Candi Sambisari Sejarah Candi Hindu

Candi Sambisari

Candi Sambisari Sejarah Candi Hindu

Memaknai Situs Sejarah

Candi Sambisari salah satu peninggalan leluhur yang masih bisa kita lihat kemegahannya sampai hari ini. Masa depan tidak serta merta tercipta hanya dalam satu kedipan mata. Masa depan tercipta karena ada sejarah masa lalu didalamnya. Oleh karenanya sangat penting mengetahui dan melestarikan sejarah, karena kita lahir karena sejarah itu sendiri. Melestarikan sejarah sama dengan melestarikan budaya yang menjadi integritas bangsa Indonesia. Seperti yang kita ketahui Indonesia kaya akan segala budaya dan peninggalan-peninggalan leluhur, tak terkecuali peninggalan situs-situs candi.

Foto dokumen pribadi

Situs Candi Sambisari

Candi Sambisari terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Candi tersebut merupakan salah satu candi Hindu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Ada cerita menarik dari candi tersebut. Candi Sambisari merupakan candi yang tertidur berabad-abad lamanya akibat erupsi gunung merapi yang dahsyat. Pada saat itu merapi memuntahkan material vulkanik ke segala penjuru dan membuat dataran rata dengan tanah.

Awal mula yang menemukan Candi Sambisari adalah seorang warga yang berprofesi sebagai petani bernama Karyowinangun. Kala itu Karyowiangun mencangkul tanah, tiba-tiba mata cangkulnya mengenai bongkahan batu yang memiliki beberapa pahatan pada permukaanya. Setelah ada penelitian lebih lanjut oleh Dinas Kepurbakalaan atau kini Dinas Cagar Budaya, ternyata bongkahan itu merupakan salah satu bagian candi, sehingga perlu adanya eskavasi atau penggalian lebih lanjut. Tidak mudah untuk melakukan penggalian karena dalamnya candi tersebut terkubur. Kurang lebih 20 tahun terhitung sejak 1966 dan baru selesai pada 1987.

Candi Hindu di Indonesia

Situs Candi Sambisari masuk dalam candi Hindu. Di dalamnya terdapat banyak benda-benda peninggalan peradaban Hindu-Siwa, seperti Arca Agastya, Arca Ganesha, Arca Durga Mahisasuramardini, juga lingga dan yoni. Candi tersebut dahulu merupakan tempat pemujaan kepada Dewa Siwa, karena terdapat lingga dan yoni. Berbeda dengan candi-candi lainnya yang kebanyakan dibangun dengan megah ke atas, Candi Sambisari justru berada 6,5 meter di bawah permukaan tanah, dengan satu candi induk di dalamnya serta ada 2 pagar yang mengelilinginya. Jika ingin masuk ke dalam komplek candi, maka harus turun melewati tangga-tangga kecil. Di sekitar komplek candi terdapat kantor dan museum mini untuk mengetahui lebih lanjut tentang candi tersebut.

Baca Juga Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Candi Sambisari merupakan candi yang indah nan unik, selain pembelajaran dari segi sejarah. Candi ini unik karena berada di bawah permukaan tanah, seperti sumur besar begitulah cara mengukur kedalaman seseorang; tentang ketulusan, pengorbanan atau hal yang lainnya. Kita tak akan pernah tahu bagaimana seseorang atau pun alam semesta tanpa menggali kedalamannya.

Share this post

Comment (1)

  • Bennartho Reply

    Bagus banget untuk menambah wawasan kekayaan lokal

    16 Maret 2021 at 7:27 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *