Tidak Ada Ajaran Agama Bernama Kekerasan

Ragam Budaya

Tidak Ada Ajaran Agama Bernama Kekerasan

Indonesia Adalah Negara Plural

Indonesia adalah negara yang besar, sumber daya alamnya melimpah, dan masyarakatnya beragam. Menurut data BPS tahun 2010 terdapat lebih dari 1300 suku bangsa dan lebih dari 600 bahasa daerah. Pemerintah Indonesia mengakui ada 6 agama yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Keberagaman membuat Indonesia menjadi sebuah bangsa yang plural. Sayangnya sering juga membuatnya rentan terhadap gesekan antar suku bangsa, ras, dan agama. Semua ajaran agama selalu menuju kepada kebaikan dan perdamaian. Tapi ajaran agama yang seperti ini sering ternodai dengan kekerasan yang tercipta oleh pemeluknya.

Ragam Budaya

Salah satu yang sering terjadi di masyarakat adalah terjadinya gesekan yang menjurus ke kekerasan dengan mengatasnamakan agama. Contoh dari kasus kekerasan dengan mengatasnamakan agama pernah terjadi pada bulan September 2007. Ormas FPI melakukan aksi sweeping menutup paksa warung makan yang berjualan pada siang hari di Tasikmalaya yang pada saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan. Selain itu keberagaman agama yang ada juga rentan menimbulkan sikap diskriminatif yang biasanya terjadi pada golongan mayoritas kepada minoritas. Contohnya adalah aksi penolakan umat Kristen di Sentani terhadap renovasi  menara masjid Al Aqsha.

Indonesia Menjamin Kebebasan Beragama

Pada dasarnya, umat beragama menginginkan kehidupan yang tenteram dan damai. Namun apakah dengan tindakan kekerasan dan sikap diskriminatif, tujuan itu akan tercapai? Kenyataannya tujuan itu tidak akan tercapai, yang akan terjadi justru konflik berkepanjangan. Negara Indonesia menjamin kebebasan beragama untuk masyarakatnya, kita bebas memeluk agama yang kita yakini dan mempelajari ajaran-ajarannya. Ajaran agama menjunjung tinggi perbedaan.

Setiap ajaran agama tidak ada yang membenarkan kekerasan, tidak ada yang menganjurkan untuk mengucilkan umat agama lain. Setiap ajaran agama mengajarkan kita menuju kedamaian dengan penuh kasih sayang kepada sesama. Dalam Al-Qur’an dan hadist Allah SWT sangat menyukai perdamaian dan  Allah SWT  mengajarkan kepada umatnya untuk berbuat baik kepada semuanya. Tidak hanya kepada umat Islam itu sendiri.

Ajaran Agama Ajaran Kebaikan

Begitu pun di dalam ajaran agama Buddha selalu menyerukan pengharapan kebahagiaan kepada semua makhluk. Hal ini dapat kita lihat pada karaniyametta sutta yang mengajarkan mengenai cinta kasih. Mantan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin melalui kanal Youtube Kemenag RI berkata bahwa beragama itu menebar damai, menebar kasih sayang, kapanpun dan di mana pun, dan kepada siapapun. Beragama itu bukan untuk menyeragamkan keragaman tapi untuk menyikapi keragaman dengan penuh kearifan. Jangan gunakan agama untuk saling membenci ataupun untuk saling men diskriminasi.

Orang-orang di sekitar kita boleh saja menjalankan ajaran agamanya. Kita pun boleh saja mengenal ajaran agama lain walaupun kita tidak mengimaninya. Lagipula hidup di negara yang beragam penganut agamanya seperti di Indonesia ada untungnya juga. Banyak hari raya keagamaan yang ditetapkan sebagai hari libur nasional. Hal ini tentu saja membuat kita semua senang. Jadi, kita sebagai masyarakat Indonesia yang beragama sudah sepantasnya untuk menjaga perdamaian antar umat beragama. Bersama dalam keragaman mencapai kebahagiaan dan kedamaian sesuai dengan dasar negara Pancasila.

Ditulis oleh: Nyana dan Arya – blogger DDY

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *