free page hit counter

Kyal Sin Gadis 19 Tahun Dalam Konflik Myanmar

Kyal Sin Gadis 19 Tahun Ditembak Mati

Kyal Sin Gadis 19 Tahun Dalam Konflik Myanmar

Contents




Kyal Sin menggunakan kaus “Everything Will Be Okay”

Profil Kyal Sin

Ma Kyal Sin atau Angel adalah seorang gadis berusia 19 tahun yang berasal dari Mandalay, Myanmar. Ia tewas saat aksi protes anti kudeta yang terjadi pada 3 Maret 2021  yang lalu. Kyal Sin muncul sebagai martir awal dan menjadi simbol perlawanan terhadap kekerasaan oleh milter junta. Pada 13 Maret yang lalu tentara junta telah membunuh sekitar 38 demonstran dan sepertiga korban yang tewas adalah remaja. Kyal Sin adalah salah satu dari beberapa remaja yang menyerahkan hidupnya di aksi protes tersebut.

Latar Belakang

Akar dari permasalahan ini ketika Pemilu Partai NLD berhasil memenangkan suara pada November 2020 atas partai pro-militer. Saat itu pihak militer menuduh bahwa Partai Liga Nasional melakukan kecurangan hasil pemungutan suara sebanyak 83% . Mereka mencurigai bahwa ada kecurangan sebanyak 10 juta suara.

Kemudian pada hari senin (1/2/2021) pihak militer menindaklanjuti dengan menangkap beberapa pimpinan partai politik termasuk  Aung San Suu Kyi . Setelah melakukan penangkapan pihak militer juga mengumumkan keadaan darurat selama 12 bulan. Mereka juga menunjuk seorang jendral sebagai pengganti presiden waktu itu.

Namun Komisi Pemilu Myanmar menolak tuduhan kecurangan yang partai NLD lakukan dan meminta supaya pihak militer menerima hasil pemilu tersebut. Hal ini tidak hanya menimbulkan gejolak di negara Myanmar tetapi juga dunia. Duta Besar AS pertama Derek Mitchell mengatakan masyarakat dunia perlu menghargai kemenangan Aung San Suu Kyi pada pemilu November lalu.

Aksi Demonstrasi

Pihak milter Myanmar yang melakukan kudeta membuat masyarakat turun untuk menggelar aksi demonstrasi. Badan Bantuan Myanmar menangkap dan melaporkan bahwa empat anak tewas dan juga ratusan pengunjuk rasa.

Sebelumnya, kudeta melawan pihak militer  juga pernah terjadi pada tahun 2007. Ribuan biksu, guru, pengacara, murid, pegawai bank dan pegawai pemerintahan turut serta dalam demonstrasi masa itu.

Pesan Kyal Sin


Pesan Pada Laman Facebooknya
Pesan singkat Pada Laman Facebooknya

Kyal Sin adalah seorang perempuan yang menjadi ahli instruktur taekwondo di Mandalay, Myanmar. Ia juga aktif sebagai penari di DA-Star Dance Club Mandalay. Myat Sin salah satu orang yang juga ikut berdemonstrasi.

Dia mengatakan bahwa selama demo Kyal Sin terus mengatakan “kami tidak akan mundur” dan “darah tidak boleh terjadi pertumpahan darah”. Ia juga membawa botol Coca – Cola  dan ia juga sempat menendang pipa air. Selama demo ia juga selalu mengingatkan yang lain untuk selalu menunduk karna polisi terus menembaki peluru dan gas air mata. Sebelum ia tewas, melalui akun facebook miliknya ia mengunggah pesan singkat dan tipe darahnya. Ia ingin nantinya bisa mendonorkan organnya ketika militer menembaknya”.

Dia juga sempat mengatakan bahwa “ kalau saya tidak bisa kembali dengan kondisi yang baik, tolong jangan selamatkan saya. Saya akan memberikan bagian tubuh saya untuk orang yang lebih membutuhkan”. Pada akhirnya ia harus mereggang nyawa oleh militer yang menembak kepalanya.

Pesan Damai

Peristiwa kudeta militer ini tentulah menjadi peristiwa yang sangat menyedihkan bagi setiap orang. Kyal sin adalah salah satu orang yang memperjuangkan aksi kebenaran. Militer terus menyerang dengan senjata.

Namun, mereka menyerang warga sipil yang tidak memiliki senjata. Sangat menyedihkan ketika keluarga staf militer tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Myanmar. Mereka tidak boleh menggunakan WiFi dan mengakses data selular. Junta hanya mengizinkan mereka menonton MRTV & MWD (saluran baru palsu + meliput saluran berita yang sebenarnya). Oleh karena itu, kalangan keluarga militer itu menyalahkan pengunjuk rasa damai dan memihak teroris.

Kyal Sin adalah salah satu pahlawan yang gugur karena telah memperjuangkan kebenaran. Kematiannya ini meninggalkan banyak luka dan kesedihan untuk keluarga dan seluruh masyarakat dunia. Semua orang mengharapkan supaya dirinya juga bisa istirahat dengan damai. Dia telah mengorbankan dirinya untuk kebenaran dan keadilan. Hal semacam ini tidak bisa kita sebut politik. Hal ini adalah kriminal yang mengatasnamakan kemanusiaan.

“Connection Is A Power To Take Down Those Dictators”

Share this post

Comments (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *