free page hit counter

Untuk Kamu Yang Sedang Patah

Untuk Kamu Yang Sedang Patah

Untuk Kamu Yang Sedang Patah

Contents

Sebuah Pesan Untuk Kamu

Untuk kamu yang sedang patah, ingatlah pesan ini: “Ga penting siapa yang mematahkan kamu atau membuatmu terluka. Yang terpenting adalah siapa yang membuat kamu bisa kembali tersenyum.”

Lega? Senyum dong. Pesan itu tadi saya dapat dari cuplikan video Ustad Hanan Attaki. Jika kamu ingin tahu video lengkapnya bisa kepo di youtube atau sosial media lainnya. Yaelah masak sinau lewat youtube? Bagi saya tidak apa mengambil hal-hal positif dari kemajuan teknologi. Yang salah itu tidak mau belajar dan merasa sudah sok pintar. Tapi jika kamu tidak setuju, skip saja postingan ini. Sebab postingan ini untuk kamu yang sedang patah atau pernah patah dan mau bangkit kembali dengan cara baik.

Ketika Kita Jatuh Cinta

Sebagai penulis novel Pameran Patah Hati (2015), saya merasa cocok atau sepaham dengan pesan dari UHA di atas. Ketika kita sedang menyukai seseorang atau hal lainnya, hati dan pikiran melihatnya hanya yang baik-baik saja. Semua seolah sempurna tanpa cela. Kalau pun ada tampak nyata cela itu bagi yang sedang jatuh cinta akan dibilang unik. Atau penyangkalan lainnya dengan alibi: “tidak ada manusia yang sempurna.” Ya ya ya, memang benar cinta itu mampu membutakan.

Sudah tersakiti bahkan patah pun seringnya masih denial, menolak mengakui kenyataan. Berharap hanya kemarahan sesaat. Padahal jika mau berpikir, jika memang seseorang itu tulus maka akan menjaga semampu yang ia sanggup. Bukan malah berbalik tanpa pamit atau dengan terang membuat patah.

Untuk Kamu Yang Sedang Patah Jangan Berputus Dari Rahmat Allah

Tapi jangan bersedih berlebihan juga. Saat kamu ditinggalkan, bukan berarti kamu kurang atau banyak salah. Bisa jadi dia yang meninggalkan kamu karena merasa tidak sanggup dengan segala kelebihan kamu. Tidak perlu merengek. Cukup jadi kamu apa adanya dan tingkatkan kebaikanmu. Refleksi perlu  tapi tanpa harus menyalahkan diri sendiri. Tujuannya bukan untuk menghakimi melainkan untuk menjadi pribadi lebih baik.

Yakin saja pada Allah, ketika seseorang itu pergi dari kita maka Allah telah menyiapkan yang lebih baik. Semua mudah bagi Allah. Maka jangan pernah untuk ragu pada Sang Pemilik Semesta.

Untuk kamu yang sedang patah, ini menjadi pelajaran untukmu.  Tentang bagaimana kita seharusnya tidak perlu menangisi siapa yang telah membuat kita patah. Melainkan menerima kondisi kita detik ini dengan orang yang memang menghangatkan hari-hari kita. Mungkin orang yang membuat kita bangkit dan tersenyum kembali adalah jodoh yang sudah Allah ciptakan untuk membersamai kita menuju jalan kebaikan.

Bicara patah hati tidak lepas dari namanya perasaan. Memang benar adanya kalau kita tidak perlu terlalu berlebihan memaksakan perasaan. Mencintai makhluk tidak seharusnya full 100%. Tidak ada jaminan kita tidak akan kecewa. Saat kita sudah ugal-ugalan mencintai bahkan melebihi cinta pada diri sendiri, maka tidak ada yang tersisa. Begitu patah, kita akan merasa hampa dan pecah berantakan. Jangan pernah lupa bahwa kewarasan kita lebih penting dari apa pun.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *