Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Tong Kosong

Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Tong kosong nyaring bunyinya, pernahkah kalian memahami makna peribahasa ini? Barangkali hal tersebut bukanlah sesuatu yang aneh ataupun asing, namun sudah sering menjadi konsumsi masyarakat, baik di Tanah Air kita maupun di belahan Negara lain. Terlebih di zaman serba digital, semakin mudah untuk menggelontarkan kata-kata baik itu dalam ucapan lisan maupun tulisan. Kecanggihan teknologi inilah juga banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dunia, terutama netizen Indonesia.

Mengutip kbbi.kata.web.id tong kosong nyaring bunyinya merupakan peribahasa untuk orang bodoh yang biasanya banyak bualnya (bicaranya).

Bicara terlampau tinggi tapi nyaris tak ada faedahnya

Problematika tong kosong nyaring bunyinya atau banyak berbicara tetapi kosong, secara terminologi bagaikan berbicara tetapi tidak ada pesannya sama sekali, tidak berfaedah, seperti angin lalu saja. Hal ini sungguh miris, banyak yang demikian di masyarakat kita, atau bahkan kita sendiri? Jawaban ada di diri Anda.

Menurut Gillin yang menyebabkan tong kosong nyaring bunyinya karena aktivitas bermacam kelompok yang berawal dengan suatu interaksi. Interaksi sosial inilah yang merupakan hubungan-hubungan sosial dinamis yang terikat akan hubungan antara orang dengan perorangan, juga kelompok–kelompok manusia (dalam Soekanto, 1990:489). (Hafizah, 2019)

Mengutip sains.kompas.com peribahasa, “Tong kosong nyaring bunyinya” ternyata memang benar. Para peneliti telah membuktikannya lewat studi baru yang mereka publish dalam The Journal of Positive Psychology. Menyatakan bahwa, “Orang yang tidak bisa menerima hal tersebut dan meyakini bahwa dirinya selalu benar disebut kelewat percaya diri secara intelektual (intelectual overconfidence)”. (Wibawa, 2019)

Begitu juga dengan kegiatan bergossip yang marak terjadi di masyarakat. Menurut Sao Paulo bahwa bergossip atau membicarakan kejelekan orang lain itu sungguh buruk dan tidak ada alasan untuk membenarkannya dalam hal apapun, (menepis gosip meredam isu.com. diakses 9 februari 2007).

baca juga BTS dan Rasisme yang menghujaninya

Anak Cucu Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Dari tong kosong nyaring bunyinya itulah muncul anak cucunya yang lain, seperti sebelumnya ada gossip, juga munculnya ujaran kebencian, hoaks, dan lain sebagainya. Hal itu dapat menimbulkan kegaduhan baik di dunia nyata maupun dunia maya. Selain itu jika kita tidak memperhatikan kebenarannya maka akan berakibat fatal, serta bisa saja berujung permusuhan dan adu domba, dan lain sebagainya.

Hal ini perlu dan sangat penting untuk diperhatikan dan dicermati lebih mendalam terkait berbagai informasi yang datang, yang hendak kita konsumsi, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diperkenankan. Menjadi netizen cerdas dan bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia lakukan menjadi kebutuhan utama. Pada saat ini, terutama di dunia digital, banyak sekali informasi yang menumpuk maka wajib menjadi cerdas dalam memilih dan memilahnya. Pula hendaknya memperhatikan kebenarannya, jangan hanya menjadi konsumen pasif saja yang pasrah dengan segala konten yang tersaji.

Menjadi Netizen Cerdas

Alangkah baiknya kita sebagai anak muda juga sebagai netizen haruslah cerdas. Hal ini agar kita terhindar dari cap tong kosong nyaring bunyinya. Jangan sampai omongan atau apa yang kita lakukan hanyalah angin lalu tanpa manfaat.

Menjadi ntizen cerdas merupakan kebutuhan masa kini. Dengan itu kita sedikit lebih hebat dari mereka yang mudah percaya pada kata-kata yang sekadar kata, atau tulisan sekedar tulisan. Netizen cerdas tidak akan mudah terprovokasi. Tidak akan mudah percaya pada fakta maupun sumber yang tidak kredibel. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka barang pasti tidak akan adanya tong kosong nyaring bunyinya, serta anak cucunya. Dengan menjadi netizen cerdas berarti bisa menghindari permusuhan, pertengkaran, su’udzon, dan lain sebagainya.

Share this post

Comment (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *