Antara Pahlawan dan ‘Ah, Lawan!’

Antara Pahlawan dan ‘Ah, Lawan!’

“Pahlawan bukan tuan atau puan yang duduk di kursi negeri, bukan pula pemuda tanpa aksi, pahlawan masa kini adalah generasi berdedikasi untuk kemakmuran Ibu Pertiwi”
November identik dengan Hari Pahlawan yang diperingati pada 10 November, seperti yang kita ketahui pahlawan sering didefinisikan sebagai seseorang/sekelompok orang yang menonjol dalam pengorbanan dan membela kebenaran. Tak perlu jauh-jauh menilik kebelakang, kini banyak pahlawan bermunculan dari berbagai bidang seperti petugas medis, penggiat usaha, pemerintah dan masyarakat yang tengah berjuang untuk menanggulangi dampak pandemi oleh COVID-19 yang tak hanya menyerang kesehatan, namun juga bidang lainnya seperti ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. Lalu apa sebenarnya makna dibalik kata Pahlawan dan Lawan?

Pandemi di Indonesia belumlah usai, terhitung 10 November 2020 terdapat 440.569 kasus positif COVID-19 dan masih bertambah setiap harinya. Banyak perusahaan dan pelaku usaha lainnya terpapar krisis, hingga harus mem-PHK banyak karyawan. Hal tersebut tentu membuat krisis ekonomi kian buruk. Tak hanya menyerang ekonomi, banyak tenaga medis yang masih berjuang digarda terdepan untuk menanggulangi COVID-19 ini. Segenap jiwa dan raga dikerahkan untuk menolong banyak pasien yang positif Corona. Namun dengan bertambahnya jumlah pasien yang sembuh menimbulkan secercah harapan.

Walaupun banyak kasus dimana masyarakat menolak jenazah pasien positif COVID-19 untuk dimakamkan di desa setempat. Bahkan ada beberapa kasus tenaga medis yang dilempari kotoran. Padahal sudah banyak nyawa dari para sejawat tenaga medis yang berkorban bahkan hingga meninggal.

Mengapa Kita Harus Memilih Antara Pahlawan Atau ‘Ah, Lawan’?

Pahlawan Lawan

Tentu kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak, mengingat masyarakat yang sudah jengah dengan oknum yang mengatasnamakan tenaga medis hanya untuk kepentingan belaka, dari hal tersebut membuat masyarakat hilang percaya dan menduga-menduga. Memang tidak keseluruhan hanya sebagian, namun sebagai masyarakat yang bain tentu haruslah kita bijak dalam bertindak dan menerima informasi. Mengingat arus media yang kian bebas hingga banyak informasi hoaks yang bermunculan.
Namun arus informasi kini membuka kesempatan banyak penggiat usaha online untuk terus melanjutkan hidup.

Tentu hal tersebut dapat menjadi solusi di tengah pandemi ini. Beberapa influencer dan selebgram juga turut andil untuk kembali mempromosikan usaha-usaha masyarakat dengan me-review serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama saling membantu para penggiat usaha.


Sebagai masyarakat apakah kita tidak punya andil? Tentu kita memiliki andil yang sangat besar, dimana tetap melakukan pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan. Saling menjaga dengan tidak abai kepada sekitar. Membantu pemerintah dengan tidak berkerumunan ditempat umum, jika tidak terlalu penting. Berkampanye dengan terus menebarkan informasi dan himbauan terhadap orang disekitar kita, terutama keluarga.

BACA JUGA: MAY DAY: Menakar Hak Pekerja Perempuan


Gelar ‘pahlawan’ tidak terlalu penting, karena yang terpenting adalah bagaimana dedikasi kita kepada masyarakat dan Indonesia, terutama dalam menghadapi pandemi yang belum kunjung usai ini. Mari kita lawan dan terus bergandeng tangan meski secara virtual kita berjuang, karena kita adalah pahlawan untuk Indonesia tercinta.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *