Journaling : Sarana Damai dan Mengenali Diri Sendiri

Journaling : Sarana Damai dan Mengenali Diri Sendiri

Journaling! Apa yang melintas di bayangan ketika mendengar kata tersebut? Mungkin, beberapa dari kita sering mendengar istilah jurnal dan akan langsung mengingatnya dengan aktivitas perkantoran. Baik itu berhubungan dengan buku untuk menulis sesuatu atau kegiatan untuk menulis notulensi rapat. Namun, pada kesempatan kali ini kita tidak akan membahas tentang jurnal dalam perkantoran. Journaling yang akan kita bahas adalah tentang menulis jejak kegiatan yang sudah kita lalui. Journaling memiliki banyak manfaat bila kita melakukannya secara rutin. Mari kita mulai membahas journaling sebagai sarana damai sehingga kita bisa mendapatkan manfaatnya.

Journaling identik dengan kegiatan tulis menulis. Namun, walaupun terlihat sepele ternyata banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Apakah teman-teman sudah ada yang mencoba menulis jurnal harian ? Bagaimana cara teman-teman untuk mulai menulis jurnal harian tersebut? JMelakukan journaling tidaklah rumit. Cukup membutuhkan buku harian biasa, tidak harus yang istimewa kok. Jangan lupa pulpen untuk menulis atau tambahan hiasan menggunakan spidol warna-warni atau stiker.

AKTIVITAS JOURNALING SEBAGAI SARANA DAMAI

Untuk memulai journaling kita membutuhkan niat yang cukup supaya kita dapat konsisten menulis. Dalam menulis, tidak perlu menuliskan sebuah mahakarya yang luar biasa. Karena pada intinya journaling yang kita buat hanyalah untuk kita sendiri. Hal-hal yang kita tuliskan akan menjadi bahan refleksi untuk diri kita. Hal yang dapat kita tuliskan bisa berupa kegiatan-kegiatan yang sudah kita lalui. Dengan menulis kegiatan-kegiatan di tempo hari, kita dapat mengingat hal-hal apa saja yang sudah terjadi dalam hidup kita. Baik kejadian yang membuat sedih atau bahagia akan memberi pelajaran bagi kita.

Ketika kita sedang mendapatkan lonjakan emosi berupa kesedihan dan kemarahan, journaling dapat menjadi salah satu wadah berbagi rasa. Mungkin beberapa di antara kita merasa sulit bila harus menceritakan permasalahan dan kesedihan kepada orang lain. Oleh karena itu, journaling dapat menjadi salah satu alternatif sebagai cara mengungkapkan perasaan yang ada dalam diri karena tentunya tidak baik apabila dipendam saja.

Selain dapat digunakan untuk menuliskan kegiatan yang telah terjadi, kita juga dapat menulis tentang kegiatan yang belum terjadi. Kita dapat menyusun rencana kegiatan per hari atau bahkan per jam supaya mendapatkan skala prioritas. Kita akan fokus ke dalam pos-pos kegiatan yang sudah ditentukan. Hal tersebut dapat membantu kita dalam bekerja atau pun belajar sehingga tidak membuang-buang waktu.

REFLEKSI DIRI

Journaling Sarana Damai

Ketika sedang menuliskan cerita pengalaman diri, kita tentu dapat merenungkan perjalanan hidup kita. Dalam banyak hal, terutama tentang sifat, sikap, dan barangkali kesalahan kita selama bergaul dengan orang lain.

“Apakah hari ini aku sudah bersyukur?”

“Apakah kesalahanku hari ini bisa diperbaiki supaya tidak terulang lagi?”

“Apa kemampuan yang bisa aku pelajari supaya meningkatkan kemampuan diri?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat kita tanyakan pada diri kita sendiri.

Ketika kita sudah melakukan refleksi diri, akan ada hal-hal baik yang mulai terasa. Kita akan bisa belajar menerima setiap keadaan di hidup kita dengan lebih baik. Hal tersebut tentu akan berdampak banyak bagi kehidupan kita. Misalnya, ketika kita telah menuangkan emosi negatif dalam jurnal, kita akan merasakan ketenangan. Ketika hati cukup tenang, kita pun dapat menjalin hubungan baik tanpa mengedepankan emosi kita. Hasilnya, tercipta hubungan baik pada diri sendiri dan juga hubungan kita dengan orang lain.

BACA JUGA: Puasa dan Ritual Kemanusiaan

Journaling sebagai sarana damai dapat membantu kita melepaskan emosi negatif dengan cara sederhana, yaitu menulis. Refleksikan tulisan tersebut di waktu yang tepat ketika sedang dalam keadaan yang santai dan tenang. Akan ada banyak manfaat yang bisa Jadi, yuk Sobat Damai ceritakan semua keluh kesahmu, bahagiamu, cita-cita, dan prioritas hidup pada buku jurnal harianmu !

Share this post

Comment (1)

  • Hilal Reply

    aku harus belajar ilmu journaling lagi nih, biar bisa nulis dengan baik.

    7 Mei 2021 at 2:57 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.