Urgensi Kesadaran Nasional Bagi Pemuda Indonesia

Kesadaran Pemuda Indonesia

Urgensi Kesadaran Nasional Bagi Pemuda Indonesia

Pemikiran para pendiri bangsa yang telah diwariskan nilainya dan mengalami pembaharuan tetapi masih mengalami pemurnian adalah asal muasal kesadaran nasional. Melihat sejarah itu rasanya seperti pemuda melihat spion karena melihat ke belakang di mana kemerdekaan Indonesia itu bukan sebuah pemberian tetapi perjuangan yang terjadi dengan bertaruh nyawa.

BACA JUGA: Mencari Akar Munculnya Islamophobia dan Terorisme

Minimnya Apresiasi Kita Terhadap Para Pahlawan Bangsa

Masyarakat saat ini jarang mengenal nama-nama pahlawan,bahkan pahlawan lokal di tempat tinggal masing-masing. Bisa jadi mereka adalah kakek-nenek atau buyut kita sendiri. Tak sedikit dari mereka yang sudah bersedekah nyawa demi bangsa ini.

Rasa Nasionalisme muncul salah satunya juga karena adanya momentum dalam negeri dan momentum luar negeri. momentum dalam negeri contohnya seperti kisah Kartini dan juga Budi Oetomo. Jika melihat kembali ke masa-masa Kartini masih hidup, Kartini selalu menggunakan diksi “Bangsa Kami” dalam surat-surat kepada sahabat penanya di Belanda. Dalam beberapa kesempatan ia menyebut sebagai “Hindia” dan dalam beberapa kesempatan lain sebagai “Djawa” dan “Bumiputera”. Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa masih terdapat bayangan atas “bangsa” yang masih samar-samar.

Pendeklarasian Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 menjadi tombak bersejarah hilangnya bayangan samar. Seorang politisi (senator) Belanda c. Th. van Deventer (1857-1915) berkomentar “Het wonder is geshied. Insulinde, de schoone sloapster, is ontwaakt.” yang artinya “Keajaiban telah terjadi. Insulinde, si cantik yang tidur, telah terbangun.”

BACA JUGA: Urgensi Kesehatan Bagi Kelompok Marjinal

Momentum Luar Negeri

Photo via: Historia.id

Terbitnya buku Max Havelaar sangat mengejutkan warga Belanda karena buku tersebut membicarakan tentang penindasan dimana Belanda mampu membangun negaranya dari hasil bersih Indonesia di mana saat itu SDM Indonesia yang masih terbelakang.

BACA JUGA: Pemimpin Bangsa Kita, Apa Kabar?

Memahami Arti Kemerdekaan

Pemuda Indonesia
Pemuda Indonesia

Merdeka dari bahasa Sansekerta Maharddhika artinya kaya, sejahtera dan kuat. ada juga yang mengartikan merdeka sebagai bebas atau tidak bergantung. Di masa lalu merdeka memiliki arti terlepas dari penjajah sedangkan di masa sekarang, merdeka memiliki arti atau makna tentang bagaimana caranya sebagai generasi penerus bangsa mengisi kehidupan berhari-hari dengan hal-hal yang positif/bermanfaat/bermakna. Tujuan dari kemerdekaan Bangsa Indonesia juga tercantum pada Pembukaan UUD 1945. Merdeka juga ada dalam artian bangsa yang mandiri yaitu mandiri di berbagai bidang dan kuat segalanya (teritorial, pemerintahan dan ekonominya).

BACA JUGA: Pancasila Cerminan Ajaran Kitab Suci?

Peran Pemuda Pada Bangsanya

Photo via: unsplash.com

Pemuda bukan tentang usia, tetapi keadaan batin yang dinamis, memeluk humor dan ironi, pencarian, serta saat berada pada kondisi puncak kehidupan. Skill berupa Competence, Creative, Control, Commitment sangat berguna dan bermanfaat bagi pemuda.

Pemuda dapat melatih dirinya agar memiliki kompetensi mendasar seperti sanggup memperjuangkan kebaikan bersama (Inklusif-Nasionalisme dan kosmopolitanisme), mampu berpikir kritis dan cakap dalam mengolah emosi serta Non Dogmatis-selalu mau belajar untuk mengembangkan kompetensi. Perjuangan bisa melalui keterbukaan agama, seni budaya, pendidikan, kesehatan lingkungan hidup, karya tulis, karya ilmiah, karya advokasi.

Jadilah pemuda yang Nasionalisme, Cinta Negara, Cinta Agama dalam porsi yang seimbang.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.