Naik Level di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa yang sungguh dinantikan umat muslim, karena di bulan ini pahala ibadah kita dilipatgandakan. Diampuni semua dosa-dosa dan khilaf yang sudah dilakukan. Di bulan ini pula kesempatan bagi setiap orang untuk lebih meningkatkan ketaqwaan

Umat muslim di seluruh dunia sekarang ini sedang menjalani training dan ujian menahan rasa haus dan lapar, dengan berpuasa tidak makan dan minum dari sejak dini hari sampai dengan matahari terbenam.

Setiap hari kita terlalu disibukkan dengan urusan duniawi. Terkadang lupa bahwa kita ini ada di dunia karena ijinNya. Lupa untuk apa sebenarnya kita diciptakan. Bahkan Tuhan sampai saat ini pun tidak pernah sedetikpun meninggalkan kita.

Puasa adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik, Tuhan Sang Pencipta alam semesta. Kita bisa menemukan kembali momentum, merekatkan kembali semua hal yang membuat kita menjauh untuk kembali mendekat kepadaNya. 

bulan ramadhan

Manusia sebagai makhluk paling sempurna memiliki dua aspek yaitu jasmani dan rohani. Maka, kedua aspek ini harus bisa dipenuhi agar hidup manusia itu seimbang.

Level paling bawah kebutuhan manusia adalah tentang makan. Kebutuhan untuk terus menghidupi sel-sel di dalam tubuhnya. Apabila kebutuhan biologis sudah terpenuhi maka level berikutnya adalah kasih sayang, kebutuhan akan rasa aman, ketentraman dan kenyamanan.

Level diatasnya lagi lebih tinggi dari yang hanya urusan perut yaitu kebutuhan akan eksistensi, perhatian dan pengakuan. Kebutuhan bersosialisasi dengan orang lain di lingkungan tempatnya beraktifitas.

Level tertinggi dari semua itu adalah kebutuhan sepiritual atau rohaniah. Pada tingkat ini seseorang akan merasakan ketenteraman dan kedamaian. Setiap langkahnya pasti juga akan mencerminkan apa yang dia rasakan. Siapa saja pasti merasa nyaman berada di dekat orang yang sudah mencapai level ini.

Di bulan Ramadhan ini umat Islam tidak hanya dilatih untuk tahan godaan secara fisikal, namun mampu level up dalam hal kepribadian. Mampu introspeksi atas semua yang sudah dilakukan. Memilah dan memilih dengan sudut pandang positif. Mampu memandang segala sesuatu dan semua yang terjadi dalam hidup dan orang-orang di lingkungan sekitar hanya terselenggara atas kehendakNya.  

Pengembangkan diri ini penting, hijrah dari sekedar pemenuhan jasmaniah. Kita semua diajak untuk beranjak dari tingkat jasmaniah ke tingkat yang paling tinggi, yaitu mencapai kedamaian dan ketentraman.

Tujuan diwajibkannya puasa di bulan suci ini tiada lain supaya umat muslim menjadi bertaqwa. Dengan bertambahnya ketaqwaan seseorang, pasti akan berimbas pada kehidupan sosialnya. Terutama dalam Kehidupan berbangsa dan bernegara. Lebih-lebih saat ini bangsa Indonesia sedang dihadang dengan upaya provokasi oleh segelintir orang dengan cara menyebarkan berita bohong atau hoax.

Kebiasaan menahan diri dalam kegiatan berpuasa pastilah juga mengasah kemampuan untuk lebih bijak dan cerdas dalam kehidupan bermasyarakat. Tidak mudah menyakiti umat lain, tidak gampang mendiskriminasi seseorang hanya karena beda suku, ras dan agama. Itulah sejatinya makna takwa sebagai hasil dari pembersihan jiwa selama berpuasa.

Semoga ibadah puasa kita di bulan Ramadhan ini Allah memberkati, mengampuni dosa dan semua kekhilafan, Menghantar kita menjadi pribadi pribadi utama dan akhirnya menjadikan diri kita sebagai golongan muttaqien. Amin

Sutanto Prabowo

Duta Damai BNPT

Related Post

Toleransi dalam Ave Maryam

Toleransi dalam Ave Maryam

Film garapan Robby Ertanto Soediskam ini telah menyelesaikan proses pengambilan gambarnya pada 2016, namun baru…

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *