Payungi University Wadahi Pemuda Transformatif

Sumber gambar: inilampung.com

Payungi University Wadahi Pemuda Transformatif

Mengenal Payungi University

Payungi University ini merupakan salah satu bagian pengembangan dari Pasar Payungi. (Jhe, 2020)

Selain itu, Payungi University juga adalah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan merupakan organisasi berbasis masyarakat, jadi bukan organisasi profit. Payungi memiliki 3 pusat studi yaitu Pusat Studi Desa, Pusat Studi Perempuan dan Lingkungan, dan Kampung Bahasa Payungi. Payungi juga sebagai wadah belajar dan diskusi bersama. Kemudian fokus Payungi ini terutama dalam bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat. (Ruly Farid, 2019)

Pada Program Magang Pemberdayaan Masyarakat (PMPM) merupakan program kolaborasi penggerak Payungi University dan Pemuda Kota/Desa sebagai wadah pembentukan karakter penggerak dan pembinaan skill dan wawasan gerakan pemberdayaan masyarakat.

“PMPM ini ialah suatu program baru inisiasi dari Payungi sebagai bentuk penggerak anak-anak muda desa/kota untuk belajar serta mengambil peran aktif, yang nantinya akan menjadi suatu penggerak transformatif progresif di wilayahnya juga”, kata Musthafa Akhyar.

Sejarah Yayasan Payungi

Yayasan Payungi telah berdiri selama 3 tahun ini. Direktur Payungi University seorang penggerak awal bernama Dharma Setyawan yang juga seorang Dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro. Menurut tribunlampungwiki.com Dharma Setyawan bersama warga berhasil mendirikan sebuah pasar yang bernama Pasar Yosomulyo (Payungi). Pasar ini kemudian berguna sebagai beragam aktifitas kreatif, sehingga terciptalah Yayasan Payungi University.

Sebelumnya disebutkan bahwa inspirasi Payungi ini berasal dari Does University milik Erix Soekamti, seorang pemain bas dan vokalis band punk asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Endank Soekamti.

Namun, ada yang berbeda dari Payungi. Yakni terletak pada beragamnya program yang dikelola. Seperti adanya kelas desain grafis, sekolah desa, kelas video, animasi, kelas menulis, dan lain-lainnya. Harapan dari adanya sekolah ini ialah dapat memberikan keterampilan pada generasi muda. (Vovilia, 2020)

Selain itu, ada Ahmad Tsauban yang bergerak dalam bidang Pasar dan melakukan pendekatan dengan masyarakat. Juga ada Musthafa Akhyar sebagai Kepala PMPM, Dwi Nugroho sebagai Direktur Sekolah Desa Payungi University, Abdur Rohman Wahid sebagai Ketua Umum GenPi Lampung, Mustika Edi Santosa sebagai Sekretaris Umum GenPi Lampung, Iqbal Baikhaqi sebagai Koordinator Tim media Kreatif Payungi University, Hifni Septina Carolina sebagai Direktur WES Payungi, serta beberapa anggota tim lainnya.

Program Magang Pemberdayaan Masyarakat

Pada pertemuan magang ini peserta dan tim PMPM dari Payungi melakukan perbincangan yang sangat exited. Mulai dari sambutan hangat dari Payungi, sesi perkenalan Tim Payungi kemudian lanjut dengan cerita dan diskusi dari masing-masing peserta PMPM. Peserta PMPM ini bukan hanya berasal dari kota Metro, tapi dari berbagai macam daerah di Indonesia. Beragam latar belakang daerah, pendidikan, serta budaya menjadikan perkenalan semakin hangat dan seolah seperti keluarga dekat.

“Ya, kami dari Payungi dan peserta PMPM ini adalah keluarga, bukan lagi tamu, namun kita sudah menjadi keluarga baru sejak kita sama-sama tergabung di Yayasan Payungi University ini”, tutur Musthafa Akhyar.

Untuk semakin mengakrabkan antar kekeluargaan ini, peserta PMPM dibagi kedalam beberapa kelompok, kemudian berdiskusi serta menggali sedalam-dalamnya terkait motivasi, inspirasi serta cerita yang merupakan sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan masing-masing individu.

Cerita Para Sosok

Berawal dari Muhammad Dzakir An-Nawwaf beliau ini merupakan sosok yang cukup banyak pengalaman dan cerita kehidupannya, serta cukup inspiratif. Mulai dari perjuangan dalam menempuh pendidikan serta beberapa pengorbanannya hingga saat ini. Ya, beliau ini tidak lain dan tidak bukan ialah seorang guru di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kota Metro. Cukup banyak insight yang didapat dari sosok pemuda ini terutama dalam ketertarikannya di dunia pendidikan. Perjuangan dan semangatnya dalam mencerdaskan generasi muda ini patut dicontoh dan diaplikasikan dalam kehidupan. Terutama jika kita adalah seorang pemuda harus benar-benar awareness terhadap pendidikan di Indonesia.

Selain itu, ada pelajaran yang tak kalah keren juga dari sang penjelajah satu ini, namanya Agita Yuliana. Sosok yang bukan hanya memiliki kegiatan produktif sebagai akademisi, namun juga berkecimpung dalam dunia organisasi. Bahkan tidak hanya di dalam kampus tetapi juga aktif di organisasi luar kampus seperti Palang Merah Indonesia (PMI). Hal unik dari beliau adalah habit-nya terhadap perubahan. Hal tersebut terbukti dari kultur beliau yang suka berpindah-pindah tempat tinggal. Seperti yang awalnya di kabupaten Waykanan kemudian sekarang di Kota Bumi. Selain itu juga sering ke beberapa daerah di Indonesia untuk mengikuti serangkaian kegiatan baik dari kampus maupun luar kampus.

Banyak cerita dan kisah yang akan kita dapatkan dari orang-orang, baik itu keluarga, sahabat, teman, maupun orang yang baru kenal. Mereka ibarat menyimpan sebongkah emas yang sungguh berharga.

Kontribusi Payungi University

Lebih jauh tentang Payungi ini, ternyata telah memberikan kontribusi yang aktif dan positif bagi masyarakat. Hal ini terbukti oleh adanya ketertarikan Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf  RI), untuk mengunjungi dan bertemu pengurus GenPi Propinsi Lampung. Keinginan Sandiaga Uno tersebut diketahui saat Nemuin Komunitas (Netas) yang telah digelar oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kamenfarekraf) via Zoom Meeting bersama para GenPi Lampung, beserta semua kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata se-Indonesia.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, petinggi penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif, Abdul Rohman Wahid menyampaikan tiga perihal pemberdayaan masyarakat, terutama di saat pandemi Covid-19 ini.

jejamo.com menerangkan bahwa, ”GenPi Lampung menjelaskan tiga poin penting yang sudah mereka kerjakan supaya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat pada saat Pandemi Covid-19. Yakni pemberdayaan Pasar Payungi Kreatif yang telah ada sejak tahun 2018. Untuk saat ini saja, omset yang telah mencapai lebih dari 4,5 Miliar dengan pendapatan per gelaran kisaran 45-55 juta. Selain pasar kreatif, Payungi juga mempunyai Sekolah Payungi University serta Pesantren Wirausaha,” ungkap Abdul Rohman Wahid dalam sesi diskusi tersebut. (Mawandhi, 2021)

Generasi Pesona Indonesia Lampung

Selain itu GenPi Lampung sudah mendirikan Pasar Kreatif yang ada di beberapa kabupaten seperti di Kota Metro, Sanmory Taman Asri di Waykanan, Pakare di Lampung Tengah, serta Sarung Manggung dan Teman Jalan di Lampung Timur. Pasar kreatif ini memegang ciri khas yang sangat penting yakni mengedepankan kolaborasi pentahelix. Pentahelix sebagaimana dikutip dari kemenkopmk.go.id ialah sebuah konsep atau multipihak antar unsur Pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen untuk mengembangkan potensi lokal desa dan kawasan pedesaan. (Kemenko PMK, 2021)

Keterkaitan dari berbagai program tersebut bertujuan untuk menciptakan suatu kolaborasi yang berdaya dan berguna untuk kebermanfaatan serta kesejahteraan. Baik dari masyarakat terkait, juga para pemuda-pemudi yang belajar dan berprogres bersama Yayasan Payungi University untuk bergerak dan melangkah menjadi sosok generasi pemuda yang transformatif.

Referensi

Jhe, M. (2020). Payungi University Gelar Seminar International. Genpi.Id. Retrieved from https://genpi.id/payungi-university-gelar-seminar-international/

Kemenko PMK. (2021). Pentahelix, Lima Unsur Kekuatan Dalam Pengembangan Potensi Desa dan Kawasan Perdesaan Kian Mendapatkan Respon Positif. Kemenkopmk.Go.Id. Retrieved from https://www.kemenkopmk.go.id/pentahelix-lima-unsur-kekuatan-dalam-pengembangan-potensi-desa-dan-kawasan-perdesaan-kian

Mawandhi, H. (2021). Menparekraf Sandiaga Uno Bakal Bertemu GenPi Lampung. Jejamo.Com. Retrieved from http://www.jejamo.com/menparekraf-sandiaga-uno-bakal-bertemu-genpi-lampung.html

Ruly Farid, S. (2019). Payungi University. Indorelawan.Org. Retrieved from https://www.indorelawan.org/organization/5fa2717b55a1300026b23e35

Vovilia, K. (2020). Lewat Payungi University, Diharapkan Bisa Meningkatkan Skil Anak Muda. TribunLampungWiki.Com. Retrieved from https://tribunlampungwiki.tribunnews.com/

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *