Rumah Ibadah yang Berdampingan di Indonesia

Rumah Ibadah yang Berdampingan di Indonesia

Source : Freepik

Idul Fitri, 2019.

Bapak Satpam Gereja di kotaku terlihat sedang membantu masyarakat muslim memarkirkan kendaraannya dengan penuh semangat. Seperti saat Idul Fitri datang, Masjid Agung akan ramai oleh masyarakat setempat yang ingin menjalankan ibadah shalat eid. Kali ini sebagian kendaraan beroda empat diparkir pada halaman depan gereja.


“Selamat pagi, Pak. Silakan parkir bagian pojok sana ya, Pak,” sapa pak satpam dengan senyum sumringah sambil mengarahkan mobil.

“Pagi, Pak. Baik terima kasih,” balas bapak.

Samar-samar kuingat percakapan mereka waktu itu. Tapi untuk senyuman mereka, masih kuingat dengan jelas.  

Hal tersebut adalah salah satu contoh nyata yang bisa membuktikan, bahwa keberagaman yang kita miliki sebenarnya menjadi warna-warni kehidupan, bila kita punya sudut pandang yang positif.

Sejak lama, setiap agama telah menghargai keragaman dan memahaminya sebagai anugerah terindah dari Tuhan. Sejak lama pula, kita sudah terbiasa hidup berdampingan. Salah satu buktinya adalah tempat ibadah yang dibangun secara berdampingan.

Bedasarkan buku yang berjudul merayakan keragaman, terdapat 16 daerah yang memiliki tempat ibadah berdampingan. Itupun yang sudah teridentifikasi, mungkin saja masih banyak daerah lain seperti halnya daerahku.

Sangat disayangkan rasanya, bila informasi menarik tentang banyaknya tempat ibadah yang dibangun secara berdampingan ini, hanya aku yang tahu. Maka, untuk bekal kalian jika suatu saat bepergian coba simak rangkuman beberapa wilayah berikut:

  1. Kompleks Puja Mandala Bali, uniknya komplek ini ialah terdapat 5 tempat ibadah yang berbeda, yaitu Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa, Vihara Buddha Guna, Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Dua, dan Pura Jagatnatha. Dan ternyata komplek ini disahkan sejak tahun  1997 loh oleh Menteri Agama.
  2. Bangka Barat Kampung Tanjung Kecamatan Muntok, di daerah ini terdapat 2 rumah ibadah yaitu Klenteng Kong Fuk Miau dan Masjid Jami. Klenteng Kong Fuk Miau lebih awal berdiri yaitu pada tahun 1800an lalu kemudian dibangunlah Masjid Jami. Pembangunan Masjid Jami dilakukan secara bergotong royong oleh warga Tionghoa dan Melayu. Pihak kuil memberikan sumbangan berupa tiang penyangga untuk masjid. (Wikipedia)
  3. Bogor, Jawa Barat, Kampung Bulak Cibinong, terdapat masjid yang arsitekturnya mirip dengan klenteng, yakni Masjid Tan Kok Liong. Apabila melihat sekilas, bangunan ini bisa saja dikira klenteng padahal sebuah masjid. Uniknya arsitektur yang ada menjadikan para wisatawan sering berkunjung ke masjid ini loh, sekaligus beribadah.
  4. Boyolali, cukup banyak nih rumah ibadah yang berdampingan di Boyolali yaitu Masjid Agung, Gereja Katolik Kristus Raja Damai, Gereja Sola Gracia, Pura Bhawana Tata, dan Wiraha Abhayagiri Samudra Bakti. Ternyata kelima rumah ibadah diatas berada dalam satu komplek.
  5. Garut, bukan hanya dodol Garutnya yang terkenal, terdapat bangunan bersejarah ialah Candi Cangkuang dan Makam Eyang Embah Dalem Arif Muhammad. Kedua bangunan tersebut berada dalam satu wilayah dan memiliki kaitan erat dengan sejarah penyebaran agama islam.
  6. Jakarta, banyak juga nih diantaranya Masjid Istiqlal dan Katedral, Masjid Al-Muqarrabien dan Gereja Masehi Injil, Masjid Al-Muqarrabien dan Gereja Manahaim, Vihara Satrya Dharma dan Masjid Jami Nurul Falah, Pura Aditya Jaya dan Masjid Al Taqwa, Vihara Satya Dharma dan Kuil Shiva Mandir, dan Pluit.
  7. Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), nah kalau ini dibagian Taman Mini Indonesia Indah yang terdapat 8 rumah ibadah diantaranya Masjid Pangeran Diponegoro, Gereja Katolik Santa Catharina, Gereja Protestan Haleluya, Pura Penataran Agung, Kertabhumi, Vihara Ary Dwipa Arama, Sasana Adirasa Pangeran Samber Nyawa, dan Kuil Khonghucu Kong Miao (Klenteng Lintang Kong Miao).
  8. Lombok, terdapat rumah ibadah yaitu Pura Lingsar dan Tempat Ibadah Pemeluk Islam Wektu Telu. Meski berbeda keyakinan, kedua pemeluk agama tersebut hidup dengan rukun, bahkan memiliki tradisi yang dilaksanakan bersama-sama, yaitu Perang Topat.
  9. Magelang, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara. Di Magelang sendiri terdapat Masjid yang mirip Klenteng yaitu Masjid Al-Mahdi. Masjid ini dibangun oleh muslim keturunan Tionghoa.
  10. Malang, Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel dan Masjid Agung Jami’. Dilansir dari suarajatim.id ternyata pada tahun 2019 shalat eid saat idul adha bertepatan dengan ibadah atau misa. Hanya selisih 2 jam saja, mereka tetap beribadah sesuai jadwal, namun bila shalat belum selesai pihak GPIB bersedia mengundurkan waktu ibadah mereka. Dan mereka merasa itu hal yang biasa karena sudah sering menerapkan toleransi, apalagi dengan Masjid Agung Jami, yang bersebelahan langsung dengan Gereja.

Nah, banyaknya rumah ibadah yang telah dijelaskan diatas merupakan bukti kuat bahwa kita sebenarnya telah terbiasa dengan keragaman, maka jauhkanlah pikiran negatif tentang keragaman yang kita miliki. Bukankah indah bila kita saling bergandengan?

Source: ANTARAFOTO/Indrianto Eko Suwarso
source: Mandrapahlawa.blogspot.com

Share this post

Comments (2)

  • Mendhezz Reply

    Tulisannya menyejukkan. Inspirasi buat semua

    8 April 2020 at 12:55 pm
  • Bennartho Denys Reply

    Semakin bangga jadi Indonesia

    8 April 2020 at 3:25 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.