free page hit counter

Food Waste Berawal Dari Isi Piringmu

Food Waste

Food Waste Berawal Dari Isi Piringmu

Contents

Mengenal Food Waste

Pernah kalian mendengar istilah makan tanpa sisa? Pasti pernah dong. Atau jangan-jangan kamu adalah salah satu orang yang mendukung gerakan ini? Jika iya, selamat kamu telah ikut berkontribusi menjaga bumi. Karena ternyata apa yang tersaji dalam piring kita ikut menyumbang keberlangsungan lingkungan. Kalau kamu sudah rutin makan bersih tanpa sisa artinya kamu sudah ikut menekan menumpuknya limbah food waste.

Food waste itu sendiri aslinya bentuk makanan siap komsumsi namun oleh beberapa orang karena alasan tertentu justru terbuang sia-sia. Contohnya kalau kita kondangan. Ambil makan banyak-banyak tapi setelah dua atau tiga sendok suapan lalu udah, tinggal begitu saja. Padahal di piring itu masih banyak banget nasi dan lauk pauk yang ambil tadi. Contoh lainnya adalah saat jajan di resto atau kantin, pesan semua jajanan, ada Soto ada Gorengan ada Kerupuk, lalu campur jadi satu dalam mangkuk, taunya cuma lima suapan udah kenyang. Bilangnya sudah tidak nafsu. Awalnya makanan-makanan itu baik-baik saja tapi karena alasan tertentu tinggal begitu saja. Inilah yang menjadikan makanan itu dalam kategori food waste.

Isi Piring Sesuai Kebutuhan

Padahal apa susahnya sih mengambil makanan yang sesuai kebutuhan saja. Atau kalau bisa malah yang paling sedikit saja. Baru nanti kalau merasa enak atau cocok bisa ambil lagi. Rasanya tidak akan rugi kok dengan konsep ini. Bahkan misal kalau jajan ternyata porsinya jumbo, saya kira pedagangnya gak akan keberatan meminjamkan mangkuk untuk membagi makanan menjadi dua posrsi atau lebih. Bahkan saya kira tidak keberatan memberi plastik untuk membangkus sisa makanan kita.

Sayangnya entah dapat ilmu dari mana, orang-orang kadang merasa malu jika harus membungkus jajanan sisa makannya sendiri. Padahal itu makanan dia sendiri lho. Tidak jarang juga orang sengaja menyisakan makanan dengan alasan biar tidak dikira rakus atau terlalu lapar. Padahal menghabiskan makanan dengan piring tandas itu ajaran Nabi. Pula tidak ada keburukan di sana. Anehnya saya pernah menemukan kawan yang demikian, sengaja menyisakan makanan karena tidak mau dianggap rakus.

Tidak habis pikir bagaimana orang punya pemikiran demikian. Saya pribadi adalah tipikal orang yang selalu menghabiskan makanan yang ada di piring saya. Jika bertamu juga saya akan menghabiskan air yang dihidangkan atau makanan yang sudah saya pegang. Kalau saya rasa tidak akan sanggup menghabiskannya maka saya tidak akan ngide mencoba icip-icip.

Food Waste dan Kesehatan Lingkungan

Food waste menjadi satu masalah pelik bagi lingkungan. Sisa-sisa makanan (limbah restoran, rumah makan, rumah tangga, dll) akan menggunung di tempat pembuangan akhir. Hal ini yang sering menimbulkan bau tidak sedap dan menghadirkan hama yang berujung pada bibit penyakit.

Padahal semuanya berawal dari isi piring kita (kamu). Mulai sekarang lebih bijak lagi deh menaruh apapun dalam piring. Jika memang sudah sebegitu ambilnya maka habiskanlah. Bukan orang lain yang bisa menakar isi piringmu, tapi kamulah yang paham seberapa mampu dirimu.

Tidak perlu pula gengsi sampai beli segala macam jajanan di food court hanya karena merasa punya duit. Ya kalau beli lalu habis termakan atau bagi-bagi, tidak apa. Malah kehitung sedekah. Penjual senang, penerima sedekah bahagia, kamu padat pahala. Tapi kalau cuma beli demi lapar mata, saran saya hati-hati.

Mulai hari ini tidak perlu takut menghabiskan makanan di piring kalian. Tidak perlu gengsi. Kalau misal ada niat untuk tidak menghabiskan, cobalah untuk ingat lagi bagaimana akibatnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *