Pembelajaran Daring, Guru dan Siswa

Pembelajaran Daring, Guru dan Siswa

Pembelajaran Daring Pada Era Pandemi

Pembelajaran daring telah menjadi trend hangat. Belajar daring di era pandemi memiliki tantangan yang sangat beragam. Mulai dari permasalahan sinyal dan jaringan, kebutuhan kuota internet yang tidak sedikit, belum lagi pengajaran daring yang dinilai kurang efektif. Juga, kurangnya pengetahuan tentang teknologi informasi oleh siswa maupun orang tua siswa. Pembelajaran menjadi membosankan dan penilaian pembelajaran yang seharusnya bisa langsung jadi tidak bisa. (Prawanti et al., 2020)

Daring

Namun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) memastikan kebijakan pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 terlaksana dengan baik (Sulistiyaningsih, 2020). Selain itu, Nadiem Anwar Makarim juga menyampaikan bahwasanya prinsip kebijakan dalam pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah menomorsatukan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, masyarakat umum. Serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi Covid-19.(Pengelola web kemdikbud, 2020)

Problematika Pembelajaran Daring

Pada proses kegiatan belajar mengajar di era pandemi ini, guru dan siswa wajib beradaptasi dengan cepat supaya proses belajar mengajar dapat terus berjalan dengan semestinya. Meskipun tidak tatap muka secara langsung (face to face). Pembelajaran daring harus dapat berjalan efektif serta dapat saling mengerti antara dua sisi yakni guru sebagai pengajar (transfer of knowledge) dan siswa sebagai penerima ilmu (receaving of knowledge).

Namun, realita pada proses daring ini menuai beragam problematika baik dari pengajar ataupun siswa. Salah satu problematika yang sering muncul kala pembelajaran daring yakni perihal siswa yang mengeluhkan akan pembelajaran daring. Salah satunya seperti jaringan yang tidak stabil dan kuota internet yang tidak memadai. Sehingga dalam memahami penjelasan dari guru kurang berjalan dengan baik. Contohnya saat mendengarkan guru tiba-tiba putus, atau hilang suara, dan sebagainya. Alhasil, siswa pun merasa mengalami ketertinggalan dalam proses memahami suatu pembelajaran.

Selain itu, pengajar juga memiliki beberapa permasalahan dalam mengajar daring. Tuntutan harus cepat beradaptasi terhadap media pembelajaran online. Yang mana materi, proses evaluasi/ujian, diskusi, presentasi, dan lainnya, wajib secara daring. Hal ini pun tak jarang menuai banyak yang mengalami kesulitan. Terutama pengajar yang usianya sudah tua (old generation) yang umumnya masih awam terhadap penggunaan teknologi ataupun sistem digitalisasi.

Peranan Tenaga Pendidik

Permasalahan tersebut dominan oleh keterbatasan sinyal jaringan, sehingga internet menjadi lamban bahkan tersendat. Hal itu biasanya karena kondisi geografis yang jauh dari perkotaan atau kondisi di wilayah pelosok, terpencil, yang umumnya akses jaringan cukup sulit. Bukan hanya jaringan, tetapi juga terkadang aliran listrik belum tersalurkan secara menyeluruh. Meskipun demikian, banyak siswa ataupun pengajar yang berusaha sedapat mungkin supaya bisa mengakses jaringan dengan baik. Sehingga dalam melaksanakan pembelajaran daring dapat sedikit mengurangi kendala sinyal internet.

Di sini peran guru sebagai pengajar sangatlah penting dan sebagai yang memegang peranan besar dalam mengarahkan serta menumbuh kembangkan anak-anak didikannya. Baik dari sisi ilmu pengetahuan, kreatifitas, moralitas, adab, dan masih banyak hal lainnya. Dengan begitu, guru haruslah kreatif dalam menyajikan media pembelajaran supaya apa yang ia sampaikan dapat dengan baik sehingga siswa mampu menerapkan dalam kehidupan.

Dari sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) seperti ini, memunculkan metode mengajar yang sangat beragam. Mulai dari membuat video tutorial, game edukasi, diskusi menggunakan mentimeter, dan masih banyak jenis metode lainnya. Sebenarnya, dengan kondisi saat ini (daring), baik guru dan siswa dapat meraih peluang-peluang yang sungguh banyak, itulah arti kreatifitas tanpa batas. Bahkan semenjak pembelajaran daring ini, banyak orang-orang yang secara dadakan menjadi Conten Creator, Youtuber, Tiktokers, bahkan Influencer. Hal ini pun bisa guru dan siswa manfaatkan untuk membuat beragam karya dalam pemberian materi atau mengajar.

Kolaborasi Guru dan Siswa

Dengan pembelajaran yang unik tersebut, yakni menggunakan daya kreatifitas tanpa batas. Maka, siswa akan berkembang lebih maju dan pesat. Bukan hanya siswa tetapi begitu pula guru atau pengajarnya. Dari sinilah pentingnya kolaborasi aktif antara guru dan siswa. Bukan hanya memberikan ceramah semata (transfer of knowledge), tetapi lebih daripada itu, berupaya supaya keduanya interaktif dan menciptakan inovasi baru (new innovation) yang berguna diantara keduanya (symbiosis mutualism).

Dari kolaborasi aktif antara guru dan siswa itulah, hakikat guru dan siswa memang merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan perannya dan saling melengkapi. Kerjasama antar keduanya membuat proses belajar mengajar menjadi lebih berwarna dan dapat menciptakan keberimbangan. Meskipun dalam kondisi sulit seperti saat pandemi sekarang ini, tetapi dengan mengambil sisi positif dari proses daring bukan tidak mungkin keduanya akan jauh lebih berkembang. Juga berprestasi dari pada sebelum terjadinya kondisi yang mengharuskan belajar daring.

Kesulitan dan tantangan dalam pembelajaran di era pandemi ini tidak semata menuai keburukan saja, namun lebih daripada itu. Jika melihat pada kaca yang berbeda, maka akan banyak peluang-peluang emas ada. Begitupula dengan kondisi saat ini yang berbagai aktivitasnya daring. Meskipun keadaan sulit, tetap harus optimis terutama dalam belajar maupun mengajar.

“Orang pesimistis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan. Orang optimistis melihat peluang dalam setiap kesulitan.” – Winston C. (Nugroho, 2020)

Kita sebagai generasi pembelajar juga sebaiknya mengambil peran dalam mengentaskan beragam problematika yang ada ada saat ini. Khususnya di bidang pendidikan. Supaya proses pembelajaran itu kian efektif meski di era pandemi.

Referensi

Nugroho, F. T. (2020). 31 Kata-kata Bijak tentang Kesempatan atau Peluang, Bisa Jadi  Motivasi Sukses. Bola.Com. Retrieved from https://www.bola.com/ragam/read/4310811/31-kata-kata-bijak-tentang-kesempatan-atau-peluang-bisa-jadi-motivasi-sukses

Pengelola web kemdikbud. (2020). Mendikbud dan Mendagri Gelar Rakor dengan Kepala Daerah, Bahas Pembelajaran di Masa Pandemi. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Retrieved from https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/09/mendikbud-dan-mendagri-gelar-rakor-dengan-kepala-daerah-bahas-pembelajaran-di-masa-pandemi

Prawanti, L. T., & Sumarni, W. (2020). Kendala Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana UNNES, 286–291. Retrieved from https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/snpasca/article/download/603/521

Sulistiyaningsih, E. (2020). Kebijakan Kemendikbud di Masa Pandemi. Lpmpkaltara.Kemdikbud.Go.Id. Retrieved from https://lpmpkaltara.kemdikbud.go.id/2020/09/04/kebijakan-kemendikbud-di-masa-pandemi/

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *