel kacangnya ini, astaga, jika di KBBI ada kata di atas kata ENAK, maka itulah kata yang akan kupilih untuk mendefinisikan sambel tersebut.

Harganya lumayan murah karena tidak akan menguras kantongmu terlalu dalam. Tapi tempat ini hanya buka pada malam hari, sehabis magrib. Jadi jika kamu ingin mencobanya, berkendaralah ke sana, jangan lupa memakai jaket agar tidak masuk angin. Jakal ke atas lagi dingin-dinginnya kan kalau malam.

Jadi itulah tadi beberapa rekomendasi makanan yang bisa kamu coba jika sedang berkunjung ke Yogyakarta dan ingin mencoba makanan lain selain gudeg dan kawan-kawannya yang manis. Semoga satu dari rekomendasi ini pas di lidah dan tenggorokanmu ya. Soalnya yang pas itu biasanya tidak bikin enek dan menghasilkan efek candu. Siapatau setelah ini kamu jadi candu ke Yogyakarta. Hehe..

Pesepak Bola Muslim di Eropa

Sumber:waspada.co.id

Pesebak bola Muslim di Eropa menjadi sorotan media beberapa waktu. Memasuki tanggal 1 Ramadhan dalam kalender Hijriyah, umat Islam di belahan dunia manapun diwajibkan untuk melaksanakan rukun Islam yang ketiga, yaitu ibadah puasa. Dalam ajaran islam, bagi orang muslim yang sudah cukup umur, wajib hukumnya untuk berpuasa penuh selama sehari. Kewajiban tersebut tidak lantas kemudian menjadi gugur karena suatu pekerjaan yang digeluti oleh seorang muslim.

Nah, begitu juga dalam dunia sepak bola. Ketika ada seorang muslim yang menjadi pemain sepak bola profesional, jika sudah memasuki waktunya berpuasa, maka ia wajib untuk menjalankannya. Kalau kita amati, yang menjadi kiblat dari permainan si kulit bundar adalah di tanah Eropa. Setiap pemain yang mempunyai mimpi untuk menjadi pemain sepak bola beken, maka pasti yang menjadi rujukan adalah bermain untuk klub-klub di eropa sana.

Menjalankan ibadah puasa di tengah-tengah sedang menjalani kompetisi pertandingan, tentu saja membutuhkan tenaga dan semangat yang lebih dari biasanya. Sebagai pemain profesional dan seorang muslim sejati, mereka harus mematuhi dua kewajiban sekaligus dalam satu waktu yang bersamaan.

Di bawah ini ada beberapa pemain sepak bola muslim profesional yang mempunyai karir cemerlang di kancah Eropa:

  1. Paul Pogba

Paul Pogba merupakan salah satu andalan dari timnas Perancis dan juga tim Manchester United. Ia merupakan pemain kelahiran Perancis yang berposisi sebagai pemain tengah. Pogba termasuk seorang muslim sejati. Ketika kompetisi sedang libur, ia bersama keluarganya menyempatkan diri untuk umroh ke tanah suci Mekkah. Hal ini terbukti dari unggahan di akun media sosialnya. Pada ajang World Cup 2018 yang lalu, kejuaraan tertinggi dari sepak bola ini digelar pada waktu umat muslim di dunia sedang menjalani bulan puasa. Sehingga, Pogba menjalankan dua kewajiban dalam satu waktu.

Sumber: cnnindonesia.com
  • Riyad Mahrez

Saat ini, Mahrez sedang membela tim Manchester City. Ia merupakan salah satu penyerang sayap yang sangat lincah, dan biasa menyisir dari pinggir lapangan untuk kemudian mengirim umpan matang ke depan gawang. Sebelum bergabung ke tim Manchester Biru, ia terlebih dahulu membela Leicester City dan memenangkan trofi tertinggi di tanah Inggris. Mahrez merupakan pemain kebangsaan Aljazair yang dilahirkan di Perancis, dimana di negara asal kedua orang tuanya, Aljazair agama Islam termasuk agama mayoritas. Mahrez juga terkenal sebagai seorang muslim yang taat, bahkan ia juga pernah melaksanakan ibadah umroh.

Sumber: sport.detik.com
  • Mohamed Salah

Salah merupakan salah satu penyerang andalan yang dimiliki oleh Liverpool. Ia bersama Sadio Mane dan juga Roberto Firmino menjadi trio yang mematikan bagi tim lawan. Salah dilahirkan di lingkungan mayoritas beragama Islam. Setiap kali ia mencetak gol, selebrasi yang dilakukan dengan posisi sujud di di lapangan. Hal ini mengingatkan kita akan posisi sujud ketika sedang shalat. Selain menjadi pemain kunci bagi klubnya, ia juga merupakan pahlawan sepak bola bagi negaranya, Mesir. Berkat dua golnya ke gawang Kongo ketika kualifikasi Piala Dunia 2018 yang lalu, Mesir akhirnya bisa lolos ke piala dunia untuk pertama kalinya selama 28 tahun terakhir.

Sumber: cnnindonesia.com
  • Sadio Mane

Selain Mohamed Salah, salah satu penyerang terbaik yang dimiliki oleh Liverpool dan juga salah satu yang tertajam di Liga Inggris adalah Sadio Mane. Pemain berkebangsaan Senegal ini menempati posisi sayap, baik di klub maupun di timnas. Mane juga merupakan pemain terbaik Afrika pada 2019 lalu. Mengalahkan dua pemain Afrika lainnya yang juga bermain di kompetisi Liga Inggris, yaitu Mohammed Salah dan Riyad Mahrez. Selain termasuk muslim yang taat, di tempat kelahirannya di Senegal, ia merupakan anak dari pemuka agama. Sehingga sejak kecil, Mane memang terlatih untuk rajin melaksanakan kewajibannya. Bahkan baru-baru ini, ia mendirikan Masjid di kampungnya, sehingga umat Muslim di sana bisa beribadah dengan nyaman.

Sumber: sport.detik.com
  • Mesut Ozil

Mesut Ozil menjadi bagian dari kesuksesan Timnas Jerman saat memenangkan tropi World Cup 2014 yang lalu. Ia menjadi salah satu andalan lini tengah Timnas Jerman. Dalam beberapa tahun terakhir, Ozil termasuk ke dalam pemain top assist di kompetisi teratas di Eropa. Mesut Ozil bisa dikatakan seorang muslim yang taat. Cristiano Ronaldo, rekan setimnya ketika masih membela klub Real Madrid, selalu mengingatkan Ozil ketika ia lupa membaca kalimat Basmalah sebelum memulai pertandingan. Selain itu, ia juga tidak lupa berdo’a setiap kali memasuki lapangan, hal lumrah yang selalu dilakukan oleh umat Muslim dimanapun. Baru-baru ini, ia menyumbangkan sejumlah uang untuk dipergunakan kepada korban Covid-19 di Turki.

Sumber: liputan6.com
  • Franck Ribery

Nama Franck Ribery tidak bisa lepas dari salah satu klub liga teratas di Jerman, Bayern Munchen. Sebelum ia pindah ke klub Italia, Fiorentina. Ribery merupakan sayap lincah yang menjadi pemain kunci di klubnya. Ia bersama Arjen Robben, seringkali merepotkan tim lawan lewat kaki lincahnya yang menyisir di dua sisi lapangan. Selain sebagai pemain hebat nan lincah, Ribery juga termasuk muslim yang taat. Sebelum memeluk agama Islam, Ribery merupakan seorang Kristiani, yang kemudian pindah agama setelah mengettahui Islam dari kekasihnya yang kemudian menjadi istrinya. Pemain yang mendapatkan nama Bilal Yusuf Mohamed ini tidak terbiasa meminum minuman bir.

Pernah suatu ketika sedang merayakan keberhasilannya menjuarai kompetisi, dengan iseng ia disiram dengan bir oleh rekan setimnya, tentu saja hal ini membuatnya marah. Biasanya, Ribery menggantinya dengan meminum air putih. Ribery juga merupakan salah satu penggagas dibangunnya masjid di sekitar stadion milik klub tersukses di Jerman tersebut. Ia juga menyumbangkan sebagian pendapatannya untuk pembangunan masjid. Ribery ingin para pengunjung dan juga suporter bisa melaksanakan kewajibannya dengan tenang, terutama shalat jum’at.

Sumber: tirto.id

Tentunya masih banyak pemain-pemain muslim lainnya, yang patut kita contoh. Ada banyak hal yang bisa kita tiru, selain profesionalitas mereka melaksanakan dua kewajibannya dalam satu waktu yang bersamaan. Total waktu mereka melaksanakan ibadah puasa dalam sehari juga pastinya berbeda dengan di Indonesia. Selamat melaksanakan ibadah puasa bagi teman-teman muslim semuanya, semoga barokah dan lancar hingga sebulan penuh.

Prince Mateen Melemahkan Iman Menguatkan Imun

Prince Mateen Melemahkan Iman Menguatkan Imun
Kehadiran Prince Mateen diantara berita-berita corona virus menjadi satu cerita babak baru.

Orang-orang, khususnya mbak-mbak penghamba kehaluan, dalam waktu sekejap mendapat hiburan dan bacaan baru. Hal ini bagus untuk tetap mempertahankan imun sekaligus bagus untuk membunuh kebosanan selama stay at home. Daripada keluyuran ke mal mending keluyuran saja di instagram Pangeran. Sudah aman, gak bakal diusir lagi, palingan cuma haus.

Masalah–lebih tepatnya konflik–mulai muncul mana kala ada sebagian akun dari warga +62… yang mulai membanjiri postingan ‘dada berkeringat’ pangeran. Banyak diantara akun itu mengelukan Sang Pangeran seolah itu sesuatu yang maha uwow. Pula akan takut dianggap ketinggalan jika tidak ikut-ikutan basah dalam gelombang yang ada. Nyaris sama persis dengan Jojo (atlit Bulutangkis) yang beberapa waktu lalu dihujani komentar ‘uwow’ dari netijen hanya gara-gara selebrasi kebablasan sampai memperlihatkan bahu dan perut sobeknya. Sebegitu lemahkah ciwik ciwik dengan perut sobek?

Berkomentar boleh-boleh saja. Memuji dan memuja itu wajar. Namun kalau kebablasan yang ada justru tampak norak dan lebay. Postingan ini tentu tidak bermaksud menghakimi siapa-siapa, karena penulis sendiri juga sempat silaturahim anget ke akun Prince Mateen. Sayangnya jangan harap meninggalkan jejak komentar. Lagian saya mampir karena sebelumnya dapat pesan WA: mantu sultan, dengar-dengar ada pangeran lagi viral, itu suami kamu bukan? Jadi kehadiran saya di akun pangeran murni demi klarifikasi saja. ehe.

Baca juga bagaimana membuat konten

Seperti dunia nyata, dunia maya sebenarnya juga punya aturan dan sopan santun. Bayangkan jika kalian berkomentar di dunia maya itu seolah kalian sedang berkomentar di dunia nyata. Sembarang kata dilontarkan di kolom komentar seolah-olah tidak akan ada pihak lain yang memerhatikan. Belum lagi pemilihan kata yang mungkin menjurus ke cabul/ murahan. Tidak malukah jika jejak digital itu nanti sampai ke mana-mana?

Perkara lainnya, ternyata banyak pihak yang menganggap ‘kegaduhan komentar’ itu serupa merendahkan Sang Pangeran. Tidak sedikit pihak yang angkat bicara menjelaskan jika komentar-komentar yang dihujankan ke postingan Prince Mateen menjurus pada harassment. Selama ini banyak yang menganggap bahwa berkomentar murahan di postingan perempuan adalah bentuk pelecahan. Namun kalau komentar murahannya ke laki-laki, kenapa dibiarkan?

Belum lagi mendadak berlanjut hadir serangan-serangan ke akun perempuan yang dikabarkan dekat dengan sang pangeran. Klepek-klepeknya pada ‘dada keringetan’ si pangeran, tapi marah-marahnya sama mbak cantik yang jadi pemilik hati pangeran.

Terlepas dari ‘rusuh’ yang ada, apa tidak malu sama diri sendiri? Bukankan berkomentar, katakanlah komentarnya: ‘rahim anget’, ‘nodai aku’dll, tampak terlalu murahan? Halu itu boleh dan gratis, tapi jangan lupa harga diri. Sudah komentar jelalatan, enggak ditanggapi juga sama pangeran.

Lagian terlepas dari itu semua, masak iya sih seumur-umur belum pernah lihat ‘dada keringetan bahu kokoh perut serupa batako’ di kehidupan nyata? Mbok sekali-kali main ke celebrity fitnes atau tempat gym. Udah yakin banyak penampakan serupa Prince Mateen bahkan lebih. Atau ke pasar, banyak juga kok mas-mas di pasar yang punya bahu kokoh kulit eksotis.

Tapi ya sudahlah, toh semua sudah terjadi (dan tidak terjadi apa-apa, alias kamu masih jomblo dan Prince Mateen tetap kaya raya). Hanya saja mbok setelah ini lebih diatur dan ditata sedikit kepribadiannya. Saya tahu kok, keringet Prince Mateen memang susah dihempaskan dari pikiran kalian, tapi yakinlah keringet pasangan halal kalian lebih dari cukup untuk membuatmu bersyukur. Belum punya pasangan halal? Ya bayangin aja keringet orang tua kalian, dengan keringet merekalah kalian akhirnya bisa memimpikan mengelap keringet pangeran.

Tenang saja, selain Prince Mateen masih banyak kok laki-laki dengan fisik uwow yang bisa kalian silaturahimin akunnya, gratis pula. Tapi ingat jangan tampak ‘murahan’ saat komentar. Karena bisa jadi diantara mereka yang tengok komentar salah satunya adalah masa depanmu.

Merencanakan Konten Sosial Media

Jika ditanya, apa yang paling identik dengan kamu (anak muda), maka saya yakin jawabannya tidak jauh-jauh dari seputar sosial media. Instagram, Facebook, Twitter, Tik Tok, YouTube, dan lain sebagainya.

Facebook adalah media sosial yang paling gampang dipelajari pula menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak kecil sampai kakek nenek, dari kaum perkampungan sampai urban. Hanya saja daya tariknya semakin hari semakin melemah sejak kehadiran Instagram. Meski begitu bukan berarti Facebook sudah tidak digemari. Indonesia masih tercatat sebagai pengguna aplikasi Facebook dengan jumlah besar.

Twitter dulu sempat booming, namun perlahan goyah dan akhirnya setelah peremajaan kini dia eksis kembali. Penggunanya berbondong ‘pulang kampung’, Twitter jadi satu media yang kembali digandrungi banyak orang. Apa yang ingin diviralkan akan lebih cepat tersiar lewat Twitter dibanding media lain.

Instagram dan tik tok, kurang begitu familiar untuk mereka yang berada di ‘pinggiran’. Dua aplikasi ini memang dikenal cukup berkelas. Bahkan tidak jarang dijuluki ‘tempat untuk pansos’. Etalase pamer. Diam-diam banyak yang kurang percaya diri untuk mengisi Instagram karena dirasa tidak menarik, tidak berkelas atau dianggap tidak menjual.
Padahal sama dengan media sosial yang lain, baik instagram mau pun tik tok adalah media untuk berekspresi dan saling sapa. Meski tidak bisa dihindari, semua media sosial juga bisa jadi alasan sebuah konflik.

Kunci dari sosial media tentu saja konten. Apa pun aplikasinya, yang kita posting di situ disebut konten. Yang perlu digaris bawahi, konten yang kita buat itu apakah konten baik, positif dan berkualitas atau justru sebaliknya?
Tidak jarang, niat kita baik menciptakan konten tapi ditanggapi berbeda oleh netizen.

Semalam di kelas online sosial media, saya mencatat beberapa hal berkaitan dengan konten. Semua anggota kelas online setuju bahwa konten baik, positif dan berkualitas sangatlah penting. Tidak sedikit yang berpendapat bahwa konten menjadi salah satu gerbang untuk bertemu patner/ klien. Sebagian yang lain beranggapan konten yang dishare di media sosial adalah citra dari si pemilik akun. Konten di sosial media menjadi satu identitas bagi seseorang.

Personal branding seseorang bisa dibangun melalui unggahan konten di sosial media. Saya sepakat dengan ini.
Baik itu sosial media pribadi mau pun sosial media komunitas/ instansi. Tidak jarang sebelum berkenalan atau  memulai kerjasama, kita saling cek sosial media yang bersangkutan.

Era influencer dimulai dari semenarik dan sekuat apa media sosial seseorang. Brand tidak akan dengan ceroboh asal memilih akun untuk jadi mitranya dalam memasarkan produk.
Kadang kala akun kita tidak terpilih bukan karena postingannya yang buruk atau kurang menarik. Namun lebih kepada kita yang belum punya ciri khusus.

Ada beberapa hal yang sudah saya catat tentang bagaimana menciptakan konten yang menarik perhatian khalayak. Hal-hal dasar ini bisa dipraktikkan jika kita memang ingin menjadikan sosial media sebagai satu wadah identitas diri.
Kunci konten yang baik adalah konten yang direncanakan, begitu menurut Kak Wardah selaku social media associate  CFDS.

Berikut hal apa saja yang harus diperhatikan dalam menciptakan perencanaan konten, yaitu: menentukan bahasan media sosial, menentukan tujuan dari media sosial, dan terakhir mengenal media sosial yang ingin dipakai.
Persis seperti yang tertulis di awal postingan ini, bahwa sosial media baik itu Twitter, Facebook, Instagram, tik tok dan lain sebagainya, adalah punya karakter sendiri-sendiri.

Jika kita sudah tahu media apa yang dipakai, untuk apa konten itu dibuat pula tema apa yang kita ambil, maka akan mudah untuk membuat kontennya.
Setelahnya baru kita promosikan hasil karya kita.
Bagaimana caranya? Next time akan ada postingan lanjutan di website ini.

Kampung Naga : Bentuk Hidup Selaras dengan Alam

Melupakan sejenak hiruk pikuknya kota menjadi cita-cita banyak orang, terlebih di era saat ini. Seakan kota menjadi pusat modernitas. Mobil dan motor penuhi lalu lintas. Gedung-gedung tinggi seakan menjulang tanpa batas. Udara segar menjadi hal yang dirindukan. Kembali ke alam, melihat hamparan hijau khas perdesaan menjadi hal yang diimpikan.

Salah satu perkampungan adat di Jawa Barat dapat membayar segala macam problematika khas perkotaan, tentang rinduhnya hidup selaras dengan alam. Nama kampung ini Kampung Naga. Berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pertama kali menginjakan kaki di kampung ini, perasaan tenang dan segar seakan penuhi jiwa dan pikiran.

Hamparan hijau sawah khas perdesaan serta suara gemricik air sungai dan binatang, seakan menjadi obat relaksasi dari riuhnya kehidupan perkotaan. Sebelum sampai di perkampungan ini, kaki kita akan dimanjakan dengan menuruni 440 anak tangga. Kata pepatah, untuk mencapai yang diinginkan perlu perjuangan terlebih dahulu, nah begitu juga untuk mencapai kampung ini, perlu perjuangan dahulu.

Masyarakat di kampung ini sangat memegang prinsip hidup selaras dengan alam serta mempertahankan adat istiadat turun temurun dari nenek moyang. Jangan kaget saat berada di kampung ini, kita tidak akan menemukan listrik untuk sekadar mengisi daya ponsel kita saat tengah habis atau untuk aktivitas lainnya. Mereka percaya bahwa saat modernitas masuk di tengah mereka, maka akan menciptakan kesenjangan dan hilangnya kebersamaan antar warga. Lebih-lebih dapat membuat hidup mereka menjadi tidak tenang.

Tatanan bangunan yang rapi dan arsitektur khas menjadi daya tarik tersendiri perkampungan ini. Semua bentuk bangunannya seragam, berbentuk panggung dengan atap ijuk kayu serta berdinding anyaman bambu. Ukuran rumahnya sama yakni, 5 meter x 8 meter, menghadap dua arah, ke selatan dan utara. Bentuk atapnya dua arah yang mengandung arti tentang menjauhi perlombaan antar sesama. Penggunaan anyaman dari bambu tersebut bukan tanpa alasan selain sebagai ventilasi agar udara di dalam rumah tetap segar, juga sebagai sarana silahturahmi antar warga sekitar.

Di dalam rumah tidak ada kamar mandi, semua kamar mandi terletak di luar rumah. Uniknya, bagian dalam kamar mandi hanya terdapat pancuran air mengalir dan lubang untuk buang air. Di bawah kamar mandi ini terdapat kolam yang berisikan ikan-ikan, yang siap memakan limbah-limbah hasil produksi tubuh. Menurut masyarakat setempat tatanan rumah seperti itu, membuat mereka seakan hidup tenang, jauh dari gangguan alam seperti gempa dan banjir yang menghantui manusia pada umumnya.

Hal ini lantaran, cara mereka hidup yang selaras dengan alam, mencintai alam serta bersahabat dengan alam. Pola rancangan bangunan rumah panggung yang dibangun masyarakat terbilang aman dari gemba, dengan pola rumah panggung yang disimpan di atas pondasi batu alam, kondisi ini relatif aman saat gempa menerjang.

Keunikan lainnya perkampungan ini adalah ketika menjelang sholat. Jika di perkotaan saat menjelang sholat maka dikumandangkan adzan kemudian untuk menunggu jamaah akan diperdengarkan puji-pujian kepada Allah, maka di Kampung Naga hanya ada suara bedug yang dipukul sebagai penanda sholat akan dimulai. Hal ini dikarenakan masyarakat disana tidak menggunakan listrik.

Saat malam tiba, terlihat rumah-rumah menyalakan api sebagai pengganti lampu. Bukan kegelapan dan ketakutan yang dirasakan, melainkan ketenangan batin yang tidak ditemukan di perkotaan. Ditambah lagi dengan kelap-kelip dari binatang kecil kunang-kunang, menambah indah kampung ini. Perjalanan setengah hari di Kampung Naga memang tidak terasa, lantaran tenangnya suasana alam dari kampung ini.

Bagi pencinta traveling ke alam, Kampung Naga dapat menjadi list kunjungan setelah virus Covid-19 nanti berakhir, yang terpenting saat ini nikmati dahulu segala macam kegiatan yang terpaksa dilakukan di dalam rumah. Nanti, ada saatnya kembali lagi beraktivitas di luar rumah dan traveling ria ke alam. Stay safe and healthy everyone.