BTS Dan Rasisme Yang Menghujaninya

BTS

BTS Dan Rasisme Yang Menghujaninya

BTS Idol K-Pop Yang Mendunia

BTS merupakan salah satu idol K-Pop yang mendunia. Belakangan KPop memang pamornya semakin luas, bahkan hampir setiap tahun akan bermunculan fandom dan idol grup yang baru. Uniknya, beberapa idol grup K-Pop tidak hanya terkenal di negaranya sendiri, tetapi mereka juga mendapat perhatian di dunia internasional. Tak terkecuali idol grup dari korea selatan 방탄소년단 atau juga dikenal dengan BTS.

Gambar oleh Big Hit entertainment

Adalah salah satu idol group dari Korea Selatan yang bernaung di bawah Big Hit Entertaiment. Nama BTS mempunyai makna Bulletproof Boy Scouts, Bang-Tan mengandung arti sebagai anti peluru, sementara So-Nyeon-Dan diartikan sebagai sekelompok anak laki-laki. Nama BTS sendiri mempunyai arti konsep dan harapan. Salah satu perwakilan agensi pernah mengatakan bahwa kehadiran BTS di industri musik bisa melawan norma sosial, streotip serta tekanan untuk menjadi grup yang cukup besar dan terkenal.

Pada 19 Februari 2021, BTS terjadwal akan membawakan lagu Coldplay – Fix You di MTV Unplugged Presents dan rencananya akan rilis pada 23 Februari 2021 pukul 21.00 waktu setempat. ARMY (sebutan penggemar/fans BTS) menyambut berita ini dengan penuh antusias. Jimin sebagai memberi BTS, mengungkapkan alasan mereka memilih lagu Fix You.

“Lagu ini membuat kami nyaman, jadi kami ingin menyiapkan cover ini untuk menghibur kalian juga,” ungkap Jimin

MTV Unplugged Presents sendiri merupakan sebuah acara di mana musisi ternama menampilkan versi akustik dari lagu-lagu hits mereka. ARMY sangat menantikan BTS menyanyikan beberapa lagu dari album BE versi akustik dan tentunya dengan formasi lengkap.

Narasi Rasisme Bentuk Intoleransi

Kita semua berjalan pada roda kehidupan, ada kalanya berada di bawah ada kalanya berada di atas, bahkan seringkali banyak orang berkata ‘Semakin tinggi pohon, semakin lebat buahnya dan semakin kencang angin menerpanya’. Begitupula BTS, penampilanya di MTV Unplugged bukan hanya mendapat pujian banyak orang tetapi juga sebaliknya. Salah satu orang yang menyampaikan ketidaksukaannya dengan penampilan mereka adalah seorang penyiar asal Jerman bernama Matthias.

Dalam sebuah siaran di stasiun radio Bayern 3 di Jerman, Matthias menyampaikan opininya mengenai penampilan BTS yang membawakan lagu Fix You, dia mengatakan bahwa “BTS adalah virus buruk yang semoga segera ada vaksinnya. Tak hanya itu Matthias juga mengutuki BTS dengan kata kata kasar dan mengatakan bahwa BTS layak liburan di Korea Utara selama 20 Tahun.

Menanggapi hal ini tentu ARMY (panggilan fans BTS) tidak tinggal diam. Opini rasisme Matthias membuat ARMY naik pitam. Setelah tahun lalu, penyiar radio terkenal Salvatore “Sal” Governale juga pernah mengaitkan BTS dengan COVID19. ARMY langsung menuntut permintaan maaf dari Bayern3. Tak hanya behenti di situ, ARMY juga bersama memprotes dengan menaikkan tagar #Bayern3_racism #MatuschikOUT #Bayern3Racist. Tagar tersebut sempat menjadi trending di media sosial  twitter.

Mendengar hal itu Matthias mengatakan bahwa dia tidak menyinggung Korea Selatan.

“Kalian tidak bisa menuduhku xenophobia,” katanya. “Aku punya mobil dari Korea Selatan. Aku punya mobil yang paling keren.”

Mendengar hal ini ramai diperbincangakan, Bayern 3 mengeluarkan pernyataan terkait masalah tersebut. Mereka mengatakan bahwa memang Matthias kelewat batas, tetapi tidak bermaksud seperti yang diinterpretasikan oleh ARMY. Tak puas dengan pernyataan tersebut, ARMY membuat dan mengirim template melalui email ke Bayern 3 sebagai bentuk protes atas opini rasisme.

Akhirnya, setelah menuai banyak kritikan di media sosial Mathias mengungkapkan pernyataan maafnya. Namun menurut beberapa orang Mathias tidak benar-benar meminta maaf karena kesalahanya, melainkan karena ia telah terpojokkan oleh kritikan dari ARMY. Beginilah Mathias menuliskan permintaan maafnya

Menggaungkan Pesan Damai

Semenjak pandemi media sosial menjadi bagian terpeting bagi kehidupan manusia, mengingat semua hal berusaha secara daring atau online. Bahkan tidak sedikit masyarakat memakai media sosial sebagai alat untuk menghakimi atau menistakan pihak lain.

Menurut Agus – Pengamat Komunikasi Massa “media sosial memang merupakan sarana untuk mewujudkan kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi. Namun perlu ditegaskan bahwa kebebasan berpendapat atau kebebasan berekspresi melalui media mana pun tidak pernah sebebas-bebasnya tanpa batas dan etika.” Kasus rasisme yang terjadi kepada BTS tidak bisa ditoleransi, karena tidak seharusnya ada rasisme sembunyi dibalik sebuah opini. Sudah seharusnya di zaman yang modern seperti ini kita berperang melawan rasisme warisan semenjak kolonial.

Baca Juga Jalan Thanos dan Tony Stark

Tuhan menciptakan umatNya sederajat dengan keunikan masing-masing. Oleh karena itu tidak ada satu ras, golongan, agama maupun suku bangsa yang boleh merasa superior kemudian mulai menindas mereka yang inferior. Untuk menjadi bangsa yang bebas dan merdeka, kita semua harus memerangi rasisme yang terjadi di seluruh dunia. Mengutip dari pesan Kim Namjoon – BTS

“No matter who you are, where are you from, your skin color, your gender identity, just speak yourself”

Share this post

Comment (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.