Angpau Imlek: Pengalaman Berburu Angpau

Angpau Imlek

Angpau Imlek: Pengalaman Berburu Angpau

Pengalaman Berburu Angpau Imlek ini saya alami beberapa tahun lalu. Tahun Baru China atau biasa dikenal Imlek adalah sebuah perayaan pergantian tahun yang identik dengan orang-orang berdarah Tionghoa atau pun beragama Konghucu. Ada juga yang menganggap sebagai budaya dari China.

Saya orang asli Jawa dan beragama Katolik, pernah merasakan rasanya perayaan Imlek di tengah keluarga Tionghoa.

Ceritanya, ibu merantau dan bekerja di Jakarta. Saya tetap di Purworejo. Ibu sering pulang ke Purworejo menengok anak-anaknya. Namun saya jarang ke Jakarta. Dalam setahun hanya dua kali yaitu saat libur kenaikan kelas dan saat Imlek.

Liburan ke Jakarta adalah reward karena saya sudah berjuang untuk ujian kenaikan sekolah. Nah, kalau pas Imlek ini saya pergi ke tempat teman kantor ibu . Iya, teman bekerjanya. Saya sering memanggilnya Ce Jes. Biasanya saat hari Imlek, saya bersama dengan Ibu pergi ke rumah Ce Jes menggunakanan KRL.

Baca juga Sejarah Pemberlakuan Imlek di Indonesia

Kebetulan di daerah tempat tinggal Ce Jes memang daerah yang banyak ditempati oleh orang-orang berdarah Tionghoa. Jadi nuansa Imlek semakin terasa. Jalanan meriah dan pintu-pintu rumah terbuka menyambut sanak saudara. Imlek sungguh berarti untuk berkumpul dan bercerita melepas kerinduan bersama keluarga besar.

Ketika saya datang, rumah Ce Jes ini ramai oleh saudara-saudara yang datang. Banyak keluarganya. Mulai dari yang masih kecil sampai kakek nenek.

Angpau Imlek

Saya melihat banyak aksesoris lampion dan ornamen lainnya berwarna merah. Kami bersalam-salaman lalu makan bersama. Persis seperti saat Lebaran atau natal. Saya juga meyakini tuan rumah menyiapkan angpau Imlek.

Makanan khas saat Imlek adalah kue karanjang, permen jeruk, dan buah-buahan. Ada tekwan dan pempek lengkap dengan kuah cukonya. Setelah selesai bersantap, kami pamit pulang. Ini saat yang biasanya ditunggu, yaitu pemberian angpau Imlek kepada kerabat yang lebih muda dan belum menikah. Saya dapat, ibu tidak. Senang sekali dapat angpau.

Jika ingat pengalaman itu, saya bahagia dan bersyukur. Tidak lupa mendoakan semua biar selalu sehat dan banyak rejeki.

Sedihnya, tahun 2021 ini Imlek beda karena pandemi masih ada. Saya hanya bisa memberikan ucapan selamat Imlek lewat pesan singkat. Kiranya damai dan ketenteraman hati melingkupi semua manusia. Semoga teman semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan.

Selamat Tahun Baru Imlek 2572, teman-teman. Jangan lupa tetap jaga kesehatan dan tetap patuh pada protokol kesehatan yang berlaku.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.